Yayasan Kalla Serahkan Bantuan untuk Tim Satgas Covid-19 Unhas

Satgas Covid-19 Universitas Hasanuddin kembali menerima bantuan dari Yayasan Kalla, yang diserahkan oleh perwakilan yayasan kepada Posko Induk Satgas di RS PTN Unhas, Rabu (15/4).

Bantuan yang diserahkan kali ini terdiri atas 600 unit alat rapid test, yang rencananya akan digunakan untuk melakukan screening terhadap dokter residen dan perawat yang bertugas di lingkungan RS PTN Unhas. Selain itu, juga diserahkan pulhan Alat Perlindungan Diri (APD) berupa hazmat.

Yayasan Kalla, yang bernama lengkap Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Islam Hadji Kalla, merupakan lembaga sosial yang didirikan sejak tahun 1984. Melalui yayasan ini, Kalla Group menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan menyalurkan dana zakat perusahaan.

Ketua Yayasan Kalla, Hj. Fatimah Kalla, menjelaskan bahwa pemberian bantuan ini dilatarbelakangi oleh motif kemanusiaan. Yayasan Kalla memang mempunyai tim untuk bantuan bencana, yang selalu terlibat dalam setiap peristiwa bencana. Lembaga ini berkomitmen untuk ikut serta membantu meringankan beban dan penderitaan masyarakat.

“Bantuan kami ini sebenarnya sudah lama kami pesan dari produsen di luar negeri. Namun yang datang itu bertahap. Setiap kali tiba, langsung kami salurkan bantuan ke pihak-pihak yang membutuhkan. Kalau untuk APD, kami salurkan ke rumah sakit yang menangani pasien terkait Covid-19,” kata Fatimah.

Bantuan berupa rapid test yang diserahkan ke RSPTN Unhas sifatnya sementara, sambil menunggu tersedianya alat PCR yang bisa melakukan test massal. Menurut Fatimah, jika dapat dilakukan test massal menggunakan metode swab itu tentu lebih baik.

Sambil menunggu ketersediaan test massal dengan menggunakan PCR, Yayasan Kalla mendonasikan rapid test untuk tim medis. Menurut Fatimah Kalla, tim medis sudah bekerja sangat keras, sehingga perlu memperoleh perhatian.

Terkait:  Hasilkan Luluskan Alumni Insinyur Terbanyak, PPI Unhas Peroleh Penghargaan dari Menteri PUPR

“Kami sangat berterima kasih dengan tim medis yang sudah bekerja keras dengan resiko tinggi untuk membantu pasien-pasien yang sudah tertular. Untuk itu kami membantu apa yang bisa kami berikan, baik itu APD maupun alat rapid test,” kata Fatimah.

Menutup wawancara, Fatimah Kalla menghimbau masyarakat untuk tetap mematahui arahan-arahan yang diberikan oleh pemerintah, agar mata rantai penularan Covid-19 dapat berhenti secepatnya.

“Kita ingin agar wabah ini segera dapat kita hentikan sebarannya, sehingga kita bisa beraktivitas kembali seperti sebelumnya,” tutup Fatimah.(*/ir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa