Universitas Hasanuddin Terlibat dalam Program Southeast Asia Lecture Hall FPCI

Universitas Hasanuddin menjadi salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang terlibat dalam program Southeast Asia Lecture Hall yang diinisiasi oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Keterlibatan tersebut sesuai dengan penandatangan Memorandum of Understanding antara Rektor Unhas (Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA) bersama Pendiri FPCI (Dr. Dino Patti Djalal).

Penandatangan MoU berlangsung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting pada Rabu (28/07).

Southeast Asia Lecture Hall merupakan program yang bertujuan untuk memberikan kuliah kelas dunia oleh para akademisi dan pakar terkemuka di bidangnya kepada mahasiswa dan pemuda di seluruh Asia Tenggara.  Program ini disusun dengan latar belakang kesenjangan akses kuliah berkualitas tinggi di kawasan seperti Asia Tenggara.

FPCI telah menginisiasi program ini untuk mempromosikan hubungan yang lebih erat dan pertukaran intelektual antara mahasiswa dan akademisi Asia Tenggara, yang akan menjadi salah satu segmen masyarakat paling strategis.

Prof. Dwia menyambut baik kerja sama dan keterlibatan Unhas dalam program yang dasarnya mendorong agar generasi muda Indonesia memiliki pengalaman dan keilmuan yang lebih luas dengan para pengajar dari berbagai bidang ilmu dari Universitas ternama dunia.

Menurut beliau, konsep program Southeast Asia Lecture Hall yang menyediakan akses ke semua kuliah secara online dan digitalisasi sangat penting bagi Indonesia, sekaligus meningkatkan akses mahasiswa untuk mengetahui banyak hal.

Lebih lanjut, Prof. Dwia mengatakan perkembangan teknologi sedianya dapat dimanfaatkan dengan baik salah satunya dalam peningkatan ilmu pengetahuan.

“Pendidikan tinggi harus siap berubah dan menghasilkan inovasi sebagai upaya menjaga aktualitas pendidikan tinggi, salah satunya dalam aktivitas pembelajaran.  Dengan demikian, diharapkan mampu menghasilkan insan cendekia berkualitas,” kata Prof. Dwia.

Terkait:  Unhas Mengadakan Seleksi Penerimaan Dosen Tetap Non PNS

Pada kesempatan yang sama, Dino menjelaskan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menggandeng sekitar 50 kampus di Asia Tenggara termasuk Unhas untuk menghadirkan sesi kuliah dari para pendidik kelas dunia.

Program Southeast Asia Lecture Hall digagas dengan tujuan memberikan akses kuliah berkualitas tinggi gratis dan regular kepada mahasiswa Asia Tenggara dari pendidik kelas dunia dengan berbagai bidang studi.

“Program ini bermula ketika saya, sebagai Ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) berwisata ke universitas berbeda di seluruh Indonesia dan melihat satu keluhan umum yakni akses dan kualitas pendidikan tidak setara. Semakin jauh saya bepergian,  semakin terlihat kemungkinan besar mereka tidak akan mendapatkan akses ke kuliah berkualitas. Untuk dapat melakukan hal ini, FPCI telah bermitra dengan berbagai institusi dan universitas di seluruh Asia Tenggara,” jelas Dino.

Southeast Asia Lecture Hall menyediakan platform yang dapat memajukan emansipasi pendidikan, memberikan akses pendidikan yang berkualitas kepada semua orang dengan koneksi internet. Sehingga, meskipun lokasi peserta jauh, memiliki koneksi internet yang baik, maka akan berkuliah bahkan tanpa membayar.

“Visi kami adalah untuk memicu rasa dan kualitas keunggulan yang lebih besar di antara mahasiswa dan dosen Asia Tenggara, dan untuk memfasilitasi komunitas Asia Tenggara dan komunitas akademisi ASEAN. Semoga ini akan memfasilitasi lebih banyak koneksi dan kolaborasi,” tambah Dino.

Program forum virtual tersebut akan dilangsungkan setiap tiga minggu. Peserta akan mendengarkan sesi kuliah gratis dari para cendekiawan terkemuka. Unhas akan mengirimkan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam setiap kelas selama 10 kelas. Jumlah mahasiswa akan didiskusikan dan disepakati minimal 7 hari sebelum setiap kelas berlangsung.

Rencananya, program ini akan melibatkan lebih dari 1.000 mahasiswa dari 11 negara Asia Tenggara dan akan terlaksana mulai Agustus 2021 hingga Maret 2022. (*/mir)

Terkait:  Rektor Unhas Resmikan Fasilitas Pembelajaran pada Fakultas Ilmu Budaya

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa