Unhas Gelar Landscape Architecture Student Camp 2019 di Rammang-Rammang Maros

Pengurus Nasional Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) bekerja sama IALI Pengurus Daerah Sulawesi Selatan, Universitas Hasanuddin, dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyelenggarakan Landscape Architecture Student Camp 2019. Kegiatan dilaksanakan selama empat hari mulai Minggu (8/9) hingga Rabu (11/9) di kawasan Rammang-rammang, Kampung Berua, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Sebanyak 35 orang mahasiswa yang berasal dari Indonesia dan Filipina ikut berpartisipasi menjadi perserta dalam kegiatan tersebut. Diantaranya terdapat tujuh perguruan tinggi dalam negeri, yakni Universitas Hasanuddin, Institut Pertanian Bogor, Universitas Trisakti, Institut Teknologi Sumatera, Institut Sains dan Teknologi Nasional, dan Universitas Tribhuwana Tunggadewi serta enam mahasiswa lainnya berasal dari University of The Philippines.

Landscape Architecture Student Camp 2019 dilaksanakan dengan tujuan untuk menambah pengalaman dan pengetahuan mahasiswa terkait perencanaan dan pengelolaan lansekap kawasan ekowisata. Selain itu, bertujuan membagi pengetahuan kepada masyarakat setempat dalam mengelola kawasan tempat tinggalnya sebagai kawasan ekowisata.

Dalam perspektif kawasan ekowisata, maka pola hidup yang diterapkan seharusnya adalah pola hidup yang berwawasan lingkungan baik itu dalam kehidupan sehari-hari dari penduduk di dalam kawasan sampai kepada kegiatan pertanian dan peternakan yang dikerjakannya.

Dengan demikian, melalui kegiatan 19ILASCamp tersebut berupaya untuk memberikan pegaruh positif kepada masyarakat dalam kawasan Rammang-rammang untuk mengembangkan sistem pertanian organik khususnya dalam tehnik budidaya padi dan budidaya ikan air tawar. Selama ini kegiatan peternakan sapi, ayam, dan bebek dilakukan oleh penduduk secara tradisional.

Dalam kondisi di musim penghujan, masyarakat melakukan aktivitas bertanam padi, sebaliknya di musim kemarau lahan sawah tidak dimanfaatkan untuk pertanian tetapi dijadikan ladang penggembalaan sapi. Posisi kawasan yang berbatasan dengan sungai mendukung kegiatan masyarakat dalam pemeliharaan ikan air tawar di empang-empang.

Terkait:  Unhas Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan UTBK-SBMPTN Tahun 2022

Dengan demikian, pengembangan kawasan Rammang-rammang sebagai objek ekowisata sangatlah tepat dan harus mendapat dukungan dari semua pihak.

Dalam kegiatan tersebut para peserta 19ILASCamp dibagi dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok didampingi seorang tutor terkait pembuatan konsep perencanaan lansekap ekowisata di kawasan Rammang-rammang.

Hari pertama dan kedua (8-9/9) digunakan untuk melakukan survey lokasi dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat setempat. Kemudian di hari ketiga (10/9) dimanfaatkan untuk berdiskusi bersama tutor dengan anggota kelompok masing-masing serta mengerjakan konsep perencanaannya. Hari terakhir (11/9) dilaksanakan dengan seminar internasional landsekap arsitektur di Hotel Ibis Kota Makassar. Semua hasil perencanaan yang telah dilakukan dari kegiatan 19ILASCamp di Rammang-rammang ditampilkan pada acara seminar internasional tersebut.

Dalam prosesnya, 19ILASCamp telah menghabiskan dana sebesar Rp. 63.727.085,- dan Rp. 36.551.000,- untuk kegiatan seminar internasional. Dengan total dana yang digunakan adalah sebesar Rp.100.278.085,-.

Kegiatan berlangsung lancar dan sukses dengan harapan kedepannya akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan rutin baik di Indonesia maupun di negara-negara Asia Pasifik lainnya yang merupakan anggota International Federation of Landscape Architects (IFLA). (*/dhs).

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa