Unhas Gelar Konferensi Internasional ICoB Bahas Bioteknologi Untuk Pembangunan Berkelanjutan

Universitas Hasanuddin melalui Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk “The 1st International Conference on Biology (ICoB)”. Konferensi ini mengusung tema “Biodiversity and Biotechnology for Sustainable Development Goals”.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu (11/12).

Hadir sebagai pembicara utama yakni Prof. Dr. Mohd Ilham bin Adenan (Universitas Teknologi Mara, Malaysia). Adapun narasumber lainnya yakni Dr. Ravenska Wagey (STEMCELL Technologies Inc, Canada), Dr. rer. nat. Dominik Kneer (ZMT Bremen – Germany), Prof. Shihui Yang (Hubei University, China) dan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr., SC (Universitas Gadjah Mada, Indonesia).

Mengawali kegiatan, Ketua Panitia Dr. Magdalena Litaay, M.Sc., menjelaskan ICoB merupakan konferensi pertama yang diselenggarakan oleh Departemen Biologi. ICoB menghadirkan narasumber berbagai negara yang akan akan memberikan gambaran terkait keanekaragaman hayati maupun bioteknologi yang bermanfaat untuk pembangunan berkelanjutan. Para peserta berasal dari berbagai instansi pendidikan dan masyarakat umum.

Kegiatan resmi dibuka oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi atas terselenggaranya ICoB yang pertama dengan para narasumber dari berbagai disiplin ilmu. Menurutnya, ICoB menjadi satu wadah mempertemukan para peneliti untuk berbagi pengalaman, untuk kemudian bertukar ide dalam ilmu biologi dan ilmu terapan.

“Isu-isu yang dibahas sangat penting utamanya dalam merespon pandemi Covid-19. Diperlukan riset untuk mengetahui manfaat  dari keanekaragam hayati yang dimiliki dan bisa membantu masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas. Saya percaya, akan hadir ide ataupun gagasan menarik yang dapat dikembangkan. Ini juga menjadi jembatan kolaborasi dari para peneliti lainnya,” jelas Prof. Dwia.

Terkait:  Jusuf Kalla, Ketua IKA Unhas Periode 1997-2022 Terima Bintang Jasa Tertinggi Pemerintah Jepang

Prof. Dr. Mohd Ilham bin Adenan sebagai pembicara utama menjelaskan terkait “Acetylcholinesterase, Oxidative, Stress and Inflammation Inhibitory Potentials of Centella Asiatica Extract on Cell Lines and Brain Tissues Homogenates of Sprague Dawley Rats”.

Secara umum, beliau memberikan penjelasan terkait penelitian yang dilakukan terhadap tanaman Centella Asiatica, khususnya dalam pemanfaatannya terhadap Penyakit Alzheimer (AD)

Centella asiatica (CA) merupakan tanaman obat psikoaktif dari keluarga Apiaceae (sebelumnya Umbelliferae) yang banyak dimanfaatkan karena kandungan yang dimiliki. Misalnya saja dalam industri kosmetik, senyawa bioaktif CA dimanfaatkan sebagai antioksidan kuat, agen anti-inflamasi dan anti-penuaan.

Penelitian Prof. Ilham berfokus untuk mengetahui kemampuan RECA dalam menghambat AChE, stres oksidatif, dan aktivitas inflamasi melalui studi in vitro. Tidak hanya itu, juga mengetahui selektivitas penghambatan RECA pada isoform AChE dan menentukan fraksi RECA yang paling aktif dalam menghambat aktivitas AChE, sekaligus kemampuannya untuk menekan stres oksidatif dan aktivitas inflamasi melalui studi in vitro.

Materi lainnya juga disampaikan oleh Dr. Ravenska Wagey terkait “Applications of Mesenchymal and Endothelial Cells in Regenerative Medicine”. Beliau secara umum memberikan menjelaskan terkait Mesenchymal stem cell (MSC) atau
sel punca mesenkim yang bermanfaat sebagai sel terapi.

Stem cells merupakan semua sel dengan fungsi khusus yang dihasilkan dengan dua sifat utama yakni kemampuan untuk melewati banyak siklus pertumbuhan dan proliferasi sel dengan mempertahankan keadaan yang tidak terdiferensiasi serta kapasitas berdiferensiasi menjadi tipe sel khusus.

Sementara itu, pengobatan regeneratif adalah cabang kedokteran yang mengembangkan metode untuk menumbuhkan kembali, memperbaiki atau mengganti sel, organ atau jaringan yang rusak. Cakupan pembuatan dan penggunaan sel induk terapeutik, rekayasa jaringan, dan produksi organ buatan.

Terkait:  Soft Launching Gedung Academic Health Center Rumah Sakit Unhas

“Fokus utamanya adalah MSC yang sifatnya multipoten. Kemampuan MSC berdiferensiasi menjadi berbagai tipe sel membuka peluang dalam pemanfaatannya sebagai sel terapi. MSC dapat diperoleh dari beberapa sumber seperti gel warthon, jaringan lemak, pulpa, dan sumsum tulang. Pada hewan, model pemanfaatan stem cell dapat digunakan untuk pengembangan ilmu biologi, model terapi regeneratif serta sebagai skrining toksisitas obat-obatan. Untuk kebutuhan tersebut maka dibutuhkan MSC dalam jumlah tertentu,” jelas Dr. Ravenska.

Kegiatan berlangsung lancar, setelah pemaparan materi para narasumber. Dilanjutkan dengan sesi paralel, dimana para peserta memaparkan paper yang telah dikumpulkan. Sesuai jadwal, ICoB akan berakhir pukul 18.00 Wita. (*/mir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa