Terinsipirasi Burongko dan Rumah Tongkonan, Mahasiswa Teknik Sipil Unhas Raih Juara Dua pada National Bridge Competition

Mahasiswa Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin mempersembahkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Dua pada ajang National Bridge Competition (NBC) dalam acara 5th Creation 2021 Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini mengangkat tema “Inovasi Jembatan Kokoh dan Efisien guna Menunjang Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan”.

Tim delegasi Unhas beranggotakan Syawal Fadrilul Fiqhi (Ketua), Zaenal Abidin dan Agung Dwi Putra (Anggota) mengikuti kompetisi selama sepekan, yang dimulai pada Sabtu (20/11) hingga Sabtu (27/11).

Melalui wawancara pada Minggu (28/11), Syawal Fadrilul Fiqhi selaku ketua tim menjelaskan kompetisi diawali pada babak penyisihan dengan menyusun proposal jembatan. Di tahap tersebut, Syawal bersama anggota timnya mulai merancang dan mencari konfigurasi batang jembatan, mendesain arsitektur jembatan, serta melakukan perhitungan teknis jembatan.

Pada babak final, Tim Unhas lolos bersama lima tim terbaik dari babak penyisihan. Syawal menuturkan bahwa ada dua tahap yang dilakukan dalam babak final tersebut, yakni pembuatan video visualisasi jembatan, dan penyusunan materi dalam PPT untuk presentasi hasil rancangan jembatan di hadapan dewan juri.

National Bridge Competition merupakan ajang kompetisi perancangan jembatan yang diikuti oleh para mahasiswa antar perguruan tinggi se–Indonesia dalam merancang pembangunan infrastruktur jembatan.

Syawal menuturkan bahwa dirinya sangat tertarik mengikuti kompetisi tersebut sebagai ajang untuk memperdalam ilmu ketekniksipilan serta khususnya pada perancangan jembatan.

“Pembangunan infrastruktur jembatan di Indonesia telah diprioritaskan oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR. Semoga pembangunan jembatan ke depannya terus dilaksanakan secara berkelanjutan dikarenakan pembangunan infrastruktur jembatan merupakan salah faktor yang dapat mendorong kemajuan bangsa,” kata Syawal.

Konsep desain arsitektur jembatan yang ditawarkan terinspirasi dari kearifan lokal Sulawesi Selatan, yaitu kue Burongko dan Rumah Tongkonan. Syawal menjelaskan lipatan pembungkus kue Burongko yang menjadi ide utamanya sebagai model konfigurasi diagonal chord jembatan. Sedangkan model atap Rumah Tongkonan yang berbentuk lengkung dituangkan ke dalam model konfigurasi top chord jembatan.

Terkait:  Mahasiswa KKN PPM Unhas Siap Jalankan Program Desa Sehat di Desa Belabori Kabupaten Gowa

“Kami terinspirasi untuk mengangkat kearifan lokal Sulawesi Selatan sebagai filosofi arsitektur jembatan. Oleh karena itu, kami menggunakan Burongko dan Rumah Tongkonan sebagai inspirasi arsitektur dari jembatan kami,” jelas Syawal.

Menurut syawal, keunggulan desain jembatan yang dirancangnya bersama anggota tim adalah sebuah desain yang sangat unik. Konfigurasi batang atas jembatan dibuat menyerupai lengkungan sehingga akan terlihat bentuk unik yang jarang dimiliki jembatan pada umumnya. Sehingga keunikan dari bentuk yang dimiliki jembatan dapat menjadi ikon daerah.

Pada sesi akhir wawancara, Syawal mengatakan setelah terpilih menjadi juara, saat ini belum ada tindak lanjut mengenai rancangan jembatan yang ia buat tersebut. Namun, timnya berharap rancangan jembatan yang ditawarkan dapat menjadi inspirasi dalam pembangunan jembatan secara nyata dan dapat mengangkat kearifan lokal budaya Sulawesi Selatan. (*/dhs).

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa