Rahmad M. Arsyad, Menerbitkan Buku Komunikasi dan Mendirikan Portal Readtimes.id

Di masa pandemi seperti sekarang ini, tidak mengurangi produktivitas seorang Dr. Rahmad M. Arsyad untuk terus menyalurkan kreativitasnya pada dunia komunikasi, khususnya bidang jurnalistik.

Tentu bukan hal baru baginya sebagai alumni Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin tahun 2002. Semasa kuliah, Rahmad telah fokus mengambil konsentrasi bidang jurnalistik untuk mengembangkan ketertarikannya pada dunia kepenulisan.

Untuk mendalami kemampuannya tersebut, Rahmad melanjutkan studinya pada program Magister Ilmu Komunikasi Publik di Unhas. Kemudian aktif mengajar sebagai dosen serta terus berinovasi membuat karya kepenulisan, salah satunya pada buku yang diterbitkan “Revolusi Ilmu Komunikasi”.

Melalui wawancara Rabu (16/6), Rahmad M. Arsyad mengisahkan bahwa pada tahun 2019, dirinya menyusun buku yang dikerjakan selama 6 bulan. Buku ini menggambarkan perkembangan ilmu komunikasi yang mengalami perubahan mendasar. Ia menyebutnya sebagai revolusi Ilmu Komunikasi.

“Di Unhas saya belajar banyak bagaimana Ilmu Komunikasi dalam kehidupan. Kemudian, proses selanjutnya saya dapatkan dari belajar melalui riset perkembangan aspek Ilmu Komunikasi,” jelas Rahmad.

Buku Revolusi Ilmu Komunikasi, pertama kali di launching bersama Ikatan Komunikasi Indonesia (IKI). Sebanyak 2.000 eksemplar buku dicetak pada tahap pertama, dalam kurun waktu enam bulan.

Saat ini, buku tersebut banyak digunakan sebagai buku rekomendasi untuk mahasiswa Ilmu Komunikasi di beberapa perguruan tinggi Indonesia.

Setelah menulis buku, Rahmad kembali melakukan kajian studi media komunikasi terbaru, terkait hal-hal perangkat teoritis Ilmu Komunikasi. Hal ini, disadari oleh Rahmad untuk tidak hanya berhenti pada arena pengetahuan, tetapi harus pula turun pada arena praktis.

Rahmad mendirikan portal media readtimes.id di tahun 2020 yang hadir dari proses revolusi media komunikasi, yakni yang berasal dari pengetahuan menjadi sebuah tindakan.

Terkait:  FKG Unhas Bersama University Malaysia Terengganu Lakukan Kolaborasi Riset

“Saya percaya satu hal, bahwa ilmu yang baik adalah ilmu yang bermanfaat. Pengetahuan yang baik adalah pengetahuan yang terimplementasi atau bersifat praktis,” jelas Rahmad.

Lebih lanjut, Rahmad menuturkan dirinya ingin mendorong media dengan menyajikan informasi secara mendalam. Hal ini, sejalan dengan slogan readtimes.id “Bukan Sekedar Berita, Tapi Cerita”. Kita tidak mencari dengan 5W+1H, tetapi menunjukkan mengenai apa, bagaimana dan mengapa sebuah peristiwa terjadi,” jelas Rahmad.

Sebagai bentuk pembuktiaan portal berita terpercaya, readtimes.id telah mendapat verifikasi oleh Dewan Pers sebagai media resmi di Indonesia. Melalui readtimes.id, Rahmad dan tim redaksi rutin membuka kelas junalistik dengan melakukan pelatihan dan pendidikan.(*/dhs)

Editor: Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa