Partnership for Australia – Indonesia Research akan Gelar Dialog Kebijakan

Universitas Hasanuddin sebagai bagian dari 11 perguruan tinggi yang tergabung dalam The Australia-Indonesia Centre (AIC) akan ikut serta dalam dialog kebijakan Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR). Dialog ini akan mendiskusikan beberapa agenda penting tentang transportasi, komoditas, dan peluang masyarakat yang tinggal disepanjang jalur Kereta api Makassar-Parepare. Kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu (05/02) di Makassar.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan oleh koordinator riset PAIR, disebutkan bahwa dialog ini nantinya akan melibatkan para pemangku kebijakan dari tingkat nasional, Pemerintah Sulawesi Selatan, Pemerintah Australia dan para peneliti AIC dari dua negara yang tergabung yakni Australia dan Indonesia.

Setelah dialog kebijakan tersebut, para peneliti PAIR akan memulai pengembangan proyek riset bersama yang dipusatkan di daerah sepanjang jalur kereta api Makassar-Parepare, dan mengeksplorasi bagaimana jalur kereta api tersebut dapat menjamin kebermanfaatan bagi masyarakat lokal.

“Dialog Kebijakan PAIR mendatangkan para peneliti dan pemangku kebijakan untuk bertemu, saling belajar, dan mengeksplorasi peluang-peluang yang muncul dengan adanya jalur kereta api Sulawesi Selatan,” kata Eugene Sebastian selaku Direktur Eksekutif Australia-Indonesia Centre.

Dialog tersebut juga akan mengkaji kesesuaian kebijakan pusat-provinsi dan bagaimana para peneliti dan pemangku kebijakan dapat bekerja sama dan berbagi gagasan, informasi, data, dan sumber daya dalam mendukung program penelitian PAIR.

“Dialog tersebut juga memberikan kesempatan bagi para peneliti kami untuk mendengarkan dan mendapatkan masukan isu-isu dari perspektif kebijakan nasional. Tentu ini menjadi bagian dari pendekatan yang berdasarkan pada permintaan (demand-driven) dimana kami bermitra dengan pemerintah, bisnis, komunitas dan masyarakat lokal dalam mendefinisikan masalah dan membuat solusi secara bersama,” tambah Eugene Sebastian.

The Australia – Indonesia Center (AIC) yang merupakan wadah kerja sama akademik antara Australia dan Indonesia, meluncurkan Partnership for Australia – Indonesia Research (PAIR). Program ini dirancang untuk menjadi wadah kolaborasi antara peneliti Indonesia dan Australia dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan.

Terkait:  LPPM Unhas Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Kontrak Penelitian Hibah Internal

Program ini sendiri resmi diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (18/11/2019) lalu, di Baruga Pattingaloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.(*)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa