MWA Unhas Menyetujui Pembukaan Prodi Sarjana Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya

Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan rapat terbatas dalam rangka membahas persetujuan pembukaan Program Studi Sarjana Pariwisata pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 Wita secara daring melalui aplikasi zoom meeting, Senin (04/04).

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua MWA Unhas, Prof. Dr. Ir. Ambo Ala, MS., beserta jajaran anggota MWA, Wakil Rektor Bidang Akademik (Prof. Dr. Ir. Muh. Restu, MP), Senat Akademik, serta Dekan FIB beserta Tim Satuan Tugas Pembukaan Prodi Sarjana Pariwisata.

Mengawali kegiatan, Prof. Restu menjelaskan Prodi Sarjana Pariwisata merupakan salah satu bagian dari upaya pengembangan pendidikan dalam lingkup FIB. Proses panjang telah dilalui hingga berada pada tahapan persetujuan MWA. Beliau berharap, berbagai masukan ataupun saran dari MWA akan menjadi bahan penyempurnaan prodi jika mendapatkan persetujuan.

“Ini sudah melalui proses bertahap, mulai dari fakultas, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan hingga senat. Berdasarkan hal tersebut, prodi ini sudah layak untuk diusulkan kepada MWA. Kita menginginkan prodi ini bisa menarik banyak peminat, menjadi prodi unggul, serta menghasilkan sumber daya untuk berkontribusi dalam bidang kepariwisataan,” jelas Prof. Restu.

Dengan melihat peminat pada Prodi Sarjana Terapan Destinasi Wisata yang juga berada di bawah pengelolaan FIB Unhas, Prof. Restu optimis Prodi Sarjana Pariwisata akan memiliki daya tarik yang sama.

Pada penerimaan melalui jalur SNMPTN yang baru saja berakhir, Prodi Sarjana Terapan Destinasi Wisata FIB Unhas dipilih oleh 54 peminat, dimana 50% diantaranya merupakan pilihan pertama. Sesuai daya tampung, sebanyak 12 orang yang diterima.

Ini menunjukkan ilmu bidang kepariwisataan mendapatkan respon positif. Olehnya itu, diperlukan model pengembangan yang sistematis untuk Prodi S1 Pariwisata FIB Unhas serta menjadi rujukan bagi universitas lainnya.

Terkait:  Prof JJ: Kampus Memiliki Peran Makro, Meso, dan Mikro untuk Mengatasi Potensi Konflik Pemilu 2024

Pada kesempatan yang sama, Dekan FIB Unhas Prof. Dr. Akin Duli, MA., menjelaskan bahwa pembukaan prodi ini telah lama direncanakan. Pengusulan borang telah dilakukan kurang lebih satu tahun lamanya yang disesuaikan dengan berbagai saran dan masukan berbagai pihak serta survei. Pertimbangan lainnya adalah prodi sarjana pariwisata merupakan satu-satunya di Indonesia Timur.

“Kita berharap, prodi ini bisa menjadi program unggulan di FIB secara khusus dan Unhas secara umum. Sebagai bentuk komitmen, kami juga telah menyediakan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas. Jika ini mendapatkan persetujuan, kami akan laksanakan dengan baik,” jelas Prof. Akin.

Prodi ini mempunyai keunikan dan keunggulan yang terletak pada kajian pembahasan yang memfokuskan pada budaya bahari, kearifan lokal, dan arkeologi serta berbeda dengan prodi sejenis di Indonesia. Selain itu, keanekaragaman budaya mulai dari situs budaya bahari, situs arkeologi prasejarah sampai kolonial, tradisi dan adat istiadat juga menjadi bagian dari keunikan dan keunggulan kajian pada prodi S1 Pariwisata.

Untuk tahun pertama, ditargetkan 50 orang mahasiswa akan diterima. Dalam menunjang proses pembelajaran, telah tersedia ruang kuliah, ruang praktik (laboratorium) dan ruang akademik. Profil lulusan akan mencakup antara lain pada bidang konsultan kepariwisataan.

Setelah memberikan pemaparan singkat mengenai kesiapan pembukaan prodi, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab serta pembahasan mendalam terkait kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada masa mendatang.

Pada akhir rapat, setelah mendengarkan saran dan masukan serta pendapat dari seluruh peserta, maka diputuskan untuk memberikan persetujuan pembukaan Prodi Sarjana Pariwisata pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Kegiatan berlangsung lancar hingga pukul 11.30 Wita. (*/mir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa