Kementerian Pertanian Dukung Unhas sebagai Pusat Pengembangan Sagu Dunia

Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Pertanian (Faperta) bersama Tim Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menggelar pertemuan dalam rangka melakuan koordinasi tindak lanjut Program Pengembangan Sagu Kawasan Timur Indonesia.

Pertemuan berlangsung pada pukul 14.00 Wita secara luring terbatas dengan penerapan protokol Covid-19 di Ruang Rapat D, Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (11/5).

Dalam kesempatan tersebut, Tim Kementan RI menyampaikan berbagai persiapan program yang akan dijalankan melalui tahapan awal perencanaan pembangunan gedung Pusat Unggulan Sagu “World Sago Center”.

Tim Kementan RI menyatakan kesiapan pendampingan dan dukungan setiap progres pengerjaan, guna menjaga keberlanjutan program sebagai bentuk komitmen serta motivasi bagi peningkatan kebermanfaatan sagu yang memiliki potensi besar di Indonesia.

Melalui wawancara bersama Prof. Dr. Ir. Dorothea Agnes Rampisela, M.Sc., selaku penanggung jawab program menjelaskan bahwa program pengembangan sagu Kawasan Timur Indonesia adalah murni ide dari tim peneliti sagu Fakultas Pertanian Unhas yang mendapat dukungan oleh Menteri Pertanian.

“Program ini mendapatkan arahan oleh Rektor Unhas untuk menjadi Center of Excellence yang multidisiplin, melibatkan para peneliti dari berbagai fakultas,” kata Prof. Agnes.

Lebih lanjut, Prof. Agnes menuturkan tujuan utama program tersebut adalah sebagai ruang untuk mempromosikan potensi sagu yang merupakan harta terpendam di kawasan Timur Indonesia, dengan luas lahan sagu Indonesia 5,5 juta ha yaitu 85% dari luas lahan sagu dunia 6,5 juta ha.

“Sagu adalah tanaman asli Indonesia yang dalam sejarahnya adalah pangan utama di KTI. Jadi Unhas sebagai universitas terbesar di KTI, merasa bertanggung jawab menjadi pusat penelitian sagu yang saat ini mulai dilirik oleh peneliti kelas dunia,” jelas Prof. Agnes.

Terkait:  Qonita Kurnia, Alumni Farmasi Unhas Raih Gelar Doktor di Irlandia Utara pada Usia 25 Tahun

Telah disiapkan dana sebesar 3,2 M untuk pembangunan gedung “World Sago Center” yang akan dilengkapi dengan pengadaan fasilitas penelitian pengembangan produk sagu, dana penelitian dan pelatihan.

Pembangunan Gedung “World Sago Center” akan ditempatkan di dalam kampus Unhas guna mendukung konsep Sago Technopark yang telah digagas oleh Unhas dan JICA untuk kawasan Tana Luwu yang melibatkan Kota Palopo, Kab Luwu, Kab Luwu Utara dan Luwu Timur.

“Jadi mitra Pemda di daerah telah terbentuk, dan Bupati Luwu Utara secara aktif telah menyusun program pengembangan sagu. Kami berharap agar Unhas menjadi inisiator dan tuan rumah penelitian sagu tingkat dunia, sehingga sagu menjadi komoditas kelas dunia yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan wilayah KTI. Sagu akan jadi pengungkit ekonomi dan kedaulatan pangan nasional,” jelas Prof. Agnes.

Dalam persiapan lebih lanjut, proses pembangunan gedung akan diawali dengan peletakan batu pertama yang rencananya akan dihadiri oleh Menteri Pertanian. (*/dhs).

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa