Kementerian Lingkungan Hidup Tinjau Perkembangan Hutan Pendidikan Unhas

Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah (Prof. Dr. Winarni Monoarfa) melakukan kunjungan ke Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin pada Rabu (29/7). Kunjungan pada kawasan hutan yang terletak di Bengo-Bengo, Desa Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros ini didampingi oleh Dekan Fakultas Kehutanan Unhas (Dr. A. Mujetahid, M., S.Hut, MP).

Melalui wawancara pada Kamis (30/07), Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Dr. A. Mujetahid M., S.Hut., MP., menuturkan kunjungan tersebut dalam rangka melihat secara langsung perkembangan arboretum di Hutan Pendidikan yang dibangun atas kerja sama Fakultas Kehutanan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Arboretum adalah kebun botani yang mengkoleksi pepohonan, dimana berbagai tumbuhan yang dipelihara pada kebun tersebut diberi keterangan nama dan beberapa informasi lainnya yang berguna bagi pengunjung. Biasanya, arboretum dilengkapi dengan perpustakaan dan herbarium (koleksi daun dan tumbuhan yang diawetkan).

“Ini masuk tahun kedua dari lima tahun yang direncanakan. Arboretum seluas 30 ha di Hutan Pendidikan Unhas tersebut selain berfungsi sebagai areal koleksi, konservasi, dan sentra benih berbagai jenis tanaman, juga akan dikelola sebagai areal penelitian dan agroeduwisata,” jelas Mujetahid.

Mujetahid menambahkan saat ini arboretum tersebut telah ditanam 70 jenis tanaman endemik dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Kelicung dari Nusa Tenggara Barat, Sengon dari Wamena Papua, Merbau dari Nabire Papua, Palapi dari Sulawesi Barat dan beberapa jenis tanaman lainnya.

Fakultas Kehutanan rencananya akan membuat Program Pembangunan Science and Techno Park (STP) di Hutan Pendidikan sebagai salah satu Centre of Excellent Univesitas Hasanuddin. Mujetahid berharap mendapatkan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam proses pembangunannya.

Terkait:  Prof Dwia Meresmikan Hotel dan Convention Center Universitas Hasanuddin

“Nantinya kita akan mengelola unit-unit usaha hasil hutan bukan hanya kayu. Namun lebih dari itu seperti madu lebah, tanaman obat, jamur, silvopasture, sutera alam, dan eduwisata. Kita juga akan membangun kawasan pedesaan dengan tema Perhutanan Sosial khususnya desa-desa di sekitar hutan pendidikan agar lebih memberdayakan masyarakat sekitar,” tambah Mujetahid.

Fakultas Kehutanan Unhas berupaya memaksimalkan pemanfaatan Hutan Pendidikan agar menjadi pusat pengembangan inovasi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan edukasi. Namun, berusaha untuk menghadirkan berbagai program kegiatan guna mendukung optimalisasi hutan pendidikan Unhas.(*/mir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa