Kaleidoskop Unhas Tahun 2020 (Bagian 10: Publikasi Internasional Terindeks)

Universitas Hasanuddin berkomitmen menjadi perguruan tinggi terbaik sesuai standar World Class University. Salah satu langkah strategis untuk mewujudkan cita-cita tersebut adalah mendorong publikasi internasional yang dihasilkan oleh sivitas akademik Universitas Hasanuddin.

Publikasi internasional oleh dosen secara formal dapat menjadi faktor penentu kenaikan pangkat dan jabatan akademik. Di sisi lain, publikasi juga merupakan upaya diseminasi hasil penelitian dan pemikiran dosen, yang bertujuan untuk pengembangan ilmu. Dalam pendekatan World Class University, publikasi internasional oleh dosen berpengaruh terhadap reputasi institusi.

Direktur Komunikasi Unhas, Ir. Suharman Hamzah, Ph.D., menjelaskan bahwa publikasi karya dosen dan mahasiswa Unhas dipersiapkan memenuhi standar tinggi, sehingga dapat menjangkau peneliti dan peer (sejawat) di berbagai negara. Hal ini akan memudahkan dalam upaya mendapatkan mitra peneliti dan jejaring lebih luas. Secara institusi, publikasi adalah investasi yang berorientasi kemajuan dan pengakuan internasional.

“Dalam konteks itu, Unhas mendorong publikasi dosen dan mahasiswa harus memenuhi standar terbaik secara internasional yaitu terindeks Scopus dan beberapa penyedia indeksasi internasional lain yang diakui,” jelas Suharman.

Untuk tahun 2020, Unhas menargetkan jumlah artikel dan paper terindeks sebanyak 1.750 manuskrip. Dalam kenyataannya, target tersebut terlampaui, dimana sivitas akademika Unhas menghasilkan 2.266 paper yang terindeks bereputasi. Dengan demikian, target 2020 terlampaui 516 naskah (lebih 29,5% dari target).

Jika dibandingkan dengan capaian Unhas di tahun 2019 (yaitu 1.657 paper publikasi), capaian 2020 menunjukkan adanya peningkatan sebesar 36,8% atau 609 paper. Secara kumulatif, Unhas kini memiliki 6.349 publikasi terindeks Scopus.

“Dari sisi jenis publikasi, sebanyak 1.201 paper atau 53% dari seluruh paper yang dihasilkan Unhas terbit pada jurnal terindeks dan 1.065 paper atau 47% terbit pada prosiding. Ini menandakan bahwa peneliti Unhas juga sangat memperhatikan kualitas dari media penerbitan yang dipilih,” tambah Suharman.

Terkait:  GUMSB Virtual Bahas Permasalahan Zina dan Solusinya Dalam Al-Quran

Artikel pada jurnal internasional dapat dilihat dari level kelompok kuartil, dimana level tertinggi adalah Q1 hingga Q4. Artikel-artikle yang dihasilkan oleh peneliti Unhas telah dapat menembus jurnal-jurnal Q1 di dunia, yang terkenal memiliki standar kualitas sangat tinggi. Meskipun demikian, masih ada sekitar 46% publikasi karya sivitas akademik Unhas yang berada kelompok Non-Q yang perlu terus dikembangkan.

“Sementara itu, berdasarkan H-Index, publikasi karya sivitas akademik Unhas secara kumulatif berada pada angka 54. H-index 54 ini menempatkan Unhas pada posisi ke-7 terbaik setelah UI, UGM, ITB, LIPI, IPB dan Undip,” kata Suharman.

Dari sisi capaian sitasi Unhas tahun 2020 mencapai 7.093, dimana terjadi peningkatan sebanyak 2.274 atau 64,23% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini merupakan salah satu unsur yang menempatkan Unhas pada posisi ke-7 nasional.

Jika dilihat dari subject area, Suharman menyebutkan publikasi Unhas di tahun 2020 menempati 5 terbanyak pada bidang environmental science (25,6%), earth and planetary sciences (23,6%), nursing (8.6%), medicine (8,0%) dan farmacology, toxicology and Pharmaceutics (5,9). Selebihnya tersebar ke beberapa bidang lainnya.

“Dari keseluruhan publikasi, Unhas menggandeng 145 institusi penelitian maupun perguruan tinggi luar negeri untuk publikasi bersama. Mitra-mitra ini berasal dari Jepang, Australia, USA, Malaysia, UK, China, Taiwan, Belanda, Jerman, Singapura, Hongkong, Thailand, Taiwan, Korea, India, Denmark dan Rusia,” ungkap Suharman.

Publikasi yang dihasilkan oleh peneliti Unhas didukung secara kelembagaan dengan memberikan penghargaan dalam bentuk insentif publikasi berdasarkan kategori kuartil publikasi (Q1, Q2, Q3, Q4).

Capaian Unhas sepanjang tahun 2020 sebanyak 2.266 publikasi terindeks global ini menempatkan Unhas pada peringkat ke-4 perguruan tinggi paling produktif publikasi tahun 2020 setelah UI, Unair dan UGM. Sementara itu, secara akumulatif dengan jumlah 6.349 publikasi, Unhas berada pada peringkat 10 nasional.

Terkait:  Inovasi Hidroponik untuk Masyarakat Pesisir Antarkan Unhas Raih Medali Perak di I2ASPO

Jumlah Publikasi Unhas Terindeks Internasional Berdasarkan Quartil

Jurnal Q1 : 6%
Jurnal Q2 : 11%
Jurnal Q3 : 30%
Jurnal Q4 : 7%
Jurnal Non-Q : 46%

Sepuluh Dosen Unhas paling produktif untuk publikasi Terindeks Scopus 2020

1. Anwar Mallongi (Fakultas Kesehatan Masyarakat),
2. Harun Achmad (Fakultas Kedokteran Gigi),
3. Veni Hadju (Fakultas Kesehatan Masyarakat),
4. M. Hatta (Fakultas Kedokteran),
5. Andi Nilawati Usman (Sekolah Pascasarjana),
6. W. Wihardi Tjaronge (Fakultas Teknik),
7. M. Nasrum Massi (Fakultas Kedokteran),
8. Mardiana Ahmad (Sekolah Pascasarjana),
9. Sukri Palutturi (Fakultas Kesehatan Masyarakat),
10. Ambo Tuwo (Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan).

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa