Kaleidoskop 2021 Unhas, Bagian 12: Unhas Kini Memiliki Kampus di Lima Daerah

Dengan kewenangan otonomi yang dimiliki, Unhas dapat mengembangkan atau membuka program studi sesuai kebutuhan dan perkembangan kekinian. Otonomi ini mengandung konsekuensi jaminan kualitas atas proses pembelajaran yang memiliki reputasi unggul. Kewenangan tersebut tidak berarti Unhas dengan mudah membuka prodi, namun harus melalui proses berjenjang dari Fakultas, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP), hingga memperoleh persetujuan Senat Akademik dan Majelis Wali Amanat.

Sepanjang tahun 2021, Unhas membuka 13 program studi baru, dengan rincian:

– Program Magister atau S2 sebanyak 6 prodi, yaitu:

1. Prodi Magister Ilmu Kelautan,
2. Prodi Magister Manajemen Bencana,
3. Prodi Magister Kajian budaya,
4. Prodi Magister Ilmu Gizi,
5. Prodi Magister Administrasi Kebijakan Kesehatan, dan
6. Prodi Magister Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan

– Program Sarjana Terapan sebanyak 6 prodi, yaitu:

1. Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Pangan,
2. Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Peternakan,
3. Prodi Sarjana Terapan Teknologi Pakan Ternak,
4. Prodi Sarjana Terapan Destinasi Pariwisata,
5. Prodi Sarjana Terapan Budidaya Laut dan Pantai, dan
6. Prodi Sarjana Terapan Terapi Gigi

– Program Spesialis 1 sebanyak 1 prodi, yaitu:

1. Program Studi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi

Dengan demikian, berdasarkan sebaran unit pengelola prodi baru yang dibuka, tersebar pada 8 unit, yaitu: Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Budaya, dan Fakultas Peternakan (masing-masing 2 prodi). Selanjutnya Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian, dan Sekolah Pascasarjana (masing-masing 1 prodi).

Direktur Komunikasi Unhas, Ir. Suharman Hamzah, Ph.D menjelaskan bahwa secara kumulatif, Unhas saat ini memiliki 213 prodi untuk seluruh jenjang pendidikan, yaitu: sarjana, sarjana terapan, profesi, magister, spesialis dan doktor.

“Unhas secara konsisten menyatakan diri sebagai bagian dari solusi. Ini akan memicu Unhas melahirkan berbagai terobosan dan upaya yang berdampak luas dan berjangka panjang,” kata Suharman.

Terkait:  Puslitbang Kesehatan LP2M Unhas Gelar Penyuluhan dan Pemeriksaan Gigi Mulut dalam Pencegahan Stunting

*Multikampus*

Kehadiran Unhas dengan berbagai program dan kegiatan adalah representasi insan cendekia berkarakter yang menjadi penciri utama Unhas. Salah satu program yang mendapatkan atensi besar dari masyarakat adalah Unhas Multikampus.

Multikampus mengandung makna sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi yang memiliki setidaknya dua kampus dengan satu sistem pengelolaan. Multikampus oleh Unhas dimaknai dengan dimensi yang lebih luas dan berbasis kemitraan.

Suharman menjelaskan bahwa niat mulia Unhas Multikampus adalah upaya memudahkan akses masyarakat terhadap kesempatan belajar di perguruan tinggi negeri. Sebagai pembanding, Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia baru berada pada kisaran 34% (2020).

Ini menunjukkan bahwa masyarakat yang memperoleh akses pendidikan tinggi masih terbatas dan tertinggal dibandingkan negara lain. Angka ini jauh dibawah Malaysia yang sudah mendekati 50% dan Singapura 78%.

Kondisi ini menantang Unhas untuk mengambil langkah. Akses masyarakat di daerah untuk mengenyam bangku pendidikan di Unhas harus diperluas. Membaca APK Sulsel yang baru berada di kisaran 42%, tentu saja Unhas harus berperan signifikan.

“Unhas multikampus dibangun dan dikembangkan dengan kemitraan bersama pemerintah daerah,” kata Suharman.

Secara internal, multikampus bagi Unhas adalah pekerjaan simultan untuk mengembangkan diri. Kampus utama Unhas di Makassar (termasuk Gowa) memiliki daya dukung yang semakin terbatas. Desain kampus ramah lingkungan dengan status sebagai hutan kota harus menjadi catatan terhadap tata ruang kampus.

Sebagai salah satu kampus terbaik Indonesia, lulusan Unhas dengan sumber daya unggul dibutuhkan dalam jumlah yang banyak sehingga student body dipastikan akan terus meningkat.

Kontribusi Unhas pada persoalan kemasyarakatan, kemanusiaan, kebangsaan hingga menjadi rujukan penyelesaian masalah baik di level lokal, nasional dan internasional melalui ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terus dinantikan.

Terkait:  Sepuluh Mahasiswa Unhas Siap Jalani KKN Kebangsaan di Palangkaraya

“Multikampus menjadi konektor antara tanggung jawab eksternal Unhas mendukung pemerintah dalam peningkatan akses pendidikan dan APK serta percepatan pembangunan daerah dengan tanggung jawab internal untuk mengakomodasi pengembangan dan kebermanfaatan Unhas,” kata Suharman.

Kini Unhas telah memiliki multikampus pada enam daerah, yaitu: Makassar (kampus utama), serta Kampus di Gowa, Sidrap, Soppeng, Kepulauan Selayar dan Barru, yang terintegrasi dengan kampus utama.

Unhas multikampus adalah satu kesatuan dalam pengelolaan akademik dan nonakademik. Kampus yang ada di luar Makassar bukan kampus jauh, tapi adalah kampus Unhas yang berlokasi di daerah. Multikampus akan menjadi satelit Unhas dalam mencapai visi, misi, nilai, tujuan dan otonominya.

Saat ini terdapat tujuh program studi yang telah dan akan berjalan pada Unhas multi kampus di 4 daerah. Pada penerimaan mahasiswa baru yang akan datang, semua prodi tersebut dapat dipilih pada semua jalur penerimaan mahasiswa, baik melalui SNMPTN, SBMPTN dan Jalur Mandiri.(*/ir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa