Instrumen Identifikasi Diri Covid-19, Tim Unhas Adopsi Kriteria “Orang Tanpa Gejala”

Sejak awal ditemukannya kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan, Tim Satgas Covid-19 Unhas segera berkoordinasi untuk menyusun suatu instrumen yang dapat dipakai sebagai upaya identifikasi diri bagi masyarakat.

Instrumen ini diinisiasi oleh beberapa dosen dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Keperawatan, dan Fakultas Kehutanan. Penerapan aplikasi Geographical Information System (GIS) melibatkan Puslitbang Wilayah, Tata Ruang, dan Informasi Spasial (Witaris) Unhas.

Andang Suryana Soma, Ph.D, yang merupakan spesialis informasi spasial dalam tim ini, mengatakan bahwa sejak diluncurkan pada 21 Maret lalu, instrumen survei ini telah diisi oleh lebih 30 ribu warga masyarakat di Sulawesi Selatan.

Andang Suryana yang merupakan dosen Fakultas Kehutanan Unhas mengatakan bahwa data yang terkumpul tidak untuk dipublikasi, tetapi ditindaklanjuti oleh tenaga relawan dan Tim Satgas Covid-19 Unhas.

“Kami terus menyempurnaan instrumen ini, karena kita lihat perkembangannya begitu cepat. Teman-teman dari bidang kesehatan mengatakan instrumen Kementerian Kesehatan juga mengalami perubahan, jadi kita mengadakan penyesuaian,” kata Andang, yang merupakan alumni Kyushu University, Jepang ini.

Salah satu penyesuaian adalah adanya kategori baru, yaitu Orang Tanpa Gejala atau OTG. Sesuai panduan yang dikeluarkan Kemenkes versi 23 Maret 2020, definisi operasional OTG adalah (1) orang yang tidak bergejala dan memiliki risiko tertular dari orang positif COVID19; dan (2) orang tanpa gejala merupakan kontak erat dengan kasus positif COVID-19.

Dosen Fakultas Keperawatan Unhas, Nurhaya Nurdin, menyebutkan bahwa dengan demikian sekarang terdapat tiga level pasien terkait Covid-19, yaitu Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Kriteria tersebut tertuang pada bab 2 halaman 10 panduan Kemenkes. Dengan kriteria ini, maka teman-teman yang menyusun instrumen identifikasi diri pada Tim Satgas Covid-19 Unhas melakukan penyesuaian,” kata Nurhaya.

Terkait:  Persiapan Pembukaan Prodi, Universitas Pattimura Ambon Studi Banding di Unhas

Data yang diperoleh Tim Satgas Covid-19 Unhas ini kemudian dikoordinasikan dengan otoritas kesehatan terkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi. Instrumen ini juga telah diadopsi oleh Tim Satgas Covid-19 provinsi Sulawesi Selatan sebagai upaya mengendalikan jumlah pasien yang terus meningkat.

Anggota tim surveilance, dr. Joko Hendarto, Ph.D, mengatakan bahwa sebagai tindak lanjut dari data yang diperoleh, Tim Satgas Covid-19 Unhas kemudian mengaktifkan relawan-relawan yang telah disiapkan, untuk proses komunikasi, informasi dan edukasi.

“Proses edukasi publik sangat penting, karena untuk orang-orang yang berada pada kategori OTG atau ODP, mereka dapat melakukan langkah isolasi mandiri dengan tetap dipantau petugas kesehatan, tanpa perlu mendatangi fasilitas kesehatan yang sekarang ini mengalami lonjakan pasien. Sementara kategori ODP akan dipantau oleh relawan online dan diteruskan ke otoritas kesehatan,” kata Joko, yang merupakan dosen Fakultas Kedokteran Unhas.

Masyarakat dapat memanfaatkan instrumen identifikasi diri dari Tim Satgas Covid-19 Unhas yang telah diadopsi oleh Satgas Privinsi. Caranya adalah dengan mengunjungi https://bit.ly/Identifikasi_diri_Covid19_SULSEL. Jika berkunjung ke website Satgas Provinsi Sulawesi Selatan di alamat http://covid19.sulsel.go.id instrumen juga dapat ditemukan pada halaman depan.

Dengan berpartisipasi pada survei ini, masyarakat ikut berkontribusi pada upaya penanggulangan wabah Covid-19 di Sulawesi Selatan. Instrumen yang dikembangkan oleh Tim Satgas Covid-19 Unhas ini juga telah diadopsi oleh Pemprov Maluku.(*)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa