Immanuel Maulang, Alumni Unhas di Tim Fisioterapist Timnas Indonesia

Kecintaannya pada dunia olahraga mendorong Immanuel Maulang memfokuskan bidang keilmuannya sebagai sorang spesialis Fisioterapist Olahraga. Aktivitas ini mengantarnya hingga menjadi Kepala Tim Fisioterapist Timnas Sepakbola Indonesia PSSI.

Lelaki kelahiran Palopo yang akrab disapa Nuel ini merupakan fisioterapist senior lulusan Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin tahun 2007. Sebelumnya, ia mengikuti pendidikan di Akademi Fisioterapi Makassar dan selesai tahun 2005.

Pada tahun 2008, Nuel menyelesaikan pendidikan profesi Fisioterapi, juga di Universitas Hasanuddin. Ia kemudian mengambil program magister Biomedik/Fisiologi, pada Program Pascasarjana Unhas, dan lulus tahun 2012.

Di tahun yang sama setelah menempuh pendidikan Profesi, Nuel terjun mempraktekan ilmunya, dengan mendirikan Klinik Physiocenter Makassar (Physiotherapy and Sport Injury clinic) yang memberikan pelayanan Physiotherapy/Sport Physiotherapy. Kini menjadi bagian Official Clinic of PSM Makassar.

Melalui wawancara, Kamis (8/7) Nuel menceritakan perjalanannya menuju fisioterapi olahraga. Ia mengawalinya sebagai Koordinator Fisioterapist PSM Makassar pada tahun 2013. Pada tahun 2015, ia bertemu pelatih kepala PSM Makassar, Alfred Riedl. Nuel diberi kesempatan membuat program Latihan Injury Prevention (pencegahan cedera) untuk para pemain jelang pertandingan.

“Saat itu, banyak pemain PSM yang mengalami cedera. Saya berdiskusi dan Alfred Riedl mengarahkan saya untuk membuat program latihan tersebut, agar para pemain dapat mempersiapkan diri,” jelas Nuel.

Alfred Riedl rupanya tertarik dengan keahlian dan kompetensi Nuel. Pada tahun 2016, ketika Riedl menjadi pelatih Tim Nasional PSSI, ia mengajak Nuel bergabung sebagi Kepala Tim Fisioterapist.

Berdasarkan pengalaman dan jam terbang yang tinggi selama 10 tahun mengabdikan diri sebagai Sports physiotherapy, di tahun 2018 Nuel mendapat Penganugerahan Kepakaran Bidang Keilmuan Fisioterapi oleh Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) sebagai Spesialis Fisioterapi Olahraga (Sp.F.OR).

Terkait:  Anshari Sanusi, Sosok Dibalik Paduan Suara Mahasiswa Unhas Yang Mendunia

“Penghargaan ini diberikan atas gelar master Biomedik/Fisiologi saya serta pengalaman menangani pasien dan menjadi pembicara pada berbagai seminar internasional. Suatu kebanggan untuk saya, karena yang menerima penghargaan ini hanya dua di Indonesia, di Makassar dan Jakarta,” Kata Nuel.

Dengan predikat tersebut, nama Nuel kini bertambah dengan gelar baru, yang jika ditulis lengkap menjadi Immanuel Maulang, S.Ft., Physio, M.Kes., Sp.F.OR.

Lebih lanjut, Nuel menjelaskan bahwa peran Fisioterapi pada dunia sepakbola sangat strategis, bahkan mutlak dibutuhkan. Sesuai prosedur tim profesional, tim medis wajib ada pada jajaran tim sepakbola. Fisioterapi bertanggung jawab menangani cedera pemain, dengan menyusun program latihan untuk pemulihan.

“Bagi seorang atlet profesional, waktu adalah sangat berharga. Kerena kondisi kesehatan pemain sangat berpengaruh terhadap manajemen tim dan strategi pelatih. Olehnya itu, diperlukan penanganan yang cepat untuk bisa menentukan apakah pemain bisa ikut bermain atau tidak,” lanjut Nuel.

Mengatur kondisi pemain menjadi tantangan yang dirasakan Nuel selama berada di lapangan. Memastikan waktu pemulihan dari treatment yang diberikan kepada pemain, dapat berpangaruh terhadap strategi oleh pelatih. Diperlukan kerja sama dari setiap pemain untuk mengembalikan performa awal yang ditunjang dengan pola makan dan kuallitas tidur, sehingga dapat membantu proses recovery pemain jadi lebih cepat.

Sebagai sosok yang diperhitungkan kehadirannya di lapangan hijau, tugas Nuel di pertandingan kedua Final AFF 2016 terbilang berat. Namun, timnya berhasil meraih runner-up Piala AFF 2016, saat itu menjadi tahun pertama Nuel bergabung. Kemudian, perjuangan Timnas Indonesia di Piala AFF U-22 tahun 2019 kembali berujung manis dengan menggenggam gelar juara.

Saat ini, Nuel masih bergabung sebagai Kepala Tim Fisioterapist Timnas Sepakbola Indonesia PSSI, terhitung telah 5 tahun dirinya berkontribusi di Timnas.

Terkait:  Dewan Profesor Unhas Gelar Webinar Merumuskan Nilai-nilai Keunhasan

Bukan hal mudah bagi Nuel dalam membagi waktu dengan segala kesibukannya. Terlebih, dirinya juga tercatat sebagai Dosen Prodi S1 Fisioterapi Fakultas Keperawatan Unhas. Agenda Timnas menjadi bagian dari pengabdian masyarakat, dengan demikian Nuel juga masih bisa membagi waktu dengan Timnas.

“Saya sangat menikmati kesibukan saya, kerena ini adalah bagian dari hobi. Saya membagi waktu antara menjadi dosen, Fisioterapi Timnas dan Klinik Physiocenter saya yang ada di Makassar serta dua cabang di Sorowako dan Wawondula atas kerja sama dengan PT Vale,” jelas Nuel.

Di akhir sesi wawancara, Nuel menyampaikan bekerja sesuai dengan minat dan kemampuan adalah hal yang menyenangkan. Sehingga, kita bisa menikmati dan menjadi berkah untuk pekerjaan.

Nuel berharap, Fisioterapi di Indonesia bisa lebih dikembangkan dengan hadirnya program Doktor (S3) dan beberapa program spesialis Fisioterapi. Agar kemajuan keilmuan bidang Fisioterapi bisa lebih dikenal dan dihargai di Indonesia, setara dengan kualitas pelayanan luar negeri. (*/dhs)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa