Hanya Tiga PT Terima Dana Riset Dikti-JSPS, Termasuk Unhas

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) mengumumkan Penerima Dana Pendampingan Dikti-JSPS Joint Research Project Tahun 2021. Pengumuman ini tertuang melalui surat nomor 3058/E4/BP/2020 tertanggal 15 Desember 2020, yang ditandatangani oleh Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti, Mohammad Sofyan Effendi.

Dikti – JSPS Joint Research Project merupakan kerja sama pertukaran akademisi bilateral Indonesia dan Jepang. Program ini diimplementasikan oleh Ditjen Dikti berdasarkan kesepahaman kerja sama ilmiah internasional dengan Japan Society for Promotion of Science (JSPS).

Program kerja sama ilmiah bilateral ini bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan ilmiah/penelitian yang dilaksanakan secara bersama-sama antara pendidik (dosen) tetap di lingkungan Kemendikbud dan mitranya di Jepang. Program ini bersifat kompetitif dan diusulkan bersama oleh pelamar di Indonesia dan di Jepang. Pelamar di Indonesia melamar ke Direktorat Sumber Daya, Ditjen Dikti.

Peneliti dan dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin, dr. Yenni Yusuf, Ph.D, dinyatakan lolos sebagai penerima dana pendampingan untuk penelitian tahun 2021. Hanya tiga perguruan tinggi yang dinyatakan menerima dana pendampingan, yaitu Unhas, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Gadjah Mada.

Yenni Yusuf merupakan dosen pada Departemen Patologi FK Unhas. Proyek penelitian yang memperoleh pendampingan berjudul: “The Development of a Covid-19 Vaccine Based on the Serological Study for Indonesian Patients”. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun, mulai tanggal 1 April 2021 hingga 31 Maret 2024.

Seleksi program ini sendiri telah berlangsung sejak bulan Juni 2020. Dalam proses seleksi yang berlangsung sangat ketat, substantif proposal dinilai berdasarkan aspek metodologi (dengan bobot 20%), obyektif (bobot 20%), keunggulan saitific/scientific excellency (bobot 25%), resource exchange dan institutional development (25%), dan track record kemitraan (10%).(*/ir)

Terkait:  Rektor Unhas Hadiri Penyerahan AD/ART IKA Unhas yang Disempurnakan

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa