Faisal Oddang, Alumni Unhas Penulis Muda Berbakat Dunia Sastra

Faisal Oddang adalah alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, salah satu penulis muda berbakat dalam dunia kesusastraan Indonesia. Banyak karya yang telah dihasilkan, baik berupa buku, prosa hingga puisi. Ia memperoleh berbagai penghargaan sebagai penulis muda dengan kemampuan luar biasa. Dirinya pernah diundang untuk menghadiri International Writing Program 2018 di Iowa City, Amerika Serikat.

Melalui wawancara pada Jumat (13/08), Faisal Oddang menjelaskan awal mula ia memasuki dunia sastra. Ia menyukai dunia menulis sejak Sekolah Dasar, dimana ia banyak membaca buku teks pelajaran dan buku-buku sastra. Salah seorang keluarganya bekerja di perpustakaan sebuah Sekolah Menengah Pertama yang selalu memberinya kesempatan membaca. Berawal dari situ, Faisal mulai berkenalan dengan banyak buku utamanya terbitan Balai Pustaka.

Menurut Faisal, menulis merupakan bagian dari belajar. Setiap menuliskan gagasan, ada proses pembelajaran mengenai banyak hal. Ia dituntut membaca berbagai sumber mengenai gagasan dari sebuah tulisan yang dibuat. Gagasan demi gagasan yang ditulisnya bermakna sebagai proses belajar berbagai hal dari waktu ke waktu.

Nama Faisal Oddang mulai dikenal setelah karya yang dihasilkan terpilih sebagai cerpen terbaik Kompas tahun 2014. Sebagian besar tulisa Faisal bertema tentang tradisi dan adat istiadat di Sulawesi. Faisal mengatakan, orangtuanya seringkali berkisah kepadanya tentang berbagai kisah dongeng legenda-legenda Bugis, sehingga banyak hasil tulisan tidak lepas dari nuansa kedaerahan.

“Saya tumbuh, belajar dan dipengaruhi sedemikian rupa oleh kebudayaan dan tradisi Sulawesi Selatan, buku yang saya baca dan pengetahuan awal yang saya dapatkan tidak jauh dari hal tersebut. Sehingga, ketika menulis, secara tidak langsung gagasan yang muncul tidak lepas dari pengaruh tempat saya tumbuh dan belajar banyak hal,” jelas Faisal.

Terkait:  Jenderal Kowad Alumni FH Unhas Beri Motivasi Mahasiswa Baru

Menurut Faisal, setiap penulis memiliki tantangan dan proses berkembang berbeda-beda. Secara pribadi, tantangan yang dihadapinya lebih pada persoalan mendapatkan dan mengolah data yang digunakan untuk mendukung tulisan.

Saat ini, Faisal tengah mempersiapkan novel terbaru yang mengisahkan perbudakan Hindia Belanda. Dirinya tengah disibukkan dengan proses riset guna mendukung novel tersebut. Terkait proses kreatif, Faisal Oddang lebih suka menulis di tempat ramai, tidak pernah bosan menulis dan menghasilkan karya, karena dirinya mengakui cinta dunia kepenulisan. Semua yang dikerjakan dengan cinta akan terasa lebih menyenangkan.

“Untuk menjadi seorang penulis, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menjadi pembaca yang baik, tidak sekadar membaca tetapi menemukan hal-hal yang dibutuhkan sebagai penulis dalam bacaan tersebut,” pesan Faisal. (*/mir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa