dr. Udin Malik, Dokter Hingga Pengusaha Tulus Mengabdi Untuk Masyarakat

dr. Udin Malik, salah satu alumni terbaik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin tahun 2012 dengan predikat Summa Cum Laude, aktif mengabdikan diri untuk masyarakat melalui berbagai aksi kemanusian, memberikan sumbangsih ilmu dan tenaga yang dimiliki.

Melalui wawancara pada Senin (22/02), dr. Udin menuturkan puncak dari pencarian ilmu adalah pengabdian. Dengan terlibat langsung pada masyarakat menjadi bagian dari dedikasi diri, ilmu, tenaga, dan seluruhnya menjadi proses mengabdikan diri kepada sang pencipta.

Dirinya menjelaskan perjalanan karir selepas melakukan program internship di Kabupaten Bantaeng, kemudian diterima pada program Pencerah Nusantara dibawah Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals dan selama satu tahun bertugas di Pengunungan Bromo-Tengger, bekerja secara team untuk meningkatkan kapasitas Puskesmas dan masyarakat.

“Setelah masa tugas berakhir, saya ke Jakarta bekerja di NGO, Komite Kanker Nasional, dan kontrak di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Saya selalu berupaya untuk bisa terlibat langsung dengan masyarakat. Diantara berbagai aksi kemanusian yang saya lakukan, momen paling berkesan ketika membantu proses lahiran anak kembar di tenda darurat Rumah Sakit Undata, saat bencana Gempa dan Likuefaksi Palu 2018 silam,” jelas dr. Udin.

Dalam berbagai aksi tersebut, tentu memiliki tantangan dan hambatan tersendiri. Dirinya mengatakan selain tantangan yang bersifat teknis seperti buruknya akses jalan, sinyal, air, listrik, dan sebagainya. Juga yang bersifat koordinasi, seperti komando di lapangan, komunikasi lintas sektor, dan ego sektoral. Namun, berkat support system dan pengalaman bertahun-tahun di dunia emergency, serta dukungan elemen kampus, tantangan tersebut selalu teratasi.

dr. Udin yang juga owner dari Klinik Skinlogic by dr. Shu sekaligus Direktur CV Alya Bitara Medika dan CV Bitara Karya, serta Komisaris PT Masjaya Persada Nusantara berpesan bahwa membantu masyarakat dapat dilakukan dalam banyak cara, baik turun secara langsung, maupun tidak langsung. Dirinya berharap, ssbagai masyarakat dengan nilai gotong royong yang besar, aksi kemanusian ini tidak hanya sebatas bencana tetapi isu kemanusian lainnya yang lebih luas.

Terkait:  Kaleidoskop Unhas Tahun 2020 (Bagian 5: Riset dan Pengabdian Masyarakat)

“Yang dibutuhkan korban bencana bukan hanya dokter atau tenaga kesehatan, tetapi kerja sama lintas profesi yang kreatif dan harmonis. Untuk teman-teman mahasiswa, tumbuhkan kepedulian sedari dini, lakukan hal sesuai kemampuan, sekecil apapun itu. Bahkan seperti me-repost informasi crowdfunding atau menyumbang beberapa sen uang jajan kita juga bagian dari ikut berkontribusi membantu masyarakat,” jelas dr. Udin.(*/mir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa