Diklat PPD RPJMD Kerja Sama Unhas dan Pusbindiklatren Bappenas Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama dua minggu, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) secara resmi ditutup, Jumat (15/10) pukul 15.00 Wita. Penutupan berlangsung virtual melalui aplikasi zoom meeting.

Diklat PPD RPJMD merupakan kerja sama antara Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan (P2KP) Universitas Hasanuddin.

Mengawali kegiatan, Ketua P2KP Unhas Prof. Dr. Sangkala M.Si., menyampaikan dalam laporannya bahwa kegiatan yang berlangsung kurang lebih dua minggu telah terlaksana secara baik. Terjadi peningkatan cukup signifikan dari 25 peserta Diklat yang tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini terlihat dari nilai pre-test dan post-test yang diselenggarakan.

Rata-rata nilai peserta saat pre-test adalah 56.27, sementara itu ketika post-test nilai rata-rata peserta mencapai 67.87. Nilai tersebut secara umum memberikan gambaran terjadinya peningkatan pemahaman yang signifikan dari para peserta diklat. Selama proses pelatihan, para peserta terbagi dalam enam kelompok kecil dan memperoleh tugas menghasilkan dokumen RPJMD mini yang disesuaikan studi kasus yang telah ditetapkan.

“Sesuai output yang kami inginkan, dari enam kelompok hanya kelompok tiga yang belum memenuhi persyaratan. Kami memberikan kesempatan untuk memperbaiki selama satu minggu sebelum surat penghargaan kami keluarkan,” jelas Prof. Sangkala.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusbindiklatren Bappenas, Dr. Guspita, MBA., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Unhas khususnya P2KP atas komitmen kolaborasi yang selama ini terjalin baik. Beliau mengatakan, kegiatan tersebut bagian dari amanat untuk meningkatkan kapasitas perencana.

“Bappenas sengaja memilih kerja sama dengan Perguruan Tinggi dengan reputasi baik, untuk meningkatkan kapasitas sumber daya profesional melalui pelatihan. Materi yang diberikan bukan hanya berkaitan tentang teknis menyusun RPJMD, akan tetapi juga memberikan dasar dan konsep metode untuk menyusun peraturan jangka menengah,” jelas Dr. Guspita.

Terkait:  Penuhi Pencapaian Indikator Kinerja Utama, FIKP Unhas Gelar Pelatihan Public Speaking

Kegiatan resmi ditutup oleh Sekretaris Unhas Prof. Dr. Ir. H. Nasaruddin Salam, MT. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan Pusbindiklatren Bappenas kepada Unhas untuk melakukan pelatihan dan melangkah bersama membangun sumber daya masa akan datang.

Selama beberapa tahun, Universitas Hasanuddin melalui P2KP memperoleh amanah untuk menggelar berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia perencana, baik tingkat nasional maupun regional.

“Kegiatan ini sangat penting, mengingat bahwa kesuksesan pembangunan daerah tergantung dari bagaimana RPJMD tersebut disusun. Kita berharap, penyelenggaraan kegiatan yang sudah berjalan selama dua minggu memberikan pengetahuan, keterampilan dan strategi baru bagi para perencana untuk menyusun RPJMD guna mendukung pembangunan berkelanjutan,” jelas Prof Nasaruddin.

Pada akhir sambutannya, Prof. Nasaruddin berharap kegiatan ini akan memberikan informasi terbaru kepada para perencana dan membantu dalam penyusunan RPJMD yang berkualitas.

Diklat PPD RPJMD yang diselenggarakan oleh P2KP Universitas Hasanuddin berlangsung sejak 04 Oktober 2021. Acara penutupan dihadiri oleh seluruh peserta yang berjumlah 25 orang dari beberapa wilayah. (*/mir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa