Arief Rosyid Alumni FKG Unhas, Komisaris Termuda Bank Syariah Indonesia

Drg. Muh. Arief Rosyid, M.KM., alumni Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) angkatan 2004 mendapatkan kepercayaan sebagai komisaris independen termuda di Bank Syariah Indonesia (BSI) sesuai keputusan RUPS LB pada 15 Desember 2020 lalu, menjadikannya sebagai komisaris termuda BSI diusia 35 tahun.

Sosoknya dikenal memiliki kepeduliannya terhadap anak muda. Berbagai organisasi kepemudaan ia geluti. Sebanyak 15 inisiatif dan kolaborasi tentang pemuda telah dibangunnya. Arief juga aktif menulis buku, dimana ia telah menulis 11 judul buku dengan topik beragam.

Sejak 2014, Arief telah menjadi inisiator berbagai focus group discussion mengenai bonus demografi. Arief pernah mempresentasikan tantangan dan solusi pemuda dalam menghadapi bonus demografi tersebut kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Dengan keahlian berkomunikasi dan kepemimpinan yang baik, dirinya masuk dalam 70 tokoh berpengaruh di Indonesia 2015 versi majalah Men’s Obsession.

Dikutip dari Majalah Action Kemahasiswaan Unhas, Arief mengatakan meskipun menjadi mahasiswa kedokteran gigi, namun dirinya juga memperlihatkan keahlian dalam bidang manajemen organisasi. Sejak menjadi mahasiswa, dikenal aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Menurut Arief, tantangan mahasiswa saat ini jauh berbeda dari sebelumnya, terutama sistem pembelajaran yang semakin berkembang jika dibandingkan dengan masa dirinya masih mahasiswa. Untuk itu, dirinya berpesan kepada mahasiswa untuk memberikan kontribusi dan manfaatnya secara optimal kepada masyarakat. Dengan tantangan dan fasilitas beragam, mahasiswa seharusnya dapat lebih berperan. Melalui jalur pengabdian apapun, hal utama ialah bermanfaat untuk orang lain.

“Fokus saya anak muda, saya melihat masih banyak ketimpangan di kalangan mereka. Ada yang beruntung bisa menempuh pendidikan hingga luar negeri, ada juga yang kurang beruntung. Saya berharap anak muda bisa mempunyai kesempatan untuk sekolah sebagai modal besar memperoleh ilmu pengetahuan dan berdaya saing tinggi,” jelas Arief.

Terkait:  Rektor Unhas Tinjau Pelaksanaan Hari Pertama UTBK-SBMPTN

Menjabat sebagai Komisaris Independen BSI, Arief melalui serangkaian proses yang tidak mudah. Dirinya harus mengikuti serangkaian tes perbankan syariah, sertifikasi, hingga fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan berbagai pengalaman yang dimiliki, tentunya menjadi modal besar bagi Arief untuk melangkah maju. (*/mir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa