Andang Suryana Soma, Pencetus Pemetaan Covid-19 Sulsel

Sebagai upaya menghindari kesimpangsiuran terkait penyebaran Covid-19 ditengah masyarakat, sejumlah wilayah di Indonesia membuat laman pusat pengendalian Covid-19, termasuk di Sulawesi Selatan. Pada laman resmi covid19.sulselprov.go.id., terdapat peta sebaran Covid-19 guna mengetahui wilayah yang memiliki kasus positif hingga rumah sakit rujukan.

Pemetaan sebaran Covid-19 di Sulsel merupakan hasil kerja Andang Suryana Soma, S.Hut., MP., Ph.D., alumni sekaligus dosen Fakultas Kehutanan bidang Sistem Informasi Geografi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai beserta tim.

Dikutip dari wawancara Majalah Action edisi Maret 2020, Dadang menjelaskan pemetaan tersebut bagian dari keresahan melihat kondisi Sulawesi Selatan yang kala itu belum mempunyai sistem informasi pemetaan wilayah terjangkit Covid-19. Ia kemudian berinisiatif membuat form berbasis spasial untuk menjaring kejadian di masyarakat terkait sebaran virus.

Melalui serangkaian proses yang melibatkan unsur dosen pada bidang ilmu lain di Unhas, akhirnya mendapatkan kepercayaan Pemprov menjadi tim surveilans dan melanjutkan survei identifikasi diri terkait Covid-19.

Dalam proses pengumpulan data, Andang beserta tim memanfaatkan kuesioner karena perolehan data lebih cepat. Terbukti, metode ini efektif mengumpulkan data dalam sehari dengan 7000-an responden dan mencapai pelosok. Perbedaan survei ini sendiri dengan yang lainnya terletak pada data yang berbasis spasial atau memiliki koordinat.

“Data survei yang didapatkan terlebih dahulu divalidasi oleh tim relawan. Kemudian, kami memperbaharui petanya setiap hari. Jadi, data yang masuk secara real time, begitu masuk langsung terpetakan dengan bantuan sistem Survei123. Sistem ini adalah produk Esri Indonesia, dimana Unhas mempunyai lisensi tersebut,” jelas Dadang.

Peta wilayah yang dihasilkan terpublikasikan bersama Satgas Covid-19 Sulsel sebagai wujud penyeragaman data. Hal ini meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah provinsi mengenai sumber data yang sama. Menurut Andang, pemetaan seperti ini menjadi penting sebagai bentuk antisipasi pola penyebaran virus.

Terkait:  Delegasi Institut Francais Indonesia Bahas Kerja Sama Tridarma dengan Unhas

Melalui analisis pemetaan, masyarakat dapat mengetahui titik ataupun sumber penyebaran virus sesuai kejadian. Dengan demikian, Pemerintah pada wilayah tertentu dapat memberikan keputusan tepat terkait tindakan yang dilakukan, misal melakukan karantina parsial.(*/mir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Leave a Reply

Kabar Fakultas

Kerja Sama

Berita Mahasiswa