VISI

  • Pusat Unggulan Dalam Pengembangan Insani, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni dan Budaya Berbasis Benua Maritim Indonesia.

MISI

  • Menyediakan lingkungan belajar berkualitas untuk mengembangkan kapasitas pembelajar yang inovatif dan proaktif.
  • Melestarikan, mengembangkan, menemukan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.
  • Menerapkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya bagi kemaslahatan Benua Maritim Indonesia.


NILAI

  • Integritas: mewakili jujur, berani, bertanggung jawab dan teguh dalam pendirian.
  • Inovatif: merupakan kombinasi dari kreatif, berorientasi mutu, mandiri dan kepeloporan.
  • Katalitik: mewakili sifat berani, keteguhan hati, dedikatif dan kompetitif.
  • Arif: manifestasi kepatutan, adil dan beradab, holistik dan asimilatif.

Mengawali berdirinya Universitas Hasanuddin secara resmi pada tahun 1956, di kota Makassar pada tahun 1947 telah berdiri Fakultas Ekonomi yang merupakan cabang Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Jakarta berdasarkan keputusan Letnan Jenderal Gubernur Pemerintah Hindia Belanda Nomor 127 tanggal 23 Juli 1947. Karena ketidakpastian yang berlarut-larut dan kekacauan di Makassar dan sekitarnya maka fakultas yang dipimpin oleh Drs L.A. Enthoven (Direktur) ini dibekukan dan baru dibuka kembali sebagai cabang Fakultas Ekonomi UI pada 7 Oktober 1953 di bawah pimpinan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk. Fakultas Ekonomi benar-benar hidup sebagai cikal bakal Universitas Hasanuddin setelah dipimpin acting ketua Prof. Drs. Wolhoff dan sekretarisnya Drs. Muhammad Baga pada tanggal 1 September 1956 sampai diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 September 1956.

Di saat terjadinya stagnasi Fakultas Ekonomi di akhir tahun 1950, Nuruddin Sahadat, Prof. Drs. G.J. Wolhoff, Mr. Tjia Kok Tjiang, J.E. Tatengkeng dan kawan-kawan mempersiapkan pendirian Fakultas Hukum swasta. Jerih payah mereka melahirkan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading yang di bawah ketuanya Prof. Drs. G.J. Wolhoff tetap berusaha mewujudkan universitas negeri sampai terbentuknya Panitia Pejuang Universitas Negeri di bulan Maret 1950. Jalan yang ditempuh untuk mewujudkan universitas didahului dengan membuka Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat cabang Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) yang resmi didirikan tanggal 3 Maret 1952 dengan Dekan pertama Prof. Mr. Djokosoetono yang juga sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Dilandasi semangat kerja yang tinggi, kemandirian dan pengabdian, Fakultas Hukum yang dipimpin Prof. Dr. Mr. C. de Heern dan dilanjutkan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk, dalam kurun waktu empat tahun mampu memisahkan diri dari Universitas Indonesia dengan keluarnya PP no. 23 tahun 1956 tertanggal 10 September 1956.

Langkah usaha Yayasan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading untuk membentuk Fakultas Kedokteran terwujud dengan tercapainya kesepakatan antara pihak Yayasan dengan Kementerian PP dan K yang ditetapkan dalam rapat Dewan Menteri tanggal 22 Oktober 1953. Berdasarkan ketetapan tersebut dibentuklah Panitia Persiapan Fakultas Kedokteran di Makassar yang diketuai Syamsuddin Daeng Mangawing dengan Muhammad Rasyid Daeng Sirua sebagai sekretaris dan anggota-anggotanya yaitu J.E. Tatengkeng, Andi Patiwiri dan Sampara Daeng Lili. Pada tanggal 28 Januari 1956, Menteri P dan K Prof. Mr. R. Soewandi meresmikan Fakultas Kedokteran Makassar yang kelak berubah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin seiring dengan diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 September 1956.

Perjuangan dan tekad masyarakat Sulawesi Selatan untuk melahirkan putra bangsa yang berpengalaman teknik mencapai keberhasilannya ketika menteri P dan K RI mengeluarkan SK No. 88130/S tertanggal 8 September 1960 perihal peresmian Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin yang diketuai lr. J. Pongrekun dan sekretaris lr. Ramli Cambari Saka dengan tiga departemen Sipil, Mesin dan Perkapalan. Pada tahun 1963 menyusul terbentuk Departemen Elektronika dan Arsitektur dan lengkaplah Fakultas Teknik sebagai fakultas yang ke-4.

Mendahului SK Menteri PP dan K tanggal 3 Desember 1960 No. 102248/UU/1960 perihal Pembentukan Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin, telah terjadi “peleburan” beberapa unit Program Kursus B.1 dari Yayasan Perguruan Tinggi Makassar ke Universitas Hasanuddin. Yayasan yang diketuai oleh Syamsuddin Dg Mangawing beranggotakan antara lain Prof. G.J. Wolhoff ini adalah pecahan Universitas Sawerigading yang dipimpin oleh Nuruddin Sahadat. Peristiwa “peleburan” Program Kursus B.1 Paedagogik, Sastra Timur dan Sastra Barat ke UNHAS pada tanggal 2 Nopember 1959 tersebut menjadi cikal bakal Fakultas Sastra yang secara resmi terbentuk sesuai SK menteri PP dan K tanggal 3 Nopember 1960.

Menyusul “kelahiran” Fakultas Sastra, lahirlah Fakultas yang ke - 6 yakni Fakultas Sosial Politik sesuai dengan SK Menteri P & K tertanggal 30 Januari 1961 No. A. 4692/U.U.41961, berlaku mulai 1 Februari 1961. Pada awalnya fakultas ini merupakan Perguruan Tinggi Swasta yang bernama Fakultas Tata Praja Universitas 17 Agustus 1945 yang didirikan oleh Mr. Tjia Kok Tjiang yang kelak setelah penegeriannya menjadi pimpinan fakultas didampingi Mr. Sukamto sebagai sekretaris. Pada tanggal 15 Nopember 1962 Mr. Sukamto diangkat sebagai Dekan dan Abdullah Amu menjadi Sekretaris.

Di masa kepemimpinan Rektor A. Amiruddin berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0266/Q/1977 tanggal 16 Juli 1977 Fakultas Sastra diintegrasikan ke dalam Fakultas limu Sosial Budaya bersama Fakultas Ilmu Sosial Politik dan Fakultas Ekonomi. Hal yang sama juga terjadi atas Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA yang diintegrasikan menjadi Fakultas Sains dan Teknologi terkecuali Fakultas Hukum yang tidak “rela” berintegrasi dengan Fakultas Ilmu - ilmu Sosial Budaya. Berselang enam tahun kemudian yakni pada tahun 1983 pengintegrasian ini dicabut dengan keluamya PP No. 5 Tahun 1980 yang disusul dengan SK Presiden RI No. 68 Tahun 1982.

Melalui kerjasama dengan IPB Bogor dan atas permintaan Rektor Prof. Arnold Mononutu terbentuklah Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Pertanian yang beranggotakan Prof. Dr. A. Azis Ressang, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB dan lr Fachrudin, asisten Akhli Fakultas Pertanian IPB. Kerjasama Prof. Ressang dkk dengan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia dan IPB membuahkan SK Menteri PTIP RI Prof. Dr. lr. Toyib Hadiwidjaya tertanggal 17 Agustus 1962 dan secara resmi Fakultas Pertanian menjadi fakultas yang ke-7 dalam lingkungan Universitas Hasanuddin.

Gubernur Andi Pangerang Petta Rani dalam rapat tanggal 11 Maret 1963 menunjuk lr. Aminuddin Ressang sebagai ketua sub - panitia kerja Pembentukan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) resmi terbentuk berdasar surat kawat Menteri PTIP tanggal 8 Agustus 1963 No. 59 1 BM/PTIP/63 disusul SK Menteri No. 102 Tahun 1963 berlaku Tanggal 17 Agustus 1963.
Pada tahun 1963 dibentuk Panitia Pendiri Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan di Makassar yang diketuai Syamsuddin Dg Mangawing dengan anggota Andi Pangerang Petta Rani, Drh. A. Dahlan dan Andi Patiwiri. Pada tanggal 10 Oktober 1963 berdiri Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP) yang berstatus swasta didekani oleh Drh. Achmad Dahlan dengan Pembantu Dekan I, II masing - masing Drh. Muh. Gaus Siregar dan Andi Baso Ronda, B. Agr.Sc. Terhitung mulai tanggal 1 Mei 1964 fakultas swasta tersebut dinegerikan menjadi Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin meialui SK Menteri PTIP No. 37 11964 Tanggal 4 Mei 1964.

Pendidikan Dokter Gigi berdiri pada tanggal 23 Januari 1969 sebagai hasil kerjasama antara Universitas dengan TNI - AL sebagai hasif rintisan Laksamana Mursalim Dg Mamanggun, S.H. , Rektor Unhas Let.Kolonel Dr. M. Natsir Said, S.H. serta Drg. Halima Dg Sikati dan diberi nama Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso. Pada tahun 1970 lnstitut ini resmi menjadi Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin dan selanjutnya menjadi Fakultas Kedokteran Gigi Unhas pada tahun 1983.
Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) didirikan pada tangggal 5 Nopember 1982 yang pada awalnya menerima mahasiswa tamatan Diploma Tiga Kesehatan dan nanti pada tahun 1987 FKM Unhas menerima tamatan SMA. FKM merupakan fakultas yang ke-11 dalam lingkungan Unhas.

Sebagai realisasi dari pengembangan Pola Ilmiah Pokok (PIP) yang menjadi rujukan orientasi lembaga pendidikan tinggi di Indonesia, maka pada tahun 1988 UNHAS secara resmi membuka program Studi Ilmu Kelautan dengan SK Dirjen Dikti No.19/Dikti/Kep/1988, tanggal 16 Juni 1988. Pada awalnya karena belum ada wadah yang tepat program tersebut berstatus lintas fakultas dan langsung dibawahi rektor. Mengingat sifatnya yang berorientasi kelautan, program ini pada akhirnya dibentuk menjadi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan dengan menggabungkan jurusan Perikanan ke dalamnya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.036/0/1996, tanggal 29 Januari 1996.

Pada Dies Natalis yang ke - 25, 17 September 1981 Presiden RI Soeharto meresmikan Kampus Tamalanrea yang pada awalnya dirancang oleh Paddock Inc., Massachustts, AS dan dibangun oleh OD 205, Belanda yang bekerjasama dengan PT. Sangkuriang Bandung di atas tanah seluas 220 Ha.

Sejak dikeluarkannya SK Menteri PP dan K No. 3369/S Tanggal 1 1 Juni 1956 terhitung mulai 1 September 1956 dan dengan PP No. 23 Tanggal 8 September 1956, Lembaran Negara No. 39 Tahun 1956 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI Drs. Moh. Hatta pada tangggal 10 September 1956, UNHAS pernah dipimpin oleh sejumlah Rektor yaitu:


1. Prof. Mr.A.G. Pringgodigdo 1956 - 1957
2. Prof. Mr. K.R.M.T. Djokomarsaid 1957 - 1960
3. Prof. Arnold Mononutu 1960 - 1965
4. Let. Kol. Dr. M. Natsir Said, S.H. 1965 - 1969
5. Prof. Dr. A. Hafid 1969 - 1973
6. Prof. Dr. Ahmad Amiruddin 1973 - 1982
7. Prof. Dr. A. Hasan Walinono 1982 - 1984
8. Prof. Dr. Ir. Fachruddin 1984 - 1989
9. Prof. Dr. Basri Hasanuddin, M.A. 1989 - 1997
10. Prof. Dr. Ir. Radi A. Gany 1997 - 2006
11. Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi, Sp.BO. 2006 – 2014
12. Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. 2014 - Present
 

PIMPINAN UNIVERSITAS HASANUDDIN PERIODE 2018 - 2022

Rektor

Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA,

NIP: 196404191989032002

Lahir: Tanjung Karang, 19 April 1964

Pangkat: Pembina Utama Madya / IV/D

E-mail: rector[at]unhas.ac.id


Wakil Rektor Bidang Akademik

Prof. Dr. Ir. Muh. Restu, MP

NIP: 196509041992031003 

Lahir: Ujung Pandang, 4 September 1965

Pangkat: Pembina Utama Madya / IV/D 

E-mail: tueid[at]yahoo.com

 

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Infrastruktur

Prof. Ir. Sumbangan Baja, M.Phil, Ph.D  

NIP: 196312291990021001

Lahir: Malut, 29 Desember 1963

Pangkat: Pembina Utama / IV/E

E-mail: sumbanganbaja02[at]gmail.com

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni

Prof. Dr. drg. A. Arsunan Arsin, M.Kes.

NIP: 196212311991031178

Lahir: Ujung Pandang, 31 Desember 1962

Pangkat: Pembina Utama / IV/E

E-mail: asrunan_arsin[at]yahoo.co.id

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan

Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D

NIP: 196709101996031001

Lahir: Ujung Pandang, 10 September 1967

Pangkat: Pembina Utama Madya / IV/D

E-mail: nasrumm2000[at]yahoo.com

Sekretaris Universitas

Prof. Dr. Ir. Nasaruddin Salam, MT  

NIP: 195912201986011001

Lahir: Bulukumba, 20 Desember 1959

Pangkat: Pembina Utama Madya / IV/D

E-mail: 

Senat Akademik adalah lembaga perwakilan para dosen yang anggotanya terdiri atas dosen-dosen yang ditunjuk untuk mewakili fakultas masing-masing.  Tugas Senat diantaranya adalah memilih Rektor dan memformulasi kebijakan-kebijakan universitas.  Untuk menjalankan program-programnya, para anggota Senat Akademik dibagi ke dalam empat Komisi, yaitu:

  1. Komisi I    : Pendidikan, kemahasiswaan, dan alumni;
  2. Komisi II   : Penelitian, pengabdian pada masyarakat dan inovasi;
  3. Komisi III  : Sumber daya akademik dan penjaminan mutu;
  4. Komisi IV : Perencanaan, pengembangan, penganggaran dan kerjasama akademik

Anggota Senat Akademik Universitas Hasanuddin untuk pertama kali adalah:


 http://sa.unhas.ac.id/id/


Majelis Wali Amanat merupakan organ Universitas Hasanuddin yang menetapkan dan memberikan pertimbangan pelaksanaan kebijakan umum, dan melaksanakan pengawasan di bidang non akademik.

Anggota Majelis Wali Amanat adalah:

  1. Menristek Dikti
  2. Gubernur Sulsel
  3. Ketua Senat Akademik Unhas
  4. Rektor Unhas
  5. Muhammad Jusuf Kalla (wakil alumni)
  6. Asmawi Syam (wakil tokoh masyarakat)
  7. Gita Wirjawan (wakil tokoh masyarakat)
  8. Prof. Dr. Basri Hasanuddin, MA (wakil tokoh masyarakat)
  9. Prof. Natsir Nessa
  10. Prof. Mansyur Natsir
  11. Prof. Pangerang Moenta
  12. Prof. Natsir Djide
  13. Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi
  14. Prof. Razak Thaha
  15. Prof. Anshar Suyuti
  16. Prof. Ambo Ala
  17. Drs. Ahmad, M.Si
  18. Drs. Mukmin, M.Si
  19. Wakil Mahasiswa (Ketua BEM Universitas)


Di bawah Rektor dan Wakil Rektor terdapat lima Biro yang berfungsi untuk mengimplementasikan dan mengkoordinasikan administrasi universitas.  Biro-biro ini adalah sebagai berikut:

  1. Biro Administrasi Akademik;
  2. Biro Administrasi Umum;
  3. Biro Administrasi Keuangan;
  4. Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni;
  5. Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi;




Pada tanggal 22 Juli 2015, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menerbitkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Statuta Universitas Hasanuddin.  Peraturan Pemerintah ini tercatat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 171.

Statuta Universitas Hasanuddin terdiri atas 11 Bab dan 76 pasal, yang secara garis besar mengatur operasional Universitas Hasanuddin sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) sebagai telah ditetapkan sebelumnya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2014 (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 303).

Klik disini untuk download (pdf version)

MWA mempunyai tugas dan wewenang (Pasal 18 ayat 1 Statuta Unhas):

  1. menyetujui usul perubahan Statuta Unhas;
  2. menetapkan kebijakan umum Unhas;
  3. bersama SA menetapkan norma Unhas dan tolok ukur kinerja Unhas;
  4. mengesahkan rencana induk pengembangan, rencana strategis, serta rencana tahunan yang diusulkan oleh Rektor;
  5. mengawasi pengelolaan dan pengendalian umum atas pengelolaan nonakademik Unhas;
  6. mengangkat dan memberhentikan Rektor;
  7. melakukan evaluasi tahunan atas kinerja Rektor dan SA;
  8. mengangkat dan memberhentikan ketua serta anggota KA;
  9. membangun dan membina jejaring dengan individu serta organisasi eksternal;
  10. memberikan pertimbangan dan melakukan pengawasan dalam rangka mengembangkan kekayaan dan menjaga kesehatan keuangan Unhas; dan
  11. membuat keputusan tertinggi terhadap permasalahan yang tidak dapat diselesaikan oleh Rektor dan SA.

 

Rektor mempunyai tugas dan wewenang (Pasal 30 Statuta Unhas):

  1. menyusun dan menetapkan kebijakan penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi;
  2. mengusulkan kebijakan akademik, kebebasan akademik, dan otonomi keilmuan kepada SA;
  3. melaksanakan kebijakan akademik, kebebasan akademik, mimbar akademik, dan otonomi keilmuan yang ditetapkan oleh SA;
  4. menyusun kode etik Unhas untuk Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa;
  5. menyusun rencana strategis Unhas untuk diusulkan dan ditetapkan oleh MWA;
  6. menyusun dan mengubah rencana kerja dan anggaran tahunan berdasarkan rencana strategis Unhas untuk diusulkan dan ditetapkan oleh MWA;
  7. mengelola penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi sesuai dengan rencana kerja dan anggaran tahunan;
  8. mengangkat dan memberhentikan wakil Rektor, pimpinan unit di bawah Rektor, dan pegawai Unhas berdasarkan Statuta Unhas serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  9. menjatuhkan sanksi kepada Sivitas Akademika dan Tenaga Kependidikan yang melakukan pelanggaran terhadap norma, etika, dan/atau peraturan akademik, sesuai dengan Statuta Unhas, Peraturan MWA, Peraturan Rektor, serta ketentuan peraturan perundang-undangan;
  10. bertindak keluar untuk dan atas nama Unhas sesuai dengan ketentuan dalam Statuta Unhas;
  11. mengelola seluruh kekayaan Unhas dan secara optimal memanfaatkannya untuk kepentingan Unhas;
  12. mengangkat, membina, memindahkan, mengembangkan, dan memberhentikan pegawai Unhas;
  13. menerima, mengangkat, membina, mengembangkan dan memberhentikan Mahasiswa;
  14. menyelenggarakan akuntansi dan pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku;
  15. menyelenggarakan sistem informasi manajemen yang andal untuk mendukung penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi, kemahasiswaan, kealumnian, akuntansi dan keuangan, kepegawaian, serta sarana dan prasarana;
  16. menyampaikan dan mempertanggungjawabkan laporan tahunan Unhas kepada MWA;
  17. mengusulkan pengangkatan profesor kepada Menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan;
  18. membina dan mengembangkan hubungan baik dengan alumni, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat serta mengembangkan jejaring nasional dan internasional;
  19. mengajukan usul penyusunan Peraturan MWA atau perubahannya kepada MWA;
  20. mengelola satuan usaha dan dana abadi Unhas; dan
  21. melaksanakan kewenangan lain yang ditetapkan oleh MWA.

 

SA mempunyai tugas dan wewenang (Pasal 32 Statuta Unhas):

  1. menyusun dan menetapkan kebijakan akademik mengenai:
    • kurikulum Program Studi;
    • persyaratan akademik untuk pembukaan, perubahan, dan penutupan Program Studi;
    • persyaratan akademik untuk pemberian gelar akademik dan persyaratan akademik untuk pemberian penghargaan akademik.
  2. menetapkan kode etik Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa;
  3. mengawasi pelaksanaan kebijakan akademik sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
  4. mengawasi pelaksanaan kebijakan penjaminan mutu;
  5. mengawasi dan mengevaluasi pencapaian proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan mengacu pada tolok ukur yang ditetapkan dalam rencana strategis, dan menyarankan usulan perbaikan kepada Rektor;
  6. mengawasi pelaksanaan kebijakan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan;
  7. merekomendasikan kepada Rektor pemberian dan/atau pencabutan gelar kehormatan setelah mendapat pertimbangan DP;
  8. mengawasi pelaksanaan tata tertib akademik;
  9. mengawasi pelaksanaan kebijakan penilaian kinerja dosen;
  10. memberikan pertimbangan kepada Rektor dalam pengusulan jabatan profesor;
  11. merekomendasikan sanksi terhadap pelanggaran norma, etika, dan peraturan di bidang akademik oleh Dosen dan Mahasiswa kepada Rektor;
  12. menyusun rencana induk pengembangan Unhas bersama Rektor, untuk selanjutnya diusulkan kepada MWA;
  13. memberikan pertimbangan kepada MWA tentang rencana strategis, serta rencana kerja dan anggaran tahunan yang diusulkan Rektor;
  14. memberikan pertimbangan kepada MWA tentang kinerja akademik Rektor;
  15. memberikan pertimbangan kepada MWA tentang usulan Peraturan MWA atau perubahannya yang diusulkan oleh Rektor;
  16. mengusulkan calon Rektor kepada MWA;
  17. secara proaktif menjaring dan memperhatikan pandangan masyarakat akademik dan masyarakat umum untuk pengembangan Unhas;
  18. menyusun dan mengusulkan peraturan MWA dalam bidang kebijakan akademik; dan
  19. menyampaikan laporan kegiatan tahunan kepada MWA.