Universitas Hasanuddin dan PT. Bio Farma Tanda Tangani MOU

21 Feb 2019 , admin00 Akademik

Universitas Hasanuddin (Unhas) menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan PT. Bio Farma (Persero) di Ruang Senat Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kamis (21/2/2019).  Acara yang berlangsung pukul 10.30 WITA ini dihadiri oleh Rektor Unhas (Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA), Komisaris Utama PT. Bio Farma (Dr. dr. Farid Husain), Direktur Utama PT. Bio Farma (Dr. M. Rahman Roestam, S.Si, MBA), Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama (Prof. Dr. dr. Nasrum Masi), para dekan di lingkungan Unhas, dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi, dan sejumlah tamu undangan.
 
PT. Bio Farma merupakan perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia, yang memiliki sejarah panjang.  Perusahaan penyedian obat-obatan dan vaksin ini merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah beroperasi sejak tahun 1890, atau telah berusia 129 tahun.  Dengan sejarah panjang tersebut, Bio Farma telah mencatatkan sejumlah prestasi gemilang, dan kini sedang dalam langkah menjadi perusahaan kelas dunia dengan visi “To Be World Class Livescience Company With Global Competitiveness”.
 
Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menyambut hangat kerja sama dengan PT. Bio Farma ini.  Dalam sambutannya, Prof. Dwia mengatakan bahwa implementasi kerja sama ini di pihak Unhas akan dilaksanakan oleh Fakultas Farmasi, yang merupakan fakultas dengan capaian gemilang.
 
“Fakultas Farmasi ini terhitung masih muda, usianya baru 12 tahun.  Namun peminatnya luar biasa besar.  Kami setiap tahun harus menyetop pendaftar, baik di program sarjana maupun profesi.  Peminatnya selalu membludak.  Kami selalu berkomitmen bahwa yang terpenting dari lembaga pendidikan tinggi itu bukan berapa banyak yang diterima, tetapi bagaimana kualitasnya.  Hal ini terbukti, kini Farmasi Unhas sedang divisitasi oleh asesor internasional ASIIN. Jadi, standar pendidikan di Farmasi sudah berstandar internasional,” kata Prof. Dwia yang disambut tepuk tangan hadirin.
 
Sebagai bagian dari upaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas, maka kerja sama dengan pihak industri sangat dibutuhkan. Itulah yang mendasari kerja sama dengan Bio Farma ini.  “Kami menyadari, bahwa jika ingin menjadi besar kita harus bersama yang besar.  Bio Farma ini kita tahu merupakan perusahaan farmasi terdepan di Indonesia dan telah diakui dunia.  Maka, kami ingin menghasilkan apoteker berstandar internasional, salah satunya adalah melalui kerja sama ini,” lanjut Prof. Dwia.
 
Di bagian akhir, Prof. Dwia menjelaskan bahwa kerja sama ini juga diharapkan dapat menjadi kontribusi Unhas untuk menghasilkan obat-obatan hasil penelitian dari Unhas, sehingga bisa membantuk peningkatakan produksi obat dan vaksin baru yang mengeksplorasi kekayaan lokal.
 
Pada kesempatan lain, Komisaris Utama PT. Bio Farma, Dr. dr. Farid Husain menjelaskan bahwa dirinya sangat mendukung kerja sama ini, dengan semangat untuk melakukan proses pembelajaran bersama.
 
“Bio Farma masuk ke kampus karena butuh dukungan pemikir. Kita ketahui, ilmu farmasi terus berkembang dimana kampus adalah tempat penyayaan ilmu tersebut.  Kita hadir disini karena ingin agar Bio Farma juga terus melakukan proses pembelajaran, bersama-sama dengan kampus dalam semangat kemitraan.  Kita ingin agar Bio Farma dan Unhas bersama-sama dalam menghasilan produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Dr. Farid.
 
Dr. Farid juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat akan ada holding pharmacy Indonesia, yaitu semacam konsorsium perusahaan farmasi yang beranggotakan seluruh perusahaan farmasi di Indonesia.  “Bio Farma ditunjuk oleh pemerintah untuk menjadi pemimpin dalam holding pharmacy ini,” jelasnya.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT. Bio Farma, Dr. M. Rahman Roestam, S.Si, MBA menyatakan kegembiraannya dapat menjalin kerja sama secara institusi dengan Unhas.  Beliau menegaskan bahwa secara parsial, perusahaannya telah melibatkan beberapa person dari Unhas untuk berbagai kegiatan penelitian.  Dengan kerja sama ini, dirinya yakin akan makin memperkuat kemitraan yang telah terbangun.
 
“Gagasan untuk memformalkan kerja sama ini muncul ketika pada tahun 2018 lalu, sekitar bulan Juli, saya mendampingi Menteri Kesehatan ketika ada Program Imunisasi Nasional.  Kita kemudian menyadari bahwa banyak masyarakat yang belum paham sepenuhnya mengenai imunisasi ini.  Di Kawasan Timur Indonesia kita belum ada partner.  Maka, saya bertemu dengan guru-guru saya di Unhas ini kita mulai gagas untuk membangun kemitraan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat, yang terwujud dalam penandatanganan MOU hari ini,” kata Dr. Rahman yang dipercaya sebagai Direktur Utama Bio Farma sejak Januari 2018 lalu.
 
Dr. Rahman selanjutnya menjelaskan bahwa Indonesia ini memiliki kekayaan biodiversity nomor tiga di dunia setelah Brazil dan Kongo.  Ini merupakan potensi keanekaragaman untuk menghasilkan obat-obatan dan vaksin herbal.  “Kita perlu mengoptimalkan potensi ini, melalui riset intensif bersama perguruan tinggi,” kata Dr. Rahman.
 
Sebagai tindak lanjut pertama dari MOU ini, PT. Bio Farma dan Fakultas Farmasi Unhas akan segera menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada bulan Maret 2019 ini, khusus untuk program magang bersertifikat bagi mahasiswa program sarjana dan profesi apoteker.(*)
 
 
Editor: Ishaq Rahman

Baca juga :