Unhas Terima 6.303 Mahasiswa Baru Dalam Acara P2KBN

13 Aug 2018 , admin00 Akademik

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA memberikan sambutan selamat datang kepada 6.303 mahasiswa baru.(Foto: Humas Unhas)

Universitas Hasanuddin menyelenggarakan acara penyambutan mahasiswa baru 2018 yang bertajuk Penerimaan dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara (P2KBN) di Gedung Olahraga (GOR) Unhas pada Senin (13/08) pukul 08.30 WITA.  Kegiatan penerimaan mahasiswa baru ini dihadiri  oleh Rektor, para Wakil Rektor, Sekretaris Universitas, Ketua dan anggota Majelis Wali Amanat, Ketua, Sekretaris dan anggota Senat Akademik,  para Dekan Fakultas, Ketua dan Sekretaris Lembaga, Direktur, dan Kepala Biro se-Unhas.
 
Kegiatan penyambutan Maba tersebut diawali dengan persembahan tarian oleh UKM Tari, lalu diikuti pembacaan doa dari Drs. H. Sulaiman Gosalam, pembukaan acara oleh Rektor Unhas, laporan WR III, pembacaan Pernyataan Sikap Mahasiswa, penandatanganan Pakta Integritas Mahasiswa Baru oleh sejumlah mahasiswa yang mewakili, Pengukuhan Mahasiswa Baru, Pemasangan Jas Almamater oleh Rektor, lagu Mars Unhas, penyerahan nama-nama Maba oleh Rektor kepada masing-masing dekan, pidato sambutan Rektor, Hymne Unhas, terakhir penutupan oleh Rektor.
 
Acara penerimaan mahasiswa baru ini diikuti oleh sebanyak 6.303 orang yang diterima melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, Jalur Mandiri, dan Afirmasi ADIK Papua dan 3T. mahasiswa baru yang diterima terdiri atas:
1. Fakultas Ekonomi dan Bisnis = 436 orang
2. Fakultas Hukum = 493 orang
3. Fakutas Kedokteran = 481 orang
4. Fakultas Teknik = 1.104 orang
5. Fakultas Isipol = 548 orang
6. Fakultas Imu Budaya = 450 orang
7. Fakultas Pertanian = 654 orang
8. Fakultas MIPA =  452 orang
9. Fakultas Peternakan = 247 orang
10. Fakultas Kedokteran Gigi = 143 orang
11. Fakultas Kesehatan Masyarakat = 286 orang
12. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan = 419 orang
13. Fakultas Kehutanan = 212 orang
14. Fakultas Farmasi = 161 orang
15. Fakutas Keperawatan = 217 orang
 
Dalam laporan singkatnya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. drg. Arsunan, M.Kes mengatakan penerimaan mahasiswa baru ini dirangkaikan dengan kegiatan pembinaan kesadaran bela negara untuk membentuk karakter dan perilaku mahasiswa baru yang kuat, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan. 
 
“Dalam Penerimaan dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara ini kami mengambil tema Membangun Karakter Maritim di Era Industri 4.0. Tema ini diangkat untuk menyiapkan mahasiswa baru dalam menghadapi dinamika industri 4.0, dan dapat memahami fenomena globalisasi dan revolusi industri 4.0,” kata Prof Arsunan dalam laporannya.  
 
Sementara itu dalam pidato sambutannya, Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih dan diterima menjadi mahasiswa Unhas. 
 
“Anda semua telah menjadi bagian dari institusi dengan tradisi belajar, meneliti, dan mengabdi pada masyarakat yang kuat. Sesuai dengan lirik Mars Unhas yang kita nyayikan bersama, yaitu Iman, Ilmu, Amal, Padu Mengabdi. Untuk itu, Anda patut bersyukur dan berbangga atas keberhasilan dan pencapaian sebagai mahasiswa Universitas Hasanuddin,” ucap Rektor di awal sambutannya. 
 
Prof Dwia mengatakan, jumlah peminat Unhas pada jalur SNMPTN tahun 2018 ini sebanyak 62.354 orang. Namun yang diterima Unhas hanya 2.226 orang, atau sebesar 3.62 persen. Sedangkan jumlah peminat jalur SBMPTN sebanyak 83.741 orang, yang diterima hanya 3.076 orang atau 3.6 persen. Pendaftar jalur Mandiri JNS dan POSK mencapai 4.290 orang, dan yang lulus hanya 904 orang. Mahasiswa untuk jalur kerja sama dan afirmasi sebanyak 67 orang, serta 39 orang kelas internasional. 
 
“Berdasarkan jumlah pendaftar jalur SBMPTN tahun 2018, Unhas merupakan PTN paling diminati kedua tertinggi pada bidang saintek di antara seluruh perguruan tinggi  negeri. Fakta ini menggambarkan, minat masyarakat, khususnya calon mahasiswa baru terhadap Unhas sangat tinggi,” kata Prof Dwia.
 
Di depan ribuan mahasiswa baru, Rektor Unhas dengan bangga menyatakan bahwa pilihan Unhas sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan merupakan opsi yang tepat karena Unhas telah dipercaya oleh pemerintah menjadi PTNBH, dimana sejak tahun 2012 Unhas telah memperoleh akreditasi institusi dengan kategori unggul atau A, dan telah memiliki program studi yang terakreditasi A sebanyak 78 persen dari 60 program studi sarjana, serta memiliki 11 program studi yang mendapat pengakuan internasional dari AUN QA dan ABEST 21. 
 
Selain itu, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu memberikan sejumlah wejangan kepada mahasiswa baru agar dapat memanfaatkan waktu studi dengan sebaik-baiknya di kampus dengan mengasah dan menunjukkan kemampuan akademik yang unggul dan menghasilkan soft skill yang baik. Para mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu, sehingga berkontribusi signifikan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas serta nama baik institusi. 
 
“Para mahasiswa dapat berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan kemahasiswaan untuk mengembangkan kapasitas diri di UKM dan lembaga mahasiswa tingkat jurusan dan fakultas dalam bidang penalaran dan keilmuan, pengembangan karakter, minat bakat, dan bidang kewirausahaan,” kata Prof Dwia.
 
Dengan rasa bahagia Rektor Unhas juga menyatakan bahwa pada tahun ini Unhas menempati peringkat ke-4 yang terbanyak meloloskan tim pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) dengan jumlah 16 tim. Prestasi itu tentunya akan menjadi pelecut semangat mahasiswa baru untuk berprestasi dan memberikan kebanggaan bagi Unhas. “Saya berharap prestasi Anda semua akan lebih baik di masa akan datang,” harap Guru Besar Ilmu Sosiologi itu.
 
Acara P2KBN tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh AKBP Muhammad Darwis, SH.MH dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, dengan tema persentasi Bahaya Radikalisme dan Terorisme. Sebelum paparan meteri itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono memberikan sambutan pengantar tentang pentingnya materi radikalisme dan terorisme bagi mahasiswa baru karena menjadi sasaran empuk para penebar paham radikal dan teror.  Sehingga melalui pemaparan materi tersebut, mahasiswa baru yang akan belajar di Unhas bisa selalu terjaga dari paparan ideologi radikal yang merusak dan memecah belah bangsa Indonesia.(*)

Baca juga :