Unhas Tanda Tangani MOU dengan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dan Kabupaten Maybrat, Papua Barat

24 Apr 2018 , admin00 Kerjasama

Wakil Rektor Bidang Akademik menyerahkan cinderamata kepada Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM dan Kepala Balitbangda Kab. Majene, Abdu; Hamid Haris, usai penandatanganan MOU.

Sebagai salah satu mandat tri darma perguruan tinggi, Unhas dituntut untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan, antara lain dengan membangun kemitraan untuk pemanfaatan hasil riset dan ilmu pengetahuan bagi kemashlahatan masyarakat.

Dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut, hari ini, Selasa (24/4/2018) bertempat di Ruang Rapat Rektor, lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, berlangsung penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara Unhas dengan dua kabupaten, yaitu Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dan Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat.

Acara penandatanganan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas, Prof. Dr. Junaedi Muhidong (mewakili Rektor Unhas), Dekan Fakultas Pertanian, Sekretaris Publication Management Center (PMC) Unhas, dan Kepala Staf Sekretariat Rektor Unhas.  Hadir pula Abdul Hamid Haris (Kepala Balitbangda Kabupaten Majene) bersama staf, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Majene, serta Drs. Bernard Sagrim, MM (Bupati Maybrat) beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Unhas mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kedatangan wakil dari Pemkab Majene, serta Bupati Maybrat beserta rombongan.  “Kami memiliki sekutar 1.700 dosen, sekitar 1.000 diantaranya bergelar doktor berbagai disiplin ilmu, serta sekitar 300 diataranya adalah profesor.  Ini adalah sumber daya yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah masyarakat,” papar Prof. Junaedi.

Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM yang merupakan alumni Fakultas Pertanian Unhas ini menyatakan kebahagiaannya akhirnya kembali lagi menginjakkan kaki di Unhas setelah lulus tahun 1998 lalu.  Ia mengemukakan keinginannya untuk bermitra dengan Unhas agar dapat membantu pembangunan di wilayahnya. “Kabupaten Maybrat adalah satu-satunya wilayah di Propinsi Papua yang memiliki penduduk asli 100%.  Disana tidak ada pendatang.  Kami memiliki potensi pembangunan bidang pertanian dan pertambangan. Ada emas dan tembaga di sana.  Tapi saya sudah berkomitmen tidak akan mengeksploitasi tambang kami.  Saya tidak ingin merusak lingkungan, danau, dan alam kami di sana.  Saya ingin pertanian dikembangkan agar lingkungan hidup terjaga,” kata Bernard dengan penuh antusias.

Maksud kedatangannya ke Unhas, khususnya ke Fakultas Pertanian adalah dalam rangka mewujudkan mimpinya, membangun daerah dengan keunggulan bidang pertanian.  “Saya ingin ada satu capaian ikonik dalam bidang pertanian yang bisa saya banggakan untuk daerah saya.  Di daerah kami, ada tanaman talas dan ubi jalar, ini komoditas utama.  Sudah puluhan tahun ada hama yang menyerang, kita tidak tahu hama apa itu.  Ini saya ke Unhas untuk minta bantuan.  Saya ingin masyarakat saya berkebun, kita menghasilkan makanan. Kita bisa punya sumber makanan, dan bisa beri makan orang daerah lain,” lanjut Bupati Bernard.

Sementara itu, Kepala Balitbangda Kabupaten Majene yang mewakili Bupati Majene mengemukakan bahwa maksud kedatangan mereka dan membuat MOU dengan Unhas ini adalah untuk mendukung visi daerah.  “Kabupaten Majene sekarang diarahkan untuk menjadi daerah pendidikan di Sulawesi Barat.  Bupati ingin kita bekerja sama sehingga kami bisa dibantu.  Sekarang kami sudah ada MOU dalam bidang pendidikan dengan BPPT, UNM, dan FDI.  Dengan Unhas ini adalah MOU keempat.  Setelah ini, kita akan segera membahas implementasinya. Pak Bupati akan hadir ke Unhas untuk membahas hal ini,” kata Abdul Haris.

Acara penandatanganan MOU diakhir dengan tukar menukar cendera mata.  Dalam waktu dekat, baik pihak Pemkab Majene maupun Pemkab Maybrat selanjutnya akan membahas implementasi dari MOU ini dalam bentuk aktivitas konkrit.(*)

 


Baca juga :