Unhas Role Model Testing Massal Bagi Tenaga Kependidikan

19 Jun 2020 , admin-02 Akademik

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas (Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med.Ed)

Universitas Hasanuddin menggelar rapid test massal bagi tenaga kependidikan pada Selasa dan Rabu (16 dan 17 Juni 2020).  Test massal ini bertujuan melakukan pra deteksi dini Covid-19, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan dan penghentian penularan yang terukur.
 
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med.Ed., menyambut hangat rapid test massal ini.  Menurutnya, langkah Unhas seharusnya menjadi role model testing massal bagi tenaga kependidikan.
 
Menurut Aminuddin, Unhas telah memberikan contoh yang baik kepada masyarakat untuk melakukan testing Covid-19. Hal ini seharusnya menjadi contoh bagi seluruh lembaga pendidikan dan instansi yang melakukan pelayanan agar dapat melakukan testing masif.  Apalagi, langkah ini sejalan dengan program Trisula penanganan Covid-19 yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
 
"Testing massif adalah bagian dari program pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.  Terlepas dari itu, rapid test penting untuk menscreening awal tenaga kependidikan, memastikan mereka aman dari Covid-19 sebelum kembali berinteraksi dengan mahasiswa,” kata Aminuddin.
 
Unhas saat ini sedang dalam masa semester antara.  Kegiatan belajar mengajar untuk Semester Akhir tahun akademik 2019/2020 telah berakhir, sementara proses pembelajaran Semester Awal 2020/2021 baru akan dimulai pada Agustus 2020.  Artinya, tidak lama lagi, tenaga kependidikan akan berinteraksi dengan mahasiswa dan masyarakat.
 
“Dengan melakukan rapid test, jika ada diantara tenaga kependidikan yang reaktif, maka akan diproses lanjut dengan test swab. Jika ditemukan positif, maka akan diistirahatkan hingga sembuh.  Hal ini akan sangat berdampak pada penghentikan pada laju penyebaran Covid-19,” kata Aminuddin.
 
Sebelum melayani banyak orang, terutama proses penerimaan mahasiswa baru, maka seluruh tenaga kependidikan harus benar benar sehat dan aman dari Covid-19. Hal ini untuk dimaksudkan agar pelayanan dapat dilakukan dengan nyaman dan aman.(*/mir)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :