Unhas Peroleh Individual Performance Excellence Award dari Tiongkok

14 Dec 2016 , Humas01 Akademik

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu didampingi Prof.Lim (President Nanchang University) dan Prof.Drs.Burhanuddin Arafah, M.Hum., Ph.D.(Dekan FIB Unhas).

Universitas Hasanuddin memperoleh Individual Performance Excellence Award dari  pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), 10 Desember 2016 dalam suatu acara di Kunming, Tiongkok. Rektor Unhas Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. didampingi Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas Prof.Drs. Burhanuddin Arafah, M.Hum, Ph.D, menerima langsung penghargaan yang berbentuk medali perak tersebut dalam acara yang dirangkaikan pelaksanaan  XIth Confucius Institute Conference.

Penghargaan tersebut sangat istimewa dan diberikan kepada Unhas atas jasa-jasanya mengembangkan program Pendidikan Bahasa Mandarin yang kini sudah berjalan lima tahun. Unhas menjadi salah satu dari enam perguruan tinggi di Indonesia yang melaksanakan Program Pendidikan Bahasa Mandarin dan satu-satunya perguruan tinggi yang memperoleh penghargaan tersebut di Indonesia. Selain Unhas mewakili Indonesia, juga ada perguruan tinggi lain dari 9 negara (dari 140 negara) yang memiliki Program Bahasa Mandarin yang menerima penghargaan yang sama.

‘’Unhas memperoleh penghargaan ini karena dianggap berhasil melaksanakan program Pendidikan Bahasa Mandarin. Selain melaksanakan kegiatan di kampus, Unhas juga membuka cabang program sejenis di Perguruan Athirah Makassar, di Tomohon Sulawesi Utara, dan tahun depan di Universitas Udayana (Unud) Denpasar Bali,’’ kata Rektor Unhas, Dwia Aries Tina Pulubuhu, Selasa (13/12/2016), kemudian menambahkan, khusus di Bali diperuntukkan bagi kepentingan pariwisata.

Dwia mengatakan, Program Bahasa Mandarin di Unhas mendatangkan tenaga dosen dari Tiongkok, selain tenaga lokal Makassar. Peserta pendidikan yang hingga kini sudah mencapai ribuan orang, tidak hanya para mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum. Selain melaksanakan aktivitas pembelajaran bahasa Mandarin, Unhas bekerja sama dengan Yayasan Chengho  dan Paguyuban Tionghoa di Makassar juga menghelat berbagai aktivitas kebudayaan. Bahkan, Tiongkok secara rutin mengirim tim kesenian ke Unhas ikut meramaikan aktivitas budaya tersebut.

Unhas juga sudah memperoleh kompetensi mengeluarkan sertifikat kepada para pembelajar sebagai legalitas bagi peserta. Dwia mengatakan, Unhas juga berencana mengirim 30-40 orang siswa ke Tiongkok mengikuti studi lanjutan. Hingga kini, hampir 500 siswa dikirim ke negeri Tirai Bambu tersebut. 

Dwia mengatakan, tahun depan Unhas secara resmi membuka Program Studi Bahasa Mandarin, setara dengan program studi lainnya yang sudah ada di FIB Unhas. Kerja sama lain yang akan digagas melalui pintu masuk linguistik ini adalah dalam bidang herbal medicine yang diperkirakan berlangsung akhir Ramadan tahun depan. Sebelumnya Unhas pernah bekerja sama dalam bidang bakupuntur dengan Xiamen University,

‘’Kita selama ini lebih ekspansif,’’sebut Dwia, ’’karena menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang melaksanakan kerja sama langsung dengan pemerintah Tiongkok, dalam hal ini Menteri Pendidikan. Perguruan tinggi lain justru bekerja sama antar-universitas. Unhas juga akan mengusulkan, jika gurunya cukup, cabang yang di Tomohon dapat membangun kelas tersendiri’’.

Pemerintah China setiap tahun menyediakan biaya bagi  sedikitnya 2.000 orang belajar bahasa Mandarin di negeri itu. Unhas selama ini selain bermitra langsung dengan pemerintah China juga menjalin kerja sama dalam bentuk sister university dengan Nanchang University Tiongkok.(*).. .   

Baca juga :