Unhas Lampaui Target Jumlah Mahasiswa dari Daerah Tertinggal

20 Dec 2019 , admin-02 Akademik

Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Gathering Night bersama Mitra dan Donatur. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus memaparkan capaian yang didapatkan Unhas atas dukungan dan bantuan para mitra dan donatur. Kegiatan  berlangsung mulai pukul 19.00 Wita di Novotel Hotel, Makassar, Jumat (20/12).
 
Turut hadir Rektor Unhas (Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA), para Wakil Rektor,  Dekan lingkup Unhas, para Direktur, Kepala Biro, dan ratusan tamu undangan.
 
Acara diawali dengan paparan Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, Ph.D.  Dalam presentasinya yang diberi judul Unhas CANTIK (Capaian, Terobosan, Inovasi, dan Kiprah) ini, Suharman memaparkan kondisi aktual kampus terbesar di kawasan Timur Indonesia ini.
 
“Dukungan yang diberikan oleh seluruh mitra dan donatur kepada Unhas merupakan pilihan yang tepat. Saya akan menjelaskan capaian Unhas, yang juga merupakan bentuk pertanggung jawaban publik kami, terutama kepada mitra dan donatur. Dengan kata lain, inilah hasil dari sumbangsih dan kontribusi Bapak Ibu sekalian,” kata Suharman membuka paparannya.
 
Dalam presentasinya, Suharman menjelaskan secara garis besar visi yang ingin dicapai Unhas, langkah strategis yang telah dilakukan, capaian-capaian, serta tantangan yang dihadapi.
 
 
“Sebagai PTN Badan Hukum, pemerintah memberi mandat kepada Unhas untuk menerima minimal 20% mahasiswa dari daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, atau daerah 3T.  Ini mandat yang jelas, tertuang dalam statuta. Jadi ini kewajiban,” kata Suharman.
 
Untuk mencapai mandat tersebut, Unhas tidak mungkin dapat berjalan sendiri. Memberi peluang kepada mahasiswa asal daerah 3T berarti harus menyiapkan mereka dukungan pendanaan melalui beasiswa.
 
Tahun 2019, Unhas dapat melampaui mandat statuta tersebut.  Saat ini, dari 25.942 mahasiswa aktif untuk program strata satu, sebanyak 7.125 atau 28,43% mahasiswa aktif Unhas adalah penerima beasiswa. 
 
“Donatur yang memberi beasiswa kepada mahasiswa kami berasal dari 50 institusi.  Kami mengucapkan terima kasih yang sebesarnya. Capaian ini bukan hanya untuk Unhas, tetapi merupakan wujud kolaborasi bersama untuk mencapai SDM Unggul yang menjadi cita-cita bangsa,” kata Suharman.
 
Pada pertemuan, turut hadir pula wakil-wakil dari Donator dan Mitra Unhas yang berasal dari berbagai kalangan. Selain lembaga pemerintah pusat (seperti Kementerian dan Lembaga Negara), juga terdapat sejumlah Pemerintah Daerah, Perusahaan Swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Lembaga Amal, dan Yayasan.
 
Pada kesempatan ini juga hadir wakil dari BUMN yang tergabung dalam Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB). Dalam program ini, sebanyak 22 BUMN turut ambil bagian dan telah berjalan selama satu tahun.
 
Para mitra dan donatur yang hadir menyampaikan rasa puas dan bangga atas capaian dan prestasi mahasiswa Unhas.  Mereka mengungkapkan Unhas merupakan mitra yang paling aktif dengan segala potensi dan prestasi membanggakan.
 
 
Wakil dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyampaikan penerima beasiswa Baznas diberi kesempatan untuk mengikuti kompetisi pelatihan ke Amerika Serikat.  Dalam seleksi yang diikuti oleh lebih 700 mahasiswa penerima beasiswa Baznas dari seluruh Indonesia, wakil dari Universitas Hasanuddin berhasil lolos dan menjadi satu-satunya yang akan dikirim mengikuti program ini. Hal ini menunjukkan besarnya potensi mahasiswa Unhas, yang semakin menguatkan Baznas untuk terus mendukung pengembangan mahasiswa.
 
Begitu juga apa yang disampaikan oleh perwakilan dari Tanoto Foundation, yang telah aktif memberikan beasiswa sejak tahun 2006. Mulai tahun 2014, Tanoto Foundation juga mengalokasikan beasiswa kepada mahasiswa Unhas.  Saat ini  ada dua penerima Beasiswa Tanoto Foundation asal Unhas yang berhasil lolos seleksi ke Amerika.
 
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA. mengungkapkan terima kasih kepada mitra dan donatur Unhas atas kerjasama yang selama ini terjalin strategis. 
 
“Unhas saat ini menghadapi tantangan yang tidak kecil, selain tuntutan lingkungan yang berubah, juga ekspektasi masyarakat semakin tinggi.  Alhamdulillah, dengan kehadiran Bapak Ibu mitra dan donatur menunjukkan kepercayaan kepada kami.  Selain melalui beasiswa, kami juga melakukan kerja sama akademik lainnya, kerja sama penelitian, pengabdian masyarakat dan sebagainya,” kata Prof. Dwia.
 
Wujud kerja sama akademik dan kelembagaan yang dilakukan antara lain melalui kerja sama pembukaan Program Studi yang dibutuhkan suatu institusi atau daerah, dengan sinergi yang setara. Unhas dapat membuka program studi yang dibutuhkan perusahaan, dengan tenaga pengajar yang juga dapat berasal dari perusahaan tersebut.
 
“Bahkan, dengan pemerintah daerah kita tawarkan untuk membuka program studi di daerah bersangkutan. Kita sedang proses pembukaan Program Studi Vokasi di Sidrap, kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Jadi, kalau ada Unhas Makassar, Fakultas Teknik kita sebut Unhas Gowa, nanti akan ada juga Unhas Sidrap,” kata Prof. Dwia yang disambut applaus hadirin.
 
Kegiatan yang berakhir pukul 22.00 Wita ditutup dengan penyerahan sertifikat apresiasi kepada Mitra dan Donatur Unhas sekaligus foto bersama.(*)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :