Unhas Kembangkan Pengelolaan Gula Aren Sebagak Produk Unggulan Daerah

20 Nov 2020 , admin-02 Akademik

Tim Peneliti Universitas Hasanuddin memperoleh pendanaan dari Program Desa Berinovasi Tahun 2020. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Deputi Bidang Penguatan Inovasi, Kementerian Riset dan Teknologi Nomor: 01/F/PPK/2020. 
 
Judul proposal yang diajukan tim peneliti Unhas adalah "Inovasi Pengolahan Gula Aren sebagai Produk Unggulan Daerah dalam Rangka Implementasi Model Desa Berinovasi di Desa Bonto Sinala Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan". Proposal ini  berhasil memperoleh pendanaan sebesar 250 juta.
 
Pada kesempatan wawancara, Jumat (20/11) bersama Syahidah, S.Hut., M.Si., Ph.D., selaku ketua tim menyampaikan bahwa inovasi ini hadir sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya, untuk menguatkan kapasitas kelompok tani di daerah terkait. Sekaligus bentuk dukungan bagi perkembangan usaha gula aren sebagai produk unggulan masyarakat Desa Bonto Sinala, Sinjai.
 
"Output yang kami harapkan adalah memastikan semua sarana dan prasarana produksi yang meliputi peralatan, mesin dan rumah produksi siap untuk melakukan uji coba. Sekaligus meluncurkan produk inovasi gula aren kepada masyarakat, memperkenalkan produk yang dihasilkan, dan paling utama adalah terbentuknya model contoh desa berinovasi bagi Desa Bonto Sinala, khususnya dalam produk gula aren," jelas Syahidah.
 
Selama penyusunan proposal, Syahidah menuturkan tantangan yang dihadapi terletak pada bagaimana memadukan sinergitas dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang merupakan stakeholder baru dalam sistem klaster inovasi yang telah berjalan sebelumnya. 
 
Meskipun demikian, karena proposal desa berinovasi merupakan implementasi dari program klaster inovasi Gula Aren sebagai Produk Unggulan Daerah (PUD) Kabupaten Sinjai yang telah dilakukan sebelumnya di lokus yang sama, maka proposal tersebut telah memiliki arah yang jelas. 
 
"Proposal ini merupakan pelaksanaan kegiatan yang harus segera dilakukan untuk mengembangkan beberapa luaran yang telah dicapai pada tahun-tahun sebelumnya guna mendukung pengembangan desa berinovasi di Desa Bonto Sinala," sambung Syahidah.
 
Diakhir wawancara, Syahidah menuturkan hal ini menjadi suatu potensi yang besar dan sangat menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat Desa Bonto Sinala khususnya dan masyarakat Kabupaten Sinjai pada umumnya jika dikembangkan dan dikelola dengan baik. 
 
Olehnya itu, menurut Syahidah, desa Bonto Sinala perlu didorong sebagai role model pengembangan desa berinovasi melalui implementasi inovasi pengolahan gula aren dengan menggunakan teknologi dalam proses pengolahan dan pengembangan pemasarannya.(*/mir)

Nama-Nama Tim
 
Ketua : Syahidah, S.Hut., M.Si., Ph.D (Fakultas Kehutanan)
Anggota :
1. Prof. Dr. Ir. Amran Laga, MS. (Fakultas Pertanian)
2. Makkarennu, S.Hut., M.Si., Ph.D (Fakultas Kehutanan)
3. Andi Dirpan, STP., M.Si., Ph.D (Fakultas Pertanian)
4. Dr. Muhammad Syahid, ST., MT (Fakultas Teknik)
5. Dr. Andi Syahwiah, SH., MH (Fakultas Hukum)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :