Unhas Gelar Lokakarya Pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan

16 Jul 2019 , mirayanti110@gmail.com Akademik

 
 
Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Hasanuddin menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).  Acara yang digelar tanggal 16 – 18 Juli 2019 ini berlangsung di Hotel Four Point by Sheraton, Makassar.
 
Sebanyak 85 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 61 Kepala Program Studi, 16 Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas di lingkungan Unhas, serta staf akademik dan LPMPP Unhas. Acara ini diisi dengan materi yang dibawakan oleh Dr. Megawati Santoso, serta beberapa nara sumber dari internal Unhas.
 
Dr. Megawati adalah dosen Kimia ITB, reviewer Kemenristekdikti, anggota Majelis Pengembangan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, tim Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), tim Asean Qualification Reference Framework (AQRF), tim penyusun panduan kurikulum Dikti, dan tim penyusun Capaian Pembelajaran.
 
Sekretaris LPMPP Unhas, Ir. Rusnadi Padjung, M.Sc, Ph.D mengatakan bahwa kegiatan FGD ini merupakan rangkaian dari seri kegiatan untuk memperkuat pengukuran CPL.  Tujuan akhir dari rangkaian kegiatan ini adalah terimplementasinya CPL pada seluruh program studi di Unhas.
 
“FGD ini merupakan tahap penyamaan persepsi diantara Kaprodi dan GPM Fakultas tentang bagaimana pengukuran CPL itu dilakukan.  Hal ini sangat penting, karena CPL merupakan faktor yang dikenali dalam setiap instrumen akreditasi.  Dalam kerangka ABET, misalnya, dikenal istilah Student Outcome. Di metode ASIIN, namanya Intended Learning Outcome. Sementara dalam kerangka AUN-QA, namanya Expected Learning Outcome. Pada dasarnya semua itu adalah CPL,” kata Rusnadi.
 
CPL ini berbeda dengan grading atau penilaian mata kuliah.  Jika grading atau nilai itu hanya untuk satuan mata kuliah yang telah dilulusi, maka CPL itu lebih kepada pengukuran pencapaian kompetensi sebagaimana dirumuskan oleh setiap prodi.  CPL merupakan kompetensi yang diharapkan, yang kemudian diturunkan dalam bentuk mata kuliah-mata kuliah.
 
“Jadi kita ingin agar setiap prodi itu memiliki kemampuan menerapkan pengukuran kompetensi mahasiswanya, berdasarkan CPL masing-masing prodi,” kata Rusnadi.
 
Unhas melalui LPMPP rencananya akan mulai menerapkan pengukuran CPL untuk setiap lulusan, yang akan dituangkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah atau SKPI.  Selama ini, SKPI yang dikeluarkan Unhas baru mencakup soft-skill saja. Ke depannya, SKPI itu juga menggambarkan capaian pembelajaran bagi setiap lulusan.
 
Rusnadi juga menjelaskan bahwa pengukuran CPL ini menjadi makin strategis, sebab BAN-PT telah mengadopsinya dalam instrumen akreditasi versi 4.0 yang mulai berlaku sejak April 2019 lalu.  Bagi setiap Prodi yang akan mengajukan akreditasi atau re-akreditasi harus menerapkan pengukuran CPL.
 
“Untuk itulah kita berkomitmen agar pengukuran CPL ini dapat mulai diaplikasikan pada semester awal 2019/2020 bagi setiap program studi.  Dalam rangka mempersiapkan hal tersebut, setelah FGD ini akan kita lanjutkan lagi dengan pendalaman dan workshop lanjutan untuk penyusunan pengukuran CPL bagi setiap prodi di Unhas,” kata Rusnadi.
 
 
Editor : Ishaq Rahman

Baca juga :