Unhas dan Dirjen Diksi Gelar Diskusi Virtual Bahas Kelas Vokasi

26 Oct 2020 , admin-02 Akademik

Rektor Unhas (Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA) saat memberikan sambutan pengantar, Senin (26/10).

Sebagai salah satu mandat Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), Universitas Hasanuddin merancang strategi meningkatkan jangkauan tridarma pendidikan tinggi yang lebih luas. Salah satunya dengan membuka kelas vokasi.

Dalam rangka mengembangkan hal tersebut, Universitas Hasanuddin bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) menyelenggarakan diskusi guna membahas program vokasi yang jelas dan terarah.

Kegiatan berlangsung pukul 16.00 Wita di Ruang Senat Akademik Unhas, Lt 2 Gedung Rektorat Unhas dan terhubung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Senin (26/10).

Hadir dalam kegiatan Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., para wakil rektor, dekan lingkup Unhas, Direktur dan Kepala Biro lingkup Unhas dan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI (Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D).

Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., menyampaikan terima kasih atas kesediaan waktu dan informasi dari Dirjen Diksi untuk bersama-sama membicarakan pengembangan kelas vokasi yang sedang dijalankan oleh Unhas.

Lebih lanjut, Prof Dwia menyampaikan Unhas sebagai lembaga Pendidikan Tinggi memiliki peran dan tanggung jawab dalam mengembangkan potensi daerah sekitar, salah satunya melalui penyediaan SDM unggul dan berdaya saing sesuai potensi wilayah daerah setempat.

"Kami sudah buka kelas vokasi di tiga kabupaten yang disesuaikan dengan potensi daerah. Banyak daerah lain juga yang meminta kami untuk membuka kelas vokasi. Untuk itu, kami membutuhkan arahan yang jelas akan hal tersebut, sehingga kelas vokasi Unhas benar-benar sesuai dan terstruktur," jelas Prof Dwia.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., menjelaskan kelas vokasi hadir dengan menerapkan strategi utama “link and match” guna menghasilkan lulusan kompeten yang memiliki kemampuan softskill, berintegritas dan berdaya saing.

Untuk mendorong terbentuknya “link dan match” antara pendidikan vokasi dengan industri, maka dibutuhkan persiapan yang jelas dalam hal kurikulum, tenaga pengajar praktis dari industri, program magang yang terstruktur, training tenang pengajar oleh industri, dan beberapa hal yang mendukung akselerasi pendidikan vokasi dan industri.

"Outcome yang diharapkan dengan pendidikan vokasi adalah daya saing dan produktivitas industri naik pesat, yang tentunya bercampur pada pertumbuhan ekonomi meningkat karena memiliki SDM unggul dan kompeten," jelas Wikan.

Diakhir pemaparannya, Wikan menyampaikan terima kasih kepada Unhas yang mengoptimalkan pengembangan kelas vokasi sebagai pilar pengembangan lulusan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Setelah memberikan materi terkait pendidikan vokasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi. Para peserta dari lingkup sivitas akademika Unhas yang mengikuti kegiatan antusias memberikan pertanyaan, saran dan masukan terkait hal tersebut. Kegiatan berlangsung lancar hingga pukul 18.00 Wita.(*/mir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :