Tiga Mahasiswa Unhas Raih Prestasi pada Kompetisi Debat Mahasiswa

6 Oct 2020 , admin-02 Akademik

Tiga mahasiswa Universitas Hasanuddin mencatatkan prestasi pada ajang Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) tahun 2020, yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
 
KDMI merupakan Kompetisi debat tingkat nasional yang menggunakan Bahasa Indonesia. Di dalam debat, mahasiswa akan dihadapkan pada persoalan-persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan bangsa. Mahasiswa harus mampu menentukan posisi dan meyakinkan publik bahwa posisi mereka benar dan tepat. 
 
Tiga mahasiswa yang mencatatkan prestasi adalah Muhammad Nur Iksan (Hubungan Internasional, Fakultas ISIPOL, 2018), Meylinda (Hukum Administrasi Negara, Fakultas Hukum, 2018), dan Annisa Apriliani (Hubungan Internasional, Fakultas ISIPOL, 2018).  Ketiganya berhasil membawa Universitas Hasanuddin memperoleh medali perunggu.
 
Berdasarkan kategori pembicara terbaik, Nur Iksan berada pada urutan ke-5 (kelompok Peringkat I, medali emas).  Sementara Meylinda menempati urutan ke-14 (kelompok Peringkat III, medali perunggu).
 
Melalui wawancara pada Selasa (06/10), Meylinda menyampaikan terima kasih kepada pihak kampus dan seluruh pihak yang terlibat dalam membantu, mendukung serta memfasilitasi pengembangan akademik mahasiswa. 
 
Keterlibatan Meylinda dalam kompetisi ini dimaksudkan untuk mengetahui dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki khususnya dalam bidang debat. Sehingga, diharapkan setelah kegiatan tersebut ada tambahan ilmu yang diperoleh.
 
"KDMI ini adalah kompetisi tahunan bergengsi dari Pusat Prestasi Nasional bagi komunitas debat Indonesia yang pastinya sangat relevan bagi saya sebagai anggota UKM DBI. Selain untuk mengukur kemampuan diri, saya juga ingin berkontribusi mengharumkan nama Unhas," jelas Meylinda.
 
Sejalan dengan Meylinda, Annisa juga menjelaskan kompetisi debat yang diselenggarakan oleh Kemendikbud tersebut dimanfaatkan sebagai salah satu tolak ukur dalam mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Melalui kompetisi ini, Annisa juga dapat menambah ilmu dan wawasan pengetahuan mengingat cakupan isu yang diperdebatkan dalam lomba sangat luas.
 
Selama persiapan hingga perlombaan berlangsung, keduanya mengakui ada tantangan tersendiri yang dirasakan. Selain masalah manajemen waktu antara latihan dan perkuliahan, jadwal kompetisi yang ketat serta adaptasi kondisi juga menjadi tantangan tersendiri.
 
Pada pelaksanaan KDMI Nasional Tahun 2020, Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakannya dengan metode daring (online), sehingga para peserta bisa mengikuti kegiatan kompetisi dari kediaman atau tempat tinggal masing-masing.(*/mir)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :