Sosialisasi Program dan Skema Pendanaan Dirjen Penguatan Inovasi

28 Sep 2018 , admin00 Akademik

Sebagai rangkaian dari Forum Inovasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Universitas Hasanuddin, hari ini (Jum’at, 28 September 2018) berlangsung Sosialisasi Program dan Skema Pendanaan program-program inovasi yang ditawarkan oleh Dirjen Penguatan Inovasi.  Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 ini dihadiri langsung oleh Dirjen Penguatan Inovasi Kemristek Dikti (Dr. Ir. Jumain Appe), Kepala Lembaga Layanan Dikti Wilayah IX (Prof. Dr. Jasruddin), Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan Unhas (Prof. dr. Nasrum Massi, Ph.D), dan para inovator, peneliti, dosen dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
 
Dalam pemaparannya, Kepala LLDikti Wilayah IX menegaskan perlunya inovasi dalam bidang pangan dan kesehatan.  Hal ini antara lain berkaitan dengan ketersediaan lahan.  “Kebutuhan pangan semakin tinggi seiring pertumbuhan penduduk.  Sementara pengembangan lahan kebanyakan untuk perumahan.  Lahan pertanian semakin kurang. Karena  itu diperlukan inovasi di bidang pangan dan kesehatan,” kata Prof. Jasruddin. 
 
Prof. Jasruddin menekankan pada perlunya memperbaiki skema penelitian yang melibatkan dosen dan akademisi.  “Peneliti disibukkan oleh laporan penelitian. Akibatnya, seringkali substansi penelitian menjadi tidak maksimal.  Kita mendorong agar ada semacam penyesuaian, sehingga dosen dan penelitian benar-benar fokus pada kegiatan penelitiannya, sehingga hasilnya bisa optimal,” lanjut Prof. Jasruddin.
 
Hal lain yang menjadi fokus Kepala LLDikti adalah perlunya perguruan tinggi saling berkolaborasi. Dirinya menyadari bahwa masing-masing perguruan tinggi itu memiliki kapasitas berbeda-beda.  “Unhas saat ini merupakan Center of Innovation.  Perguruan tinggi lain perlu dilibatkan dan melibatkan diri dalam kerangka inovasi tersebut.  Sehingga, kedepannya akan lebih banyak lagi inovasi dari berbagai perguruan tinggi,” kata Prof. Jasruddin.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Dr. Ir. Jumain Appe, menegaskan bahwa di negara maju, inovasi sudah menjadi program utama.  China menjadikan inovasi sebagai penggerak pembangunan ekonominya.  Ini semua bisa berlangsung jika didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.
 
“Inovasi itu terkait erat dengan kreatifitas, bahkan inovasi itu mendisrupsi kehidupan.  Pendidikan, terutama di perguruan tinggi, kita harapkan mendorong lahirnya mahasiswa-mahasiswa kreatif.  Inovasi adalah suatu perubahan dan pembaharuan. Perubahan dan pembaharuan tersebut harus memiliki nilai tambah. Perubahan mesti dinikmati oleh masyarakat. Karena itu penelitian yang dihasilkan harus dinikmati masyarakat,” kata Jumain. 
 
Dalam kaitannya dengan kontinuitas, Jumain Appe menegaskan bahwa penelitian perlu berkesinambungan, dimana hal itu dapat terwujud jika ada kelembagaan yang baik.  “Penelitian juga harus memiliki roadmap, termasuk perguruan tinggi, yang hulunya itu adalah mengembangkan kreatifitas mahasiswa. Ketersediaan SDM yang baik, kelembagaan, dan inovasi yang dilakukan tinggal diarahkan sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. Jadi, jangan sampai penelitian itu hanya berakhir pada artikel di jurnal ilmiah saja, tetapi harus bermuara pada industri,” papar Jumain Appe. 
 
Forum Sosialisasi Program dan Skema Pendanaan Inovasi ini dilanjutkan dengan pemaparan mengenai peluang yang tersedia.  Para nara sumber yang memberi pemaparan adalah Dr. Santoso Y. Warsono (Direktur Inovasi Industri, Ditjen Penguatan Inovasi) dan Ir. Haris Suharto (dari Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi/PPBT, Ditjen Penguatan Inovasi).
 
Direktur Inovasi dan Kewirausahaan Unhas, Dr. Muhammad Akbar yang memandu jalannya diskusi menyatakan puas atas sosialisasi ini.  “Para peserta sangat antusias, penanya dari berbagai peguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para peneliti serta inventor,” kata Akbar.
 
Acara ini ditutup oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Unhas, mewakili Rektor Unhas.(*)


Baca juga :