Seminar Online FEB Unhas Bahas Kebijakan Pemulihan Ekonomi Ditengah Pandemi

16 Jul 2020 , admin-02 Akademik

Menteri Perekonomian RI (Dr. Ir. H. Airlangga Hartarto) menjadi keynote speaker dalam seminar online nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas kerja sama IKAFE, Kamis (16/07).

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) bekerjasama dengan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Seminar Online Nasional dengan tema "Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi Covid-19". Kegiatan berlangsung pukul 16.30 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (16/07).
 
Mengawali kegiatan, Dekan FEB Unhas Prof. Dr. Abd. Rahman kadir, SE., M.Si., mengucapkan terima kasih atas kesediaan para narasumber memberikan pandangan terkait permasalahan ekonomi ditengah wabah Covid-19. 
 
"Semoga kegiatan ini menjadi salah satu sarana informasi bagi kita semua untuk mengetahui dampak wabah pandemi terhadap perekonomian nasional sekaligus kesiapan pemerintah untuk mengatasi permasalahan dalam bidang perekonomian Indonesia," jelas Prof Kadir. 
 
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA. Dalam sambutannya, Prof Dwia mengapresiasi kegiatan webinar dengan topik pembahasan yang strategis ini. 
 
“Optimisme menjadi hal utama dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat melahirkan rasa optimis masyarakat luas terhadap perekonomian Indonesia setelah mendengarkan beberapa upaya kebijakan pemerintah untuk melakukan penguatan ekonomi masyarakat,” kata Prof. Dwia.
 
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perekonomian RI, Dr. Ir. H. Airlangga Hartarto sebagai keynote speaker menyampaikan paparan terkait "Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi Covid-19". 
 
Upaya penemuan vaksin Covid-19 dan dukungan fiskal serta kerja sama baik secara mandiri maupun dengan perusahaan luar negeri terus dilakukan. Dimana kerja sama ini berpotensi mendapatkan fasilitas super deduction berupa pengurangan penghasilan bruto hingga 300% dari biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan. 
 
"Di tengah situasi wabah pandemi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama masih positif bersama dengan negara tetangga seperti Vietnam, Turki dan Filipina. Untuk kuartal kedua, diperkirakan akan masuk di jalur negatif -3.4. Ada juga beberapa negara tetangga yang masuk lebih dalam lagi dan hampir seluruhnya minus. Kita berharap kuartal ketiga kita bisa masuk -1 dan kuartal empat bisa 1.4," jelas Airlangga. 
 
Covid-19 mengakibatkan terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi, peningkatan pengangguran dan kemiskinan. Olehnya itu, pemerintah berupaya melakukan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, program exit strategy dengan pembukaan ekonomi secara bertahap menuju tatanan norma baru, serta riset dan transformasi ekonomi dengan mendorong percepatan pemulihan menuju kebangkitan new economics. 
 
"Pandemi Covid-19 mendorong dilakukannya transformasi ekonomi di mana peran teknologi informasi menjadi sangat penting disamping upaya percepatan perijinan, penyerdehanaan birokrasi serta transformasi regulasi," sambung Airlangga. 
 
Sejauh ini, kinerja pasar uang dan saham Indonesia membaik. Selain itu, capital flow kembali masuk ke Indonesia, masukkan aliran modal asing kembali berlanjut seiring meredahnya ketidakpastian keuangan global serta tetap tingginya daya tarik asset keuangan domestik. 
 
Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 200 peserta berlangsung lancar hingga berakhirnya acara pukul 18.00 Wita.(*/mir)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :