Sambut Sumpah Pemuda, FH Unhas Gelar Webinar Nasional Kepemudaan

27 Oct 2020 , admin-02 Akademik

Tangkapan layar para narasumber yang hadir dalam webinar nasional FH Unhas, Selasa (27/10).

Dalam rangka menyambut peringatan hari Sumpah Pemuda, Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin menggelar Webinar Nasional Kepemudaan dengan tema "Membangun Semangat Kepeloporan dan Kepemimpinan Pemuda dalam Memperkokoh NKRI". Kegiatan berlangsung pukul 15.30 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming di kanal Youtube Fakultas Hukum Unhas, Selasa (27/10).

Hadir sebagai narasumber Deputi Pemberdayaan Kemenpora RI (Prof. Dr. Faisal Abdullah, S.H., M.Si., DFM), Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (Andi Sudirman Sulaiman, S.T), dan Dekan Fakultas Hukum Unhas (Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum).

Mengawali kegiatan, Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum menyambut baik kegiatan yang bertepatan dengan peringatan sumpah pemuda. Momentum ini membangkitkan semangat kepemudaan. Jika ditilik dari historis, Indonesia bisa berubah, maju, dan tetap kokoh hingga saat ini karena peranan pemuda.

"Pemuda adalah kekuatan utama, ditambah demografi di abad ke-21 ini adalah umur rata-rata pemuda yang potensial untuk menjadi pemimpin bangsa dan membuat Indonesia semakin maju," jelas Prof. Farida.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan oleh Ketua BEM Fakultas Hukum Unhas (Muhammad Ikhsan) selaku moderator untuk mengawal masuk ke inti webinar.

Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI, Prof. Dr. Faisal Abdullah, SH., M.Si mengawali materinya dengan mengulas secara singkat sejarah tentang perlawanan para pahlawan pemuda di masa penjajahan, untuk merebut kemerdekaan, utamanya Bung Tomo sebagai salah satu pahwalan pemuda Indonesia.

"Pada jaman milenial ini, bukan berarti semua itu tinggal sejarah. Setiap jaman ada tokohnya, dan di jaman milenial ini kita tidak lagi melakukan perjuangan seperti dulu karena tantangan kita saat ini lebih berat lagi," kata Prof. Faisal.

Tantangan kita sekarang lebih berat lagi, utamanya di era teknologi 4.0. Beliau menghimbau agar anak muda harus mempersiapkan diri untuk tantangan-tantangan baru di masa sekarang dan masa yang akan datang. Kedepannya manusia akan menghadapi dunia maya yang lebih banyak daripada dunia nyata, sehingga budaya serta kebiasaan akan mengalami perubahan-perubahan drastis.

"Sejarah penting dipelajari, namun juga tidak kalah penting untuk mempelajari apa yang akan terjadi di masa depan," kata Prof. Faisal.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan memaparkan materinya tentang peran pemimpin muda dalam memajukan Sulsel. Beliau menjelaskan bahwa para pemuda harus memiliki keterlibatan aktif dalam membangun daerah, serta berani mengambil keputusan sekaligus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan.

"Kita harus cepat beradaptasi, dan menunjukkan kepada mereka bahwa kita bisa. Pemuda harus memiliki komitmen kuat jika ingin membangun negeri menjadi lebih baik," kata Andi Sudirman.

Setelah pemaparan materi dari Wagub Sulsel, kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum dengan materi tentang Kepemimpinan Pemuda dalam memperkokoh NKRI.

Prof. Farida mengatakan bahwa dalam pembangunan Indonesia, peran pemuda sangat penting. Pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan sosial. Pemuda harus membentuk karakter-karakter dan kapasitasnya untuk menghadapi tantangan.

"Selain kepintaran, kepemimpinan itu juga berinti pada memengaruhi dan menggerakkan, jika kedua hal ini sudah dimiliki oleh pemuda, maka hal ini bisa menjadi jalan untuk menjadikan pemuda sebagai pemimpin di masa depan," ungkap Prof. Farida.

Beliau juga menekankan bahwa kepemimpinan pemuda yang ideal adalah yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing, juga memiliki jiwa kepeloporan dan dapat diteladani, serta mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.

Usai pemaparan materi, webinar ini kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Webinar yang diikuti oleh lebih dari 300 orang ini berakhir pada pukul 17.30 WITA.(*/mir)

Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :