Sambut Dies Natalis ke-61, Unhas Gelar Istighosah Akbar

6 Sep 2017 , admin00 Seremonial

Syeh Ali Jaber menyampaikan tauziah pada saat istigoshah akbar jelang Dies Natalis ke-61 Universitas Hasanuddin

 
Sebagai salah satu rangkaian acara Dies Natalis Ke -61 Universitas Hasanuddin (Unhas), Panitia Nies Natalis Unhas menggelar kegiatan Istighosah Akbar di halaman Gedung GOR PKM Unhas, Rabu ( 6/9/17). Kegiatan ini adalah yang pertama kalinya sepanjang Unhas memperingati momen Miladnya.
 
Acara doa bersama yang diikuti oleh ribuan mahasiswa Unhas ini dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Ketua Majelis Wali Amanah (MWA), Prof. Dr Basri Hasanuddin, MA dan jajaran anggotanya, Ketua Senat Universitas, Dr. Nasaruddin Salam, ST, MT, beserta beberapa jajaran petinggi universitas dan fakultas, serta kelompok darma wanita dan majelis ta'lim Unhas.
 
Dalam acara ini, seluruh peserta yang hadir kompak mengenakan busana warna putih. Kegiatan istighosah tersebut menghadirkan Syekh Ali Jaber untuk memberikan ceramah dan serta memimpin doa dan dzikir bersama sivitas akademika Unhas.
 
 
Beberapa agenda acara yang berlangsung, yakni pembacaan ayat suci Al Quran oleh Mohammad Indra, qori juara di tingkat universitas, dan Muhammad Saiful Aswadi sebagai sari Tilawah, pidato sambutan oleh Rektor Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, ceramah, dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Syekh Ali Jaber.
 
Dalam pidatonya, Profesor Dwia Aries Tina mengatakan, kegiatan istighosah tersebut menjadi salah satu tanda kesyukuran Unhas yang telah berusia 61 tahun. Kegiatan ini juga digelar untuk menyatukan tekad sivitas akademika dalam doa dan dzikir sehingga dalam kehidupan sehari-hari keikhlasan dan ketakwaan sivitas akademika pada Allah ditingkatkan " Usia 60 Unhas itu usia dewasa, usia yg bukan lagi berpikir untuk diri sendiri tetapi untuk orang banyak, " ujar Dwia saat memberikan pidato sambutan.
 
Profesor Dwia berharap, kegiatan istighosah ini menjadi ajang yang bisa meningkatkan spritualitas sivitas akademika yang dalam sehari-harinya barangkali kurang mendapat perhatian. " Kita bekerja untuk dunia tetapi juga bekerja untuk akhirat agar tidak merugi nanti, " katanya. Di akhir pidatonya, Dwia mengucapkan terima kasih banyak kepada Syekh Ali Jaber yang telah hadir di acara istighosah. "Terima kasih Syek Ali Jaber. Beliau adalah warga Arab tetapi sudah lama tinggal di Indonesia, dan fasih berbahasa Indonesia. Saya dengar Syek Ali Jaber sudah berganti kewarganegaraan menjadi warga Indonesia. Terima kasih pula pada Pak Aksa Mahmud yang telah memfasilitasi kehadiran Syekh Ali Jaber, " tutup Ibu Rektor.
 
Usai Rektor Unhas memberikan pidato, Syekh Ali Jaber maju ke podium untuk memberikan ceramah Islamiyah kepada seluruh sivitas akademika Unhas. Di Dalam pembukaan ceramahnya, ulama asal Arab Saudi tersebut mendoakan Rektor Unhas secara khusus dan seluruh peserta yang hadir dalam acara yang mulia tersebut agar selalu sehat wal afiat.
 
Syekh Ali Jaber mengungkapkan, Sulawesi Selatan, khususnya Makasar, telah menjadi bagian dirinya sendiri karena di kota Makassar ia telah beberapa kali membawakan cermah di Masjid Almarkaz Makassar. Ulama yang telah menjadi warga negara Indonesia ini menceritakan di hadapan sivitas akademika tentang pertama kalinya menginjakkan kaki di tanah air. " Ijinkan saya Bu Rektor sy ceritakan pertama kali ke Indonesia ketika saya pimpin shalat tarawih di Indonesia tahun 2008. Tahun 2009 saya mulai belajar bahasa Indonesia sedikit demi sedikit," ungkap Jaber.
 
Dalam ceramahnya, Ali Jaber menasehati peserta istighosah untuk selalu membaca Alquran. Alquran merupakan kitab yang mulia yang mesti diperhatikan dan dibaca oleh kaum muslimin. "Alquran itu sangat mulia. Belajar menghafal Alquran akan menambah barokah, " katanya.
 
Jaber menjelaskan bahwa membaca Al Quran harus dengan keikhlasan karena Allah. Bukan karena mengharap sesuatu perkara dunia dari Allah lalu membaca Al Quran. "Banyak orng amalkan baca surah Al Waqiah untuk mengharap rezki namun ketika sudah dapat rezkinya tidak lagi baca Alquran. Orang membaca Al Quran hanya karena ada keperluannya. Padahal tidak demikian, " papar Jaber.
 
Di penghujung ceramahnya, Syekh Ali Jaber meminta pada peserta untuk berkomitmen menjaga sholat lima waktu, shalat tahajjud, baca Al Quran dalam sehari, dan bersedekah, khususnya pada waktu subuh.
 
Sesudah memberikan cermah pada sivitas akademika, ulama yang mendapatkan penghargaan warga negara Indonesia dari Presiden Susilo Bambang Yodhoyono itu memimpin dzikir dan doa sebagai penutup acara. Namun di akhir acara, sebelum seluruh peserta istighosah bubar, segenap sivitas akademika yang hadir melaksanakan shalat magrib secara berjamaah yang dipimpin langsung oleh Syekh Ali Jaber.(*)
Suasana istigoshah Akbar di Gelanggang Olah Raga (GOR) Universitas Hasanuddin.
-----------------------------------------
Rektor Unhas bersama jajaran panitia Dies Natalis ke-61 Unhas foto bersama Syeh Ali Jaber

Baca juga :