Rembuk Nasional 2017 untuk Pembangunan Ekonomi yang Berkualitas

14 Sep 2017 , admin00 Akademik

Rektor Unhas di sela-sela Focus Group Discussion Rembuk Nasional Ekonomi Indonesia

 
Unhas menjadi tuan rumah dalam kegiatan Rembuk Nasional 2017 untuk daerah bagian timur Indonesia. Rembuk nasional ini diadakan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat A Lantai 4 Gedung Rektorat pada Kamis, 14 September 2017. 
 
Kegiatan rembuk nasional ini diadakan untuk menerima masukkan-masukkan serta evaluasi mengenai bidang ekonomi, industri dan perdagangan selama tiga tahun masa jabatan Presiden Jokowi. Turut hadir dalam kegiatan Rektor Unhas Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Makassar Dr.Agus Salim, SE, MS, Dr. Piter Abdullah SE, MA selaku moderator FGD dan Dr. Rimawan Prapdityo selaku pemateri dalam FGD ini. Selain itu, sebagai peserta ada perwakilan dari akademisi yaitu para dosen, perwakilan Bank Indonesia juga perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan. 
 
Dalam sambutannya, Prof Dwia menyampaikan bahwa sebagai akademisi, Unhas tentu saja akan memfasilitasi kegiatan Rembuk Nasional seperti ini. Guru besar Jurusan Sosiologi ini juga mengatakan bahwa untuk pembangunan ekonomi itu butuh sinergitas dari semua pihak mulai dari yang paling bawah hingga ke pusat. 
 
Prof. Dwia mengusulkan jika pemerintah ingin melakukan reindustrialisasi untuk perbaikan kualitas pertumbuhan ekonomi, perlu dipertimbangkan kesiapan dari sumber daya manusianya. “Berbicara sumber daya manusia kerat kaitannya dengan akademisi. Kampus sudah berusaha semaksimal mungkin dalam meningkatkan kapasitas dari para civitas akademikanya, sayangnya dana untuk riset terus menerus dikurangi,” paparnya. 
 
Ia juga berharap semoga dari kegiatan ini bisa lahir pandangan tajam mengenai ekonomi, industry dan perdagangan yang bermanfaat bagi pembangunan negara yang lebih baik. 
 
Adapun yang menjadi pembahasan dalam FGD Rembuk Nasional kali ini ada lima, yakni Akselerasi Proses Reindustrialisasi, Daya Tahan Fiskal dan Peran Fiskal untuk Mendukung Daya Saing Industri dan Daya Beli Masyarakat, Stabilitas Sistem Keuangan dan Inovasi Pembiayaan dan Sinergi BUMN, Swasta, Koperasi dan UMKM.   
 
Dalam FGD ini, Drs.H. Ilham Alim Bachrie, MM sebagai perwakilan dari Kadin mengusulkan bahwa adanya konsistensi dalam pembuatan peraturan kerjasama khususnya dengan pihak investor. “Jika ada perubahan pemerintahan, jangan sampai ada perubahan peraturan bagi para investor lagi,” ujarnya. Selain itu, ia juga mengusulkan agar dana desa yang disalurkan dari kementrian desa disalurkan dan digunakan dengan baik. 
 
Ada lagi usulan lain dari Dosen Fakultas Ekonomi Unhas, Dr. Tadjuddin Parenta, MA. Ia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional akan cepat terjadi jika kita memperhatikan industry-industri masyarakat kecil. “Industri masyarakat ini yang menjadi penompang ekonomi negara jadi perlu sekali diperhatikan,” katanya. 
 
Usulan-usulan dari Rembuk Nasional ini akan digabungkan dengan usulan yang dihimpun dari Balikpapan dan Medan untuk dibahasa dalam Rembuk Nasional yang akan diadakan di Kampus Universitas Indonesia. “Kami menerima segala usulan dan masukkan baik yang positif ataupun negatif untuk dibahas bersama dalam Rembuk Nasional di UI nanti,” ucap Dr Piter Abdullah SE MA.
 
(Reporter: Fransiska Wolor)
 

Baca juga :