Rektor Unhas Pimpin Board Meeting ASAIHL 2017 di Pithsanulok

15 Dec 2017 , admin00 Kerjasama

 
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menghadiri Konferensi ASAIHL 2017 yang dilaksanakan di Naresuan University, Pithsanulok, Thailand, 13-15 Desember 2017. Prof. Dwia hadir atas kapasitasnya sebagai “Second Vice President of ASAIHL 2016-2018”.  
 
ASAIHL adalah Assosiasi Perguruan Tinggi yang pada awalnya hanya beranggotakan perguruan tinggi se Asia Tenggara saja, namun kini berkembang pesat dan beranggotakan perguruan tinggi dari seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Iran dan Jepang. ASAIHL didirikan 60 tahun lalu di Bangkok Thailand oleh 9 perguruan tinggi di Asia Tenggara.  Hingga tahun 2017, anggota ASAIHL mencapai 239 perguruan tinggi dari berbagai kawasan dunia.  Hal ini terungkap dalam laporan Sekretaris General ASAIHL, Dr. Ninnat Olanvulavurth, dalam sambutannya.  Dr. Ninnat yang berasal dari Chulalongkorn University Bangkok, juga memaparkan berbagai capaian ASAIHL saat ini.
 
Selain Prof. Dwia, hadir pula First Vice President of ASAIHL, Prof. Suchatvee Suwansawat, Sc.D, President of King Mongkut’s Instiutute Technology Ladkrabang.  Prof. Dwia dan Prof. Suchatvee didaulat memimpin Board meeting pada tanggal 12 Desember Pukul 16.00-18.00 di Topland Hotel Pithsanulok. 
 
Pada pertemuan tersebut dibahas usulan proposal PT yang melamar menjadi anggota ASAIHL, yaitu satu perguruan tinggi dari Iran dan satu dari Taiwan.  Keduanya dinyatakan diterima sebagai anggota baru ASAIHL.  Sementara satu PT dari China dan satu dari Indonesia masih ditunda hingga rapat berikutnya di Soka University Jepang tahun 2018. 
 
Yang menarik pada pertemuan ini adalah gagasan dari Prancis untuk membentuk Program Master International seperti skema Erasmus Mundus. Peserta program akan menyelesaikan Master di empat PT anggota ASAIHL sehingga setiap semester dilaksanakan di PT berbeda dengan standar kurikulum Internasional.
 
ASAIHL secara konsisten melaksanakan konferensi 2 kali setahun secara bergantian di berbagai Negara anggota dan mendiskusiskan isu pengembangan mutu dan proses pembelajaran di pendidikan tinggi seluruh dunia. Berabagai perguruan tinggi membeberkan pengalaman dan inisiatifnya dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi. 
 
Konferensi ASAIHL tahun 2017 dilaksanakan di Universitas Hasanuddin, Indonesia bulan Mei 2017 dan di Naresuan University, Phitsanulok, Thailand 13-15 Desember 2017.   Tema konferensi kali ini adalah “Better Life Expectancy through Education, Research, and Innovation”. 
 
Terdapat tiga sub-tema yang dapat dipilih oleh peserta untuk mempresentasikan paper yaitu; Tema 1, Education, Research, and Innovation in the Health Sciences Cluster; Tema 2,  Education, Research, and Innovation in the Sciences and Technology Cluster; dan Tema 3 adalah Education, Research, and Innovation in the Social Sciences Cluster. 
 
Sejumlah perguruan tinggi dari Indonesia turut berpartisipasi pada konferensi kali ini, yaitu Universitas Hasanuddin, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, Universitas Tadulako, dan Universias Narotama Surabaya. Sementara perguruan tinggi dunia lainnya adalah dari Australia, Thailand, Phillipines, Iran, Brunei Darussalam, France, Malaysia, Warsaw Poland, Sweden, China, dan Cambodia.
 
Panitia memberi kesempatan kepada Bapak Lutfi Rauf, Deputy Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk  menyampaikan Keynote Speach, namun karena beliau berhalangan hadir sehinga pidato beliau hanya dibacakan oleh Staf kementerian Polhukham. 
 
Dalam pidatonya, Lutfi Rauf menyampaikan kompleksisitas masalah illegal migration di kawasan ini yang diakibatkan oleh berbagai masalah, khususnya politik dan bencana alam, sehingga menyentuh berbagai aspsek pada isu kemanusaiaan. Untuk itu beliau berharap agar perguruan tinggi mengambil bagian dalam penelitian dan innovasi mengatasi masalah ini. (*)

Baca juga :