Rektor Unhas Membuka LKTM Nasional Bidang Kemaritiman

30 Nov 2017 , admin00 Press Release

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Abdul Rasyid Jalil, M.Sc, foto bersama peserta LKTM Nasional Bidang Kemaritiman usai acara pembukaan, Kamis (30/11/2017)

Universitas Hasanuddin menjadi tuan rumah pelaksanaan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Nasional Bidang Kemaritiman untuk yang kelima kalinya.  Kegiatan yang pada awalnya berlevel regional ini, sejak 2 tahun lalu terlah ditingkatkan menjadi kegiatan nasional.  Acara pembukaan LKTM Nasional Bidang Kemaritiman berlangsung di Aula LKPP, Lantai 1 Perpustakaan, Kampus Unhas Tamalanrea, Kamis, 30 November 2017, pukul 17.00 WITA.
 
Acara pembukaan ini dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Abdul Rasyid Djalil, MP, Wakil-wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan se-Unhas, para reviewer nasional yang berasal dari berbagai kampus, serta para peserta dan dosen pendampingnya.
 
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana yang juga merupakan Direktur Minat dan Bakat Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Supratman, MP, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang sesuai visi Unhas yang berlandaskan benua maritim Indonesia.  Selama ini, kegiatan yang dikelola secara mandiri oleh Universitas Hasanuddin ini hanya mengandalkan dana swadaya.  Begitu juga para peserta yang hadir umumnya harus membiayai sendiri kehadiran mereka. “Mudah-mudahan mulai tahun depan, LKTM Nasional Bidang Kemaritiman ini akan menjadi agenda Kementerian Ristek Dikti.  Sehingga, para peserta tidak perlu lagi khawatir dengan pembiayaan,” papar Prof. Supratman yang disambut dengan tepuk tangan riuh hadirin.
 
Seleksi peserta LKTM Nasional Bidang Kemaritiman di Unhas telah dimulai sejak bulan Oktober 2017.  Panitia menerima sebanyak 95 proposal dari 35 perguruan tinggi seluruh Indonesia.  Namun, setelah melalui proses penyaringan, terpilih sebanyak 45 proposal yang berasal dari 24 perguruan tinggi.  “Tahun ini, para peserta berasal dari Aceh hingga Papua.  Seluruh pulau-pulau utama ada wakilnya”, kata Prof. Supratman.
 
Meskipun demikian, tidak seluruh peserta yang dinyatakan lolos dapat hadir di Makassar karena berbagai alasan.  “Delegasi dari Bali, tadi baru saja mengabarkan bahwa mereka tidak bisa hadir karena hingga hari ini penerbangan dari dan menuju Bali belum beroperasi akibat letusan Gunung Agung.  Sementara ada delegasi dari Yogyakarta yang tidak dapat hadir karena terkendala pembiayaan, kampusnya sudah menutup buku untuk tahun ini.  Semoga tahun depan, kendala pembiayaan ini tidak terjadi lagi,” harap Prof. Supratman.
 
Sementara itu, dalam sambutannya sebelum pembukaan, Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA mengatakan rasa bangganya atas keberlanjutan kegiatan ini.  “Maritim itu merupakan ciri Unhas.  Jauh sebelum pemerintah mengambil maritim sebagai visi pembangunan nasional, Unhas sudah mencanangkan visinya sebagai Center of Excellence untuk pengembangan keilmuan dalam kerangka Benua Maritim Indonesia,” papar Prof. Dwia.
 
Kegiatan ini merupakan wujud kontribusi Unhas, selain sebagai bagian dari visi yang diusung.  “Kita berharap, kegiatan seperti ini akan memperkuat roh kebangsaan kita.  Bangsa Indonesia itu bangsa pelaut.  Inilah kekayaan bangsa kita,” kata Prof. Dwia.
 
Prof. Dwia juga menyampaikan tentang sejarah hubungan maritim orang-orang Indonesia, khususnya orang-orang Bugis dengan Australia.  “Jauh sebelum James Cook disebutkan menemukan Benua Australia, bangsa Aborigin itu sudah melakukan interaksi perdagangan melalui cara barter dengan orang-orang pulau.  Apa yang disebut sebagai orang-orang pulau itu ternyata adalah para pelaut Bugis yang mengarungi lautan hingga ke daratan Australia,” kata Prof. Dwia yang berlatar belakang guru besar sosiologi ini.
 
Acara pembukaan dilanjutkan dengan technical meeting dan persiapan perlombaan pada esok hari, Jum’at, 1 Desember 2017.  Menurut agenda, perlombaan akan diawali dengan kuliah umum oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bapak Zulficar Muchtar, ST. M.Sc.(*)

Baca juga :