Rektor Unhas Lantik 79 Pejabat Struktural Baru

19 Jul 2018 , admin00 Akademik

Rektor Unhas, bersama Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, dan jajaran dekan pada Pelantikan Pejabat Struktural Baru, Kamis, 19 Juli 2018. (Foto: Humas Unhas)

Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu MA., mengangkat dan melantik sejumlah pejabat struktural, baik untuk mengganti pejabat lama, maupun mengisi jabatan baru berdasarkan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (OTK) Unhas yang baru. Prosesi pelantikan ini berlangsung di lantai dasar gedung Rektorat Unhas, pada Kamis (19/7/2107) pagi pukul 09.00 WITA.   
 
Acara pelantikan disaksikan oleh Ketua Majelis Wali Amanat Unhas dan jajaran, Ketua Dewan Profesor, Ketua Senat dan anggota, petinggi fakultas dan lembaga, sivitas akademika Unhas, serta puluhan tamu undangan dan anggota keluarga yang ikut mendampingi para pejabat yang dilantik. 
 
Pejabat yang dilantik berjumlah 79 orang, antara lain terdiri dari para Wakil Rektor, beberapa Dekan, Wakil Dekan, Ketua-ketua Lembaga, beberapa Direktur, Gugus Penjaminan Mutu Fakultas, dan beberapa jabatan struktural di tingkat Fakultas. (lihat daftar nama pejabat yang dilantik)
 
Prosesi pelantikan pejabat tersebut diawali dengan pembacaan surat keputusan pemberhentian dengan hormat pejabat-pejabat lama, pembacaan surat keputusan pengangkatan pejabat baru, lalu diikuti dengan pembacaan sumpah jabatan dan penandatanganan pakta integritas sebagai wujud komitmen serta kesediaan mengemban amanah dan tanggung jawab di lingkungan internal kampus.
 
Dalam pidato sambutannya, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan, pergantian pejabat struktural merupakan bagian dari manajemen organisasi modern yang menuntut dinamika organisasi yang responsif dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan pendidikan tinggi di Indonesia, dimana sektor pendidikan sedang mengalami berbagai disrupsi akibat adanya fenomena globalisasi dan revolusi industri 4.0.
 
Pergantian dan pencabutan jabatan bagi dosen di kampus, kata Dwia, bukan merupakan kemunduran, karena jabatan yang diterima hanyalah tugas tambahan. Tugas utama para dosen pada hakikatnya adalah mengajar. “Tugas utama dosen adalah mengajar, meneliti, dan melakukan pengabdian pada masyarakat. Sementara jabatan struktural itu merupakan tugas tambahan saja.  Jadi tidak ada istilah naik jabatan atau turun jabatan bagi dosen yang diberi tugas tambahan,” kata Prof. Dwia.
 
Dalam menempatkan seseorang dalam team work pada jabatan-jabatan tertentu, banyak hal yang menjadi konsiderasi, seperti kapasitas individu, kebutuhan organisasi, track record dan kemampua team work. “Karena itu, saya tekankan pada struktur kali ini saya menghilangkan segala unsur kedekatan, persahabatan, kesamaan agama, fakultas dan lainnya,” ujar Prof Dwia.
 
Rektor Unhas berharap dalam pemberhentian dan pengangkatan pejabat baru ini hubungan silaturahmi dan kerja sama antar insan akademis kampus tetap terjaga, sehingga pihaknya dapat bekerja dan bersama-sama membangun Unhas menjadi lebih baik dan berkualitas di masa yang akan datang. 
 
“Oleh karena itu, saya ucapkan banyak terima kasih pada semua pejabat-pejabat lama yang diganti. Semoga semua tetap menjadi bagian team work struktural Universitas Hasanuddin,” ucap Dwia dalam pidato singkatnya. 
 
Acara pelantikan pejabat ini diakhiri dengan ucapan selamat dan jabat tangan para pejabat lama, sivitas akademika, dan tamu undangan kepada pejabat baru. Kegiatan pelantikan tersebut berlangsung lancar dan meriah.(*)

Baca juga :