PTN-BH Seluruh Indonesia Bahas Sumber Daya Manusia di Unhas

28 Nov 2019 , admin-02 Akademik

Suasana berlangsungnya Rapat Koordinasi Bidang Sumber Daya Manusia PTN-BH seluruh Indonesia, berlangsung di Ruang Rapat A Lt 4 Gedung Rektorat Unhas, Kamis (28/11).

Universitas Hasanuddin menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Bidang Sumber Daya Manusia PTN-BH se-Indonesia. Pertemuan yang diadakan di Ruang Rapat A Lantai 4, Gedung Rektorat Unhas, pada Kamis (28/11) ini dimulai pada pukul 13.30 WITA.
 
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing PTN-BH se-Indonesia. Terdapat dua dua agenda yang menjadi fokus pembahasan, yaitu diskusi Penghitungan Angka Kredit Lektor Kepala (PAK LK) dan Guru Besar (GB) PTNBH, serta sharing session pengelolaan tenaga kependidikan.
 
Turut hadir pada kegiatan ini, Sekretaris Universitas Hasanuddin (Prof. Dr. Ir. H. Nasaruddin Salam, M.T), Ketua Senat Akademik Unhas (Prof. Dr. Dadang Achmad Suriamihardja), para Direktur dan Ketua Lembaga lingkup Universitas Hasanuddin.
 
Prof. Nasaruddin memberikan sambutan hangat kepada para peserta Rapat koordinasi yang hadir. Beliau memperkenalkan target-target yang ingin dicapai Unhas seputar Sumber Daya Manusia. Prof. Nasaruddin memaparkan bahwa di Unhas pada awal tahun setiap fakultas diberi target untuk mencetak Lektor Kepala dan Guru Besar.
 
“Kami mengusulkan agar untuk pengembangan SDM ini, sebaiknya ada kemandirian yang diberikan kepada masing-masing Perguruan Tinggi Badan HUkum,” tutur beliau.
 
 
Prof. Nasaruddin mengungkapkan pengalaman dalam penghitungan angka kredit dosen.  Seringkali, ada kendala-kendala yang dihadapi karena persepsi yang berbeda antara dosen, pihak universitas, dan tim penilai angka kredit.
 
“Nanti setelah kita mengadakan audiensi dengan tim penilai angka kredit baru ketahuan dimana masalahnya, dan bisa mengambil solusi.  Hal ini berarti masih sering terjadi bias komunuikasi yang tidak nyambung antara pihak perguruan tinggi dan tim penilai,” kata Prof. Nasaruddin.
 
Beliau berharap di tahun 2020 nanti akan ada perubahan-perubahan dimana keotonomian itu bisa betul-betul diberikan kepada Perguruan Tinggi.  Setelah sambutan Sekretaris Universitas, sesi kemudian dilanjutkan untuk membahas dua butir topik pembahasan yang telah diagendakan.(*)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :