Program UKGS Berbasis Augmented Reality Unhas Berhasil Meraih Emas PIMNAS

4 Dec 2020 , admin-02 Akademik

Ahmad Ghazali Darwis beserta tim yang berhasil meraih medali emas dalam ajang PIMNAS Ke-33 Tahun 2020.

Pada ajang Pekan Ilmian Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-33 tahun 2020, salah satu Tim Unhas yang berhasil meraih medali emas menggagas Program Revitalisasi Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) berbasis Augmented Reality. Program ini  merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Dasar Negeri 1 Inpres, Kampus Unhas 1.
 
Melalui wawancara, Jumat (04/12) bersama Ahmad Ghazali Darwis selaku ketua tim menjelaskan keikutsertaannya dalam kompetisi ini bersama tim tidak lain untuk mengembangkan kreativitas di bidang pengabdian masyarakat. Pengalaman yang didapatkan tidak hanya berproses pada perkuliahan dan tentunya sebagai media menyalurkan ilmu dan membantu masyarakat.
 
Terkait ide pengabdian sendiri berasal dari permasalahan mitra, dimana pada saat sebelum pandemi covid-19, timnya terlebih dahulu melakukan kunjungan ke sekolah SDN Inpres Kampus Unhas 1 dan mengamati bahwa di sekolah tersebut UKGS tidak berfungsi dengan baik. 
 
"Saat itu kami juga melakukan pemeriksaan terkait kesehatan gigi dan mulut siswa. Data yang kami dapatkan yaitu pada murid kelas lima dan kelas enam dari 25 orang siswa ditemukan 22 siswa yang mengalami gigi berlubang atau karies sebanyak lebih dari 4 gigi," jelas Ghazali.
 
Lebih lanjut, dari hasil kunjungan tersebut juga didapatkan bahwa siswa di sekolah tersebut gemar mewarnai. Olehnya itu, mitra dan tim sepakat untuk mencoba menciptakan solusi mengenai media yang bisa digunakan berdasarkan pada kegemaran siswa.
 
Media awal yakni dengan membuat komik dalam 2 versi yaitu komik yang tidak berwarna agar siswa dapat mewarnainya dan yang kedua komik berwarna sebagai contoh saat siswa akan mewarnai komik. Juga ditambahkan sentuhan teknologi augmented reality (AR) yang dapat memvisualisasikan objek maya sehingga tampak nyata agar siswa menjadi lebih tertarik.
 
"Alasan kami tambahkan sentuhan AR yaitu menurut penelitian yang dilakukan oleh Bursali dan Yilmaz pada tahun 2019, menunjukkan bahwa siswa kelas lima dengan kelompok eksperimen membaca menggunakan aplikasi AR menunjukkan tingkat pemahaman membaca dan belajar yang lebih tinggi dari pada dengan metode pendidikan tradisional yakni belajar langsung dari buku," sambung Ghazali.
 
Terbukti bahwa teknologi AR dapat meningkatkan motivasi, prestasi belajar dan daya ingat siswa. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa aplikasi AR dapat digunakan secara efektif sebagai alat bantu pendidikan, salah satunya edukasi kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan AR yang memberikan efek daya ingat kuat bagi penggunanya dan tidak memberikan rasa cemas sedikit pun.
 
Nilai utama dari AR adalah cara komponen dunia digital berbaur dengan persepsi seseorang tentang dunia nyata, bukan sebagai tampilan data sederhana, tetapi melalui integrasi sensasi imersif yang dianggap bagian alami dari sebuah lingkungan hidup.
 
"Kami berharap semoga kegiatan pengabdian di tingkat sekolah dasar bisa menciptakan keberlanjutan mengenai program usaha kesehatan gigi sekolah (UKGS) yang tidak merata. Tim juga sangat berharap kepada pemerintah agar dapat berkolaborasi dengan mahasiswa untuk membuat program UKGS inovatif dengan tujuan mengaktifkan kembali UKGS sehingga bisa meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini," tutup Ghazali.
 
Program awal kegiatan direncanakan berlangsung luring. Namun, mengingat pandemi Covid-19, kegiatan dialihkan menjadi daring. Sehingga terjadi perubahan konsep dan metode pelaksanaan dengan memanfaatkan aplikasi online seperti zoom, WhatsApp dan Google Meet.
 
Nama-Nama Tim
 
Ketua : Ahmad Ghazali Darwis (FKG)
 
Anggota :
 
1. Surianti (FKG)
2. Dika Nur Rahmadani (FKG)
3. Ansyari Muis (FKG)
4. Febriansyah Muh. Ashar (FK)
 
Dosen pendamping : drg. Nursyamsi, M.kes. (*/mir)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :