Prof. Dr. Moh. Mahfud MD Berikan Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin

20 Sep 2018 , admin00 Akademik

Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, didampingi oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. drg. A. Arsunan Arsin, M.Kes (Kamis, 20/9/2018)

Universitas Hasanuddin menggelar kuliah umum dengan menghadirkan Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, SH. MH di ruang Senat Gedung Rektorat Unhas, Kamis (20/09/2018). Dalam kuliah umum ini Prof Mahfud MD membahas tema “Pemantapan Ideologi Pancasila Untuk Menjaga Eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Stadium generale tersebut dihadiri ratusan mahasiswa yang memenuhi ruang senat dan lantai 2 rektorat. Kuliah umum dipandu langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. drg. A. Arsunan, M.Kes.

Prof Mahfud mengatakan dalam presentasinya, Indonesia bukanlah negara agama yang berdasarkan pada satu agama tertentu. Namun, Indonesia bukan juga negara sekuler karena agama-agama di Indonesia menjadi spirit kehidupan bernegara dan mempengaruhi berdirinya negara Indonesia.

“Itulah yang disebut Pancasila yang mempunyai fungsi sebagai dasar negara dan selain dasar negara. Pancasila sebagai dasar negara melahirkan hukum-hukum; undang-undang dasar, peraturan pemerintah, keputusan rektor, Perpres, dan lain-lain yang pemberlakuannya harus diikuti dan dipaksakan oleh negara,” kata mantan Ketua Konstitusi era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Sebagai dasar (hukum) negara, menurut ahli tata negara tersebut, Pancasila menghadapi masalah dan tantangan, yaitu dari sisi pembentukan dan penegakan hukum. Dalam pembentukan hukum di Indonesia, katanya, masih terjadi jual beli pasal. Penegakan hukum juga masih lemah dan diwarnai tindak korupsi.

Selain sebagai dasar negara, kata Mahfud, Pancasila mempunyai fungsi lain sebagai cara pandang, cara berperilaku, pedoman etik, pemersatu, dan lain-lain yang tidak berbentuk hukum. Hanya saja, Pancasila bukan sebagai dasar negara ini menghadapi tantangan gerakan mengganti sistem, seperti kesenjangan, intoleransi, radikalisme, hingga munculnya ide negara khilafah.

Karena itulah, penegakan hukum menjadi sangat penting untuk memantapkan eksistensi Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya bilang sama teman-teman, lebih dari 50 persen persoalan bangsa ini selesai dengan baik kalau hukum ditegakkan karena semua masalah itu ujungnya di hukum,” katanya

Mahfud MD mengungkap, musuh Indonesia sebenarnya bukan negara lain dengan kolonialisme fisik, tetapi masalah ketidakadilan dan kemiskinan.

“Musuh kita itu ketidakadilan. Saudara beli senjata F16 misalnya mau berperang dengan siapa. Tapi yang harus diperangi itu koruptor-koruptor yang merugikan negara ini. Sehingga, arah nasionalisme baru kita kedepan harus ada keadilan,” ungkap Mahfud.

Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu menyambut baik kehadiran Mahfud MD di Unhas. Presentasi yang dibawakannya dalam kuliah umum tersebut, menurut Prof Dwia, merupakan materi yang penting dan bermanfaat bagi mahasiswa di Unhas tengah munculnya pemikiran-pemikiran radikal yang bisa berdampak buruk bagi persatuan NKRI.

“Materi kuliah ini penting, dan menariknya dibawakan oleh Prof Mahfud. Pengalaman beliau sebagai Menteri Pertahanan, Ketua MK, sebagai calon (wakil presiden). Yang terakhir ini jangan, daripada pusing, mending seperti sekarang ini jadi bapak bangsa. Milik siapa saja, tidak ada sekat-sekat politik," ujar Prof Dwia yang yang sambut tepukan meriah ratusan peserta kuliah umum.(*)

Laporan dan Foto: Hidayat Doe




Baca juga :