Pertama Kali, Unhas Angkat Dosen dan Tenaga Pendidikan Tetap Non PNS

1 Aug 2018 , admin00 Akademik

Sebanyak 20 Tenaga Dosen Non PNS Unhas yang telah menerima Surat Keputusan pengangkatan, foto bersama Rektor, Sekretaris Universitas, dan Dekan-dekan. (Foto: Humas)

Universitas Hasanuddin menerima 30 pegawai tetap Non-PNS, yang terdiri atas 20 orang dosen tetap, dan 10 orang tenaga kependidikan (staf).  Proses rekrutmen berlangsung sejak bulan Juni 2018.

Hari ini, Senin 30 Juli 2018, berlangsung penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi dosen dan tenaga pendidikan yang diangkat sebagai pegawai tetap Unhas Non-PNS.  Acara yang berlangsung di lantai 4 Gedung Rektorat dihadiri oleh Rektor Unhas, Sekretaris Universitas, beberapa Dekan Fakultas dan Sekolah Pascasarjana, serta para kepala biro di lingkungan Unhas.

Kepala Biro Administrasi, Perencanaan, dan Sistem Informasi (BAPSI) Unhas, Drs. Akhmad, M.Si dalam laporannya mengatakan bahwa proses penerimaan dosen Unhas Non-PNS cukup menarik minat yang tinggi.  “Kita menerima 626 orang pelamar secara online, namun yang akhirnya mengirimkan berkas fisik adalah sebanyak 462 orang.  Setelah kita melakukan seleksi administrasi, yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi adalah 368 orang.  Ini angka yang sangat tinggi, sebab kita hanya akan menerima 20 orang dosen saja,” kata Akhmad.

Para peserta yang memenuhi syarat administrasi ini selanjutnya mengikukuti serangkaian seleksi, yaitu Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB).  Materi TKD terdiri atas Wawasan Kebangsaan, Intelegensia Umum, dan Karakteristik Pribadi.  Sementara untuk TKB terdiri atas Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL), Tes Potensi Akademik sesuai kualifikasi pendidikan, dan Tes Keterampilan Mengajar (micro teaching).

Sementara itu pelamar tenaga kependidikan, jumlah pelamar sebanyak 161 orang.  Namun yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi adalah 120 orang.  Selanjutnya yang diterima berjumlah 10 orang.

Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Nasaruddin Salam, MT, dalam sambutan pengantarnya menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan hal bersejarah bagi Unhas.  Inilah untuk pertama kalinya sejak berdiri Unhas merekrut dosen tetap yang sepenuhnya digaji oleh Unhas sesuai standar dosen.

“Kita ada kebijakan untuk meminimalisir inbreeding, yaitu mengambil dosen Unhas dari alumni Unhas.  Ini merupakan kebijakan Ibu Rektor, agar Unhas ini memiliki sumber daya manusia yang memiliki wawasan global, tidak hanya melulu dari Unhas saja.  Maka, dari 20 dosen yang kita rekrut, sebagian besar adalah alumni S2 atau S3 bukan dari Unhas.  Ada 6 orang dosen alumni luar negeri, yaitu dari New Zealand, Scotlandia, Australia, Inggris, dan Jepang.  Selebihnya adalah alumni ITB, UGM, UNPAD, UNAIR, dan UNJ,” kata Prof. Nasaruddin.

Prof. Nasaruddin juga menjelaskan bahwa dari 20 orang dosen yang direkrut ini, 12 orang diantaranya sudah mengabdi sebelumnya sebagai dosen.  Mereka memang memiliki nilai yang tinggi dalam setiap tahapan seleksi.

Selanjutnya, dosen tetap Non PNS ini harus mengikuti proses penjenjangan karir sebagaimana lazimnya dosen tetap PNS.  “Mereka harus mengikuti dan harus lulus Diklat Prajabatan yang rencananya akan kita laksanakan pada bulan September nanti.  Setelah itu, dalam waktu dua tahun setiap dosen ini sudah dapat mengajukan pangkat akademik, mengikuti sertifikasi dosen, dan sebagainya,” jelas Prof. Nasaruddin.

Untuk gaji dan tunjangan serta fasilitas lainnya, dosen tetap Non PNS Unhas tidak ada perbedaan dengan dosen PNS.  Mereka juga dapat memperoleh tunjangan jabatan, tunjangan profesi, tunjangan kehormatan, dan berbagai insentif lainnya yang menjadi hak dosen.  Tentu saja sesuai dengan kinerja masing-masing.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA mengatakan bahwa dirinya sangat berbahagia dengan proses hari ini, karena ini menunjukkan langkah maju bagi Unhas. “Seperti tadi dikatakan Pak Sekun, inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah Unhas.  Rekruitmen ini berlangsung secara profesional dan dijamin akuntabilitasnya.  Ini yang saya tekankan.  Saya dilaporkan oleh Pak Sekun, prosesnya persis seperti proses perekrutan PNS.  Bahkan, kita lebih ketat lagi, menambah beberapa kriteria, yang tidak hanya melihat bobot nilai, namun juga memasukan kebijakan kita yang mencoba mencegah proses inbreeding di dalam kampus.  Sehingga, perekrutan yang diupayakan yang punya wawasan lebih luas, misalnya yang punya wawasan sekolah di luar Unhas, itu mempunyai prioritas lebih tinggi,” kata Prof. Dwia.

Rekrutmen dosen tetap Unhas Non PNS ini tentu saja memiliki konsekuensi logis dari sisi anggaran.  Gaji dan insentif dosen-dosen ini nantinya akan menjadi beban universitas, bukan lagi beban negara.  “Sehingga kita akan semakin mengoptimalkan peran dan fungsi dosen dan tenaga kependidikan kita untuk menunjukkan kinerja terbaik.  Apalagi, kedepannya, proses jenjang karir dan peluang juga sama antara yang PNS dan Non-PNS, misalnya untuk menduduki jabatan-jabatan tertentu, mau jadi dekan atau ketua departemen, atau kalau mau ikut kompetisi hibah penelitian, dan sebagainya. Itu sama saja yang PNS maupun Non-PNS,” papar Prof. Dwia.

Prof. Dwia berharap status sebagai dosen tetap Non PNS ini tidak membuat kecil hati, karena sama sekali tidak ada beda dengan PNS, kecuali pensiun.  Itupun kita tidak perlu khawatir, karena Unhas mempersiapkan skema untuk tunjangan hari tua. (*)

Dari 20 dosen tetap Unhas Non PNS yang menerima SK pengangkatan hari ini, distribusi setiap fakultas adalah:
Fakultas Teknik (4 orang)
Fakultas Kedokteran (3 orang)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Keperawatan, Fakultas Ilmu Budaya (masing-masing 2 orang)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas MIPA, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Hukum, Fakultas Kehutanan, dan Fakultas Farmasi (masing-masing 1 orang).
 

Baca juga :