Pertama di Makassar, Australian Corner Universitas Hasanuddin Diresmikan

25 Jul 2017 , admin00 Seremonial

Konsul Jenderal Australia di Makassar, Richard Mathews, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Inovasi, Prof. dr. Budu, Ph.D, dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. Syamsul Bahri, SH, MH.

Konsul Jenderal Australia di Makassar, Richard Mathews, meresmikan berdirinya Australia Corner yang bertempat di Pusat Bahasa Unhas, Selasa, 25 Juli 2017.  Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kerjasama (Prof. dr. Budu, Ph.D), Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan (Prof. Dr. Syamsul Bahri, SH, MH), Direktur Kerjasama Internasional Unhas (Dr. Iqbal Djawad), dan dekan-dekan Fakultas.  Turut hadir pula, Prof. Julia Connell, yang merupakan Research Development Advisor di Unhas, Kepala UPT Perpustakaan UNHAS, Dr. Muhammad Nadjib, M.Ed., M.Lib,  Kepala UPT Pusat Bahasa Unhas, Dr. Andjarwati Sadik, serta puluhan dosen dan mahasiswa.
 
Dalam sambutannya, Richard Matthews mengatakan bahwa Pusat Informasi Australia yang lebih dikenal dengan nama AussyBanget Corner ini merupakan yang pertama dibentuk di Makassar.  Pemerintah Australia sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan pendidikan, untuk itulah program ini dilaksanakan. “Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh mutu pendidikan.  Kita semua seharusnya menyadari, pendidikan adalah kunci emas untuk menuju masa depan, dan memastikan kesejahteraan masa depan”, kata Richard.
 
Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kerjasama Unhas Prof. dr. Budu, Ph.D (yang mewakili Rektor Unhas) menyampaikan bahwa Unhas sangat menyambut kehadiran Australian Corner.  “Unhas dan universitas-universitas di Australia serta dengan pemerintah Australia memiliki hubungan yang sangat erat.  Kehadiran Australian Corner ini merupakan ajang untuk mempererat hubungan dan kerja sama antara kita yang telah terjalin baik selama ini,” kata Prof. Budu.
 
Australia Corner atau yang disebut juga Aussiebanget Corner merupakan ruang publik bertema Australia yang memberikan interaksi antara Konsulat Jenderal Australia di Makassar, dengan mahasiswa di Kota Mamiri.
 
Pada kesempatan itu, turut diperkenalkan pula suatu organisasi pemuda bernama Australia-Indonesia Youth Association (Asosiasi Pemuda Australia-Indonesia) atau AIYA.  Lembaga ini merupakan organisasi non-government yang bercita-cita untuk menjadi wadah pemuda Australia dan Indonesia  yang tertarik untuk mencari kesempatan dan membangun hubungan antar kedua negara. AIYA memiliki cabang yang tersebar di setiap negara bagian di Australia dan di Indonesia seperti Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
 
Dalam sambutan singkatnya, Program Operation AIYA untuk Indonesia, Clarice Campbell, mengatakan bahwa AIYA menyelenggarakan berbagai acara untuk menghubungkan, menginformasikan dan menginspirasi pemuda Australia dan Indonesia. Organisasi ini juga memfasilitasi berbagai pengalaman budaya dan bahasa melalui networking, language exchange dan kegiatan edukasi lainnya.(*)
 
 
 
 
 
 

Baca juga :