Perpustakaan Unhas Gelar Seminar Kompetensi Pustakawan Hadapi Normal Baru

4 Aug 2020 , admin-02 Akademik

Kepala Perpustakaan Nasional RI (Drs. Muhammad Syarif Bando, MM) sebagai salah satu nara sumber saat memaparkan materinya, Selasa (04/08).

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Hasanuddin, bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI, menyelenggarakan seminar daring dengan tema "Inovasi dan Kreasi Pustakawan dalam Meningkatkan Kompetensi Menghadapi New Normal". Kegiatan berlangsung pukul 14.00 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Selasa (04/08).
 
Hadir sebagai nara sumber Kepala Perpustakaan Nasional RI (Drs. Muhammad Syarif Bando, MM),  Sekretaris Unhas (Prof. Dr. Ir. Nasaruddin Salam, MT),  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan (Mohammad Hasan, SH., MH), dan Kepala Biro Hukum Perencanaan Perpustakaan Nasional RI (Dr. Joko Santoso, M. Hum). 
 
Kegiatan resmi dibuka oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kegiatan seminar daring tersebut dengan tema pembahasan yang merespon situasi terkini.
 
Menurut Prof Dwia, masa krisis pandemi saat ini harus didukung dengan inovasi yang mampu menunjang peningkatan kinerja, agar memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. 
 
"Kreativitas para pustakawan dimasa krisis global seperti ini sangat diperlukan. Apalagi mengingat ada kebijakan untuk melakukan aktivitas kerja di rumah. Olehnya itu, dibutuhkan sistem pelayanan yang bisa memberikan informasi pendidikan meskipun tidak mengunjungi perpustakaan secara langsung," jelas Prof Dwia. 
 
Diakhir sambutannya, Prof Dwia berharap seminar ini bisa menghasilkan banyak trik untuk peningkatan kreativitas dan inovasi para pustakawan dalam memberikan pelayanan.
 
Usai pembukaan secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan pemaparan materi dari para narasumber yang hadir. 
 
Kepala Perpustakaan Nasional RI, Drs. Muhammad Syarif Bando, MM., sebagai salah satu narasumber menyampaikan dalam materinya bahwa dalam upaya peningkatan kreativitas dimasa pandemi hal yang harus dibenahi lebih awal adalah konsepsional yang dirancang untuk pengembangan kemampuan digital talent. 
 
"Saat ini kita tidak bicara lagi terkait buku di rak. Seorang pustakawan dituntut untuk mampu mendistribusikan ilmu kepada masyarakat luas. Tantangan terbesar saat ini terletak pada ledakan informasi yang menutut untuk memilih dan memilah informasi yang benar.  Disinilah peran pustakawan sebagai sumber informasi yang akurat dan terpecaya," jelas Syarif. 
 
Membangun kegemaran membaca dan menciptakan indeks literasi setiap manusia juga menjadi satu tantangan tersendiri. Di era pandemi seperti saat ini, harusnya dimanfaatkan untuk banyak membaca karena waktu luang terbilang cukup banyak guna mengumpulkan informasi sekaligus meningkatkan ide serta gagasan yang inovatif.
 
Sekretaris Unhas, Prof. Dr. Ir. Nasaruddin Salam, MT., yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan untuk membangun perpustakaan diera revolusi industri 4.0 dibutuhkan bahan dan koleksi yang memadai sekaligus mengikuti perkembangan teknologi informasi. Selain itu, menyiapkan pustakawan yang siap mental, memiliki keahlian teknologi, intelektual serta didukung dengan anggaran yang cukup. 
 
Setelah penyampaian materi dari semua narasumber yang hadir, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta yang mengikuti kegiatan. 
 
Kegiatan yang dipandu oleh Kepala UPT Perpustakaan Unhas, Dr. Fierenziana Getruida Junus, SS., M.Hum. ini diikuti kurang lebih 300 peserta, berlangsung lancar hingga berakhirnya acara pukul 16.15 Wita.(*/mir)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :