Penyempurnaan Organisasi dan Tata Kelola Unhas Disosialisasikan

30 May 2018 , admin00 Akademik

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dan Sekretaris Universitas, Prof. Dr. Ir. Nasaruddin Salam, MT (kanan) menyimak pandangan dan tanggapan Ketua Majelis Wali Amanat terhadap Draft OTK Unhas yang baru.

Universitas Hasanuddin mengadakan penyempurnaan organisasi dan tata kelola (OTK) universitas, yang difokuskan pada penyempurnaan OTK hingga dua level di bawah Rektor.  Hari ini, Rabu, 30 Mei 2018 bertempat di Ruang Rapat A, Lantai 4 Rektorat Unhas, berlangsung sosialisasi Draft OTK Unhas, dihadiri oleh Ketua Majelis Wali Amanat, Ketua Senat Akademik, Dekan Fakultas dan Pasca Sarjana, Ketua-ketua Lembaga, para Direktur, Kepala Biro, dan Kepala Kantor di lingkungan Unhas.

Penyempurnaan OTK Unhas menghasilkan suatu struktur organisasi baru yang diharapkan lebih ramping, efektif dan efisien, serta dapat menjalankan fungsi-fungsi organisasi secara maksimal.

Mengawali sosialisasi, Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA mengatakan bahwa penyempurnaan OTK Unhas merupakan hal yang lazim dalam setiap organisasi.  Apalagi, OTK Unhas pada awalnya memang disusun dengan semangat mengadopsi berbagai masukan untuk memenuhi persyaratan sebagai PTN Badan Hukum baru. “Setelah berjalan beberapa tahun, kita melihat ada banyak hal yang harus kita sempurnakan.  Organisasi yang baik itu selalu berubah mengikuti perubahan jaman. Tapi jangan juga terlalu cepat berubah, dan juga jangan terlalu stagnan lama berubah.  Waktu perubahan itu harus tepat, untuk meningkatkan kinerja organisasi,” kata Dwia.

Untuk penyempurnaan OTK Unhas kali ini, Rektor Dwia mengakui bahwa dirinya memberikan perhatian khusus pada unit pengelolaan akreditasi internasional, inovasi, peningkatan kualitas pembelajaran, serta koordinasi antarunit di lingkungan Unhas.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Wali Amanat Unhas, Prof. Dr. Basri Hasanuddin, MA mengatakan bahwa dirinya mencermati perkembangan struktur organisasi Unhas ini dengan seksama.  Apalagi sudah menjadi tugas dan tanggung jawa MWA mengawasi dan membahas juga OTK ini dalam implementasi nantinya. “Organisasi yang baik itu adalah miskin struktur tapi kaya fungsi. Namun tentu saja, fungsi yang terlalu kaya juga bisa berdampak pada kinerja yang tidak maksimal, bisa menjadi overload dalam pelaksanaan tugas.  Ini yang harus dipertimbangkan dengan matang,” kata Prof. Basri yang pernah menjabat Rektor Unhas pada periode 1989 – 1993 dan 1993 – 1997.

Sementara itu, Ketua Senat Akademik Unhas mengingatkan bahwa meskipun Unhas telah berstatus PTN Badan Hukum dan memiliki keleluasaan dalam berkreativitas termasuk dalam menyusun OTK, namun harus tetap memperhatikan peraturan yang berlaku, terutama Statuta Unhas. “Struktur yang baru ini juga harus dapat menjamin integrasi organisasi, memiliki karakter kelenturan sehingga bisa selalu adaptif terhadap perubahan,” kata Prof. Tahir.

Dalam sosialisasi ini, beberapa peserta yang hadir memberikan masukan terkait dengan fungsi-fungsi yang ada pada struktur baru.

Beberapa Penyempurnaan OTK Unhas

OTK Unhas sebelumnya disusun pada tahun 2016, untuk menyesuaikan dengan perubahan Unhas sebagai PTN Badan Hukum.  Jika dibandingkan dengan OTK Tahun 2016, ada beberapa perubahan dalam hal struktur, baik di tingkat wakil rektor, lembaga, maupun direktur.

Wakil Rektor mengalami pengurangan, dari sebelumnya 5 Wakil Rektor menjadi 4 Wakil Rektor.  Wakil Rektor 5 (yang membidangi Kelembagaan dan Sumber Daya) dihilangkan, dan fungsi-fungsinya dialihkan kepada Wakil Rektor lain serta kepada Sekretaris Universitas.  Dengan demikian, Wakil Rektor 2 sekarang mengalami penyesuaian nama, dari Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan, menjadi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, Infrastruktur, dan Sumber Daya.

Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) dan Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) digabungkan menjadi Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan.  Sementara Lembaga Satuan Pengawasan Internal berubah nama menjadi Satuan Pengawas Internal.

Perubahan signifikan terjadi di tingkat Direktorat, dimana dari sebelumnya 12 direktorat berdasarkan OTK lama, menjadi 5 direktorat pada usulan OTK baru.  Satu Direktorat yang baru dibentuk adalah Direktorat Komunikasi, yang akan mendukung kegiatan Unhas dalam bidang diseminasi informasi publik.

Penyempurnaan OTK Unhas ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, dengan bantuan dan konsultansi dari PPM Manajemen, suatu lembaga konsultan manajemen.  Setelah proses ini, tim Penyusun OTK Unhas akan segera menyelesaikan proses akhir dari revisi dan penyempurnaan, untuk diterbitkan menjadi Keputusan Rektor tentang OTK Unhas.  Setelah itu akan dilakukan penyusunan penyempurnaan OTK di tingkat fakultas, lembaga, dan direktorat.(*)

Baca juga :