Menteri Pertanian Pembicara Utama Seminar Pangan dan Nutrisi di RSUH

15 Feb 2018 , admin00 Akademik

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dan Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Amran Sulaiman, MP pada Seminar Pangan dan Nutrisi, di Rumah Sakit Pendidikan Unhas

 
Sebagai salah satu rangkaian acara hari jadi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin yang ke-8 (2010-2018), panitia pelaksana Milad RS Pendidikan Unhas menggelar acara yang bertajuk Seminar Nasional dan Peresmian Produk Pangan dan Nutrisi Sehat Sebagai Dasar Layanan Kesehatan di Rumah Sakit di Aula RS Unhas Lantai 2, Kamis (15/2/2018).
 
Kegiatan ini menghadirkan Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Amran Sulaiman, M.Si, dan Menteri Kesehatan yang diwakili Dirjen Kesehatan Masyarakat, serta sejumlah pejabat daerah Sulsel. Dalam acara pembukaan seminar tersebut hadir pula Rektor Unhas, Anggota MWA, para dekan, serta jajaran manajemen RS Unhas. Puluhan peserta tampak memenuhi ruangan acara. 
 
Dalam sambutannya, Rektor Unhas Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan bahwa Rumah Sakit Pendidikan Unhas adalah salah satu yang terbaik di Indonesia dengan memperoleh akreditasi paripurna.  Rumah sakit Unhas pun menjadi percontohan dalam pengelolaan rumah sakit pendidikan yang ada di tanah air. 
 
Prof. Dwia menambahkan, saat ini Unhas sudah melakukan sinkronikasi pendidikan, pelayanan Kesehatan, dan pengembangan ilmu dengan melakukan inovasi produk pangan dan nutrisi gizi. "Unhas jauh dari pusat, namun kami tetap berusaha melakukan inovasi dan kreasi, untuk melakukan sinkronisasi pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pengembangan ilmu," katanya.
 
Sejalan dengan itu, ketika memberikan sambutan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menekankan peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan pangan. Menurutnya kemajuan pangan dan pertanian mesti dimulai dari kampus. "Yang mahal adalah ide awal, inovasi baru, dan adanya di kampus. Pangan ini bisa bangkit harus dari kampus," kata Amran Sulaiman.
 
Menteri Amran selanjutnya mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai perubahan kebijakan dan regulasi antara lain; revisi Perpres 172 Tahun 2014 tentang pengadaan benih, pupuk, dan pestisida; deregulasi perizinan dan investasi pertanian; pengendalian impor dan mendorong ekspor, serta peningkatan anggaran untuk petani dari 35 persen total pagu anggaran kementerian pertanian di tahun 2014 menjadi 85 persen pada 2018 ini. Amran Sulaiman juga menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan ekspor pada sejumlah produk pangan, seperti jagung, telur, ayam, bawang merah, dan lainnya.
 
Acara pembukaan seminar ini ditutup dengan penandatanganan prasasti Inovasi produk di bidang pangan dan nutrisi oleh Menteri Pertanian, yang didampingi Rektor Unhas, pejabat kampus, serta pimpinan rumah sakit Unhas.(*)

Baca juga :