Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hadir di Unhas

10 Jul 2018 , admin00 Akademik

Rektor Unhas, Menteri PPPA, dan peserta Konferensi Internasional Gender and Development foto bersama usai pembukaan konferensi, Selasa, 10 Juli 2018.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, menyambut kedatangan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, di Unhas, Selasa, 10 Juli 2018.  Kehadiran Menteri Yohana adalah dalam rangka menjadi pembicara pada Konferensi Internasional International Conference on Gender and Development (ICGD) yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional ke-4 Asosiasi Pusat Studi Wanita, Gender, dan Perlindungan Anak Indonesia (ASWGI) di Universitas Hasanuddin.

Peserta Rakornas IV ASWGI berasal dari utusan pusat studi wanita dan gender yang menyebar dari Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan  Tinggi Swasta seluruh Indonesia.

Dalam pengantarnya, Rektor Unhas menyambut hangat kedatangan Menteri Yohana ke Unhas. “Selamat datang Bu Menteri, kami sangat berbahagia ibu menyempatkan diri untuk hadir pada momen konferensi internasional dan rapat kerja ini, untuk bertemu dengan para peserta penstudi gender dari seluruh Indonesia,” kata Prof. Dwia.

Prof. Dwia menyebutkan bahwa hingga kini persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pemberdayaan wanita dan perlindungan anak masih terus aktual.  Ada begitu banyak tantangan yang dihadapi dalam mendorong peningkatan peran dan partisipasi perempuan dalam ranah publik.

Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri Yohana mengakui beratnya tantangan yang dihadapi dalam bidang yang menjadi tugasnya. “Kita telah memiliki regulasi untuk memaksimalkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.  Namun dalam kenyataannya, regulasi yang ada belum mampu menurunkan kasus-kasus kekerasan yang dihadai oleh perempuan dan anak.  Untuk itulah, sangat dibutuhkan peran serta dan partisipasi orang tua dan masyarakat.  Itulah pentingnya konferensi ini,” kata Yohana.

Dirinya berharap, konferensi ini nantinya dapat menghasilkan gagasan dan rumusan yang konstruktif bagi pembangunan, khususnya pemberdayaan wanita dan perlindungan anak. “Saya berharap nanti panitia menyerahkan juga kepada saya hasil dari konferensi ini,” tutup Menteri Yohana.(*) 

Baca juga :