Menko Bidang Kemaritiman Motivasi Mahasiswa Baru Unhas

26 Aug 2017 , admin00 Kerjasama

Rektor Unhas dan Menko Bidang Kemaritiman menyampaikan salam persahabatan kepada mahasiswa baru 2017 Unhas

Sebagai bagian dari penyambutan mahasiswa baru 2017, Unhas menyelenggarakan Basic Learning Skills, Character, and Creativity (BALANCE) 2017.  Kegiatan ini merupakan bentuk penyempurnaan dari kegiatan sejenis pada tahun-tahun lalu, yang sebelumnya bernama Basic Character and Study Skill (BCSS).  Acara pembukaan BALANCE 2017 diisi dengan kuliah umum yang dibawakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Jenderal (TNI) Luhut B. Pandjaitan.
 
Kedatangan Menko Maritim ke Unhas disambut oleh Rektor, Wakil Rektor, dan jajaran dekan di lingkungan Universitas Hasanuddin.  Dalam sambutannya, Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menyampaikan rasa gembira atas kedatangan Menko Luhut ke Unhas. “Kami sudah lama menunggu kedatangan Bapak Menteri.  Karena Unhas ini merupakan perguruan tinggi yang mempunyai Pendidikan Berbasis Benua Maritim Indonesia,” kata Prof. Dwia.
 
Prof. Dwia juga menjelaskan makna filosofi dari visi Unhas.  “Jadi, kalau kita coba sederhanakan, semangat maritim yang dikembangkan oleh Unhas itu bisa disingkat sebagai karakter yang Manusiawi, Arif, Religius, Integritas, Tangguh, dan Mandiri.  Ini adalah kepanjangan dari kata MARITIM,” papar Prof. Dwia yang disambut dengan tepuk tangan sekitar 5.000 peserta kuliah umum.
 
Dalam sesi kuliah umum, Luhut B. Panjaitan lebih banyak memberi motivasi kepada mahasiswa baru Unhas.  Ia menjadikan pengalaman masa kecilnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, namun ia dapat merintis karir hingga menjadi Jenderal bintang 4, bahkan menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, serta sekarang Menko Bidang Kemaritiman. “Kuncinya adalah kerja keras, pantang menyerah, dan yang terpenting adalah jujur dan tidka bohong.  Jangan pernah sekalipun dalam hidup kalian menjadi orang yang berbohong. Jangan pernah mencuri, mengambil hak orang lain. Itu kunci utama,” kata Luhut yang disambut dengan tepuk tangan riuh dari peserta.
 
Menteri Luhut juga berbicara tentang pembangunan yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia saat ini dan pada masa mendatang, serta tuntutan bagi generasi muda, terutama para mahasiswa untuk mengambil peran dalam proses tersebut.  “Saya sekarang ini dikelilingi oleh anak-anak muda,” kata Luhut sambil memperkenalkan satu per satu staf yang mendampinginya, yang sebagian besar merupakan anak-anak muda berusia 30 dan 40 tahun. “Mereka ini sangat getol mengumpulkan dan mengolah data.  Jadi saya berbicara itu selalu berdasarkan data, karena disuply oleh anak-anak muda ini,” papar Luhut.
 
Kuliah umum yang berlangsung selama sejam lebih diakhiri dengan sesi tanya jawab.  Ketika sesi ini dibuka, ratusan mahasiswa berebut untuk memperoleh kesempatan bertanya dan menyampaikan uneg-uneg kepada Menteri Luhut.  Namun karena keterbatasan waktu, hanya lima orang penanya saja yang dapat diakomodir.(*)

Baca juga :