Mahasiswa Peternakan Unhas Gelar Webinar Hadirkan Tokoh Nasional Peternakan

5 Jun 2020 , admin-02 Akademik

Tangkapan layar suasana berlangsungnya webinar Lembaga Kemahasiswaan Senat Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Sema Kema Fapet Unhas).

Lembaga Kemahasiswaan Senat Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Sema Kema Fapet Unhas) menyelenggarakan webinar nasional dengan tema "Menata Gagasan Konsep Pembangunan Peternakan Pasca Covid-19". Kegiatan berlangsung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming di kanal youtube dan sosial media dari Sema Kema Fapet Uh, Rabu (03/06).
 
Turut hadir sebagai narasumber  Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc., (Dekan Fakultas Peternakan Unhas), Teguh Boediyana (Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan kerbau Indonesia), Dr. Ir. Syahruddin Said, M. Agr, sc., (Ketua umum Himpunan Ilmuan Peternakan Indonesia), Dr. Andi Akmal Pasluddin, SP, MM (Anggota Komisi IV DPR RI). 
 
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas, Prof. Dr. drg. A. Arsunan Arsin, M.Kes.
 
Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kegiatan inisiatif dari lembaga mahasiswa Peternakan Unhas. Dengan adanya kegiatan seperti ini tentu membuka wawasan dan pengembangan ilmu terkait topik pembahasan guna menghadapi permasalahan Covid-19.
 
"Keterlibatan secara aktif dari mahasiswa Unhas merupakan bagian dari upaya untuk berkontribusi bersama pemerintah menyelesaikan permasalahan wabah Covid-19 yang sampai saat ini masih menjadi bagian yang belum bisa terselesaikan. Kami berbangga atas inisiatif yang dilakukan adek mahasiswa, semoga kegiatan seperti ini terus berlangsung," jelas Prof Arsunan. 
 
Muhammad Ilham Tajudin, Ketua Umum Sema Kema Fapet UH menjelaskan bahwa sejak pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh sektor kehidupan termasuk sektor Peternakan di Indonesia. Olehnya itu, menurut Ilham hal ini tentu harus menjadi perhatian serius bagi semua stakeholder peternakan.
 
Selama wabah Covid-19 mewabah, telah memunculkan istilah baru yang kemudian disebut sebagai era new normal. Esensi dari istilah tersebut dijustifikasi sebagai sebuah kondisi yang merupakan tatanan baru kehidupan masyarakat Indonesia pasca Covid-19 nantinya. 
 
"Di era new normal sektor peternakan sebagai salah satu garda terdepan penyedia pangan hewani tentunya harus mengambil peran strategis dengan beberapa konsep gagasan yang matang. Sehingga, melalui webinar ini kita harapkan memunculkan ide dan gagasan yang bermanfaat," jelas Ilham. 
 
Teguh Boediyana sebagai salah satu nara sumber menegaskan dalam materinya bahwa bersama dengan seluruh peternak Indonesia akan terus berjuang melakukan upaya agar setiap kebijakan pemerintah dapat memberikan manfaat yang sebesar-besaenya untuk kesejahteraan para peternak.
 
"Di era new normal sektor peternakan memberikan dampak yang sangat besar bagi kebutuhan pangan. Sehingga, dibutuhkan beberapa konsep untuk gagasan baru pada sektor peternakan," jelas Teguh. 
 
Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc., yang juga sebagai narasumber menguraikan hal yang harus dilakukan dalam era saat ini adalah dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan, optimalisasi sumberdaya lokal, meningkatkan konsumsi protein asal ternak dan dukungan regulasi pembangunan peternakan.
 
"Fakultas Peternakan Unhas menghimbau agar semua stakeholder bisa menyamakan persepsi, agar bisa menjawab permasalahan peternakan saat ini," ungkap Prof Lellah. 
 
Usai pemaparan materi dari para narasumber yang dihadirkan, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta yang mengikuti webinar. 
 
Kegiatan yang menghadirkan kurang lebih 800 peserta dari berbagai daerah di Indonesia sangat antusias dan terlibat aktif memberikan pertanyaan hingga berakhirnya webinar.(*/mir)
 
Editor : Ishaq Rahman, AMIPR

Baca juga :